Posted in artikel, Blablabla, Makyus

Jangan Diperbudak Oleh Pekerjaan

Dalam semingguan ini banyak pelajaran hidup berharga yang gw petik baik dari pengalaman pribadi maupun dari orang lain. Want to know, kehidupan ini unik, misteri sekaligus menggelitik. Banyak kisah jenaka dari beberapa orang yang pusing menjalani hidupnya, hehehe..

Ketika lulus dari kuliah, yang terpikirkan adalah bagaimana caranya mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan yang sesuai dengan hayalan. Sampai-sampai pekerjaan yang kita jalani itu tidak linear dengan pendidikan yang kita jalani. Ya kembali lagi…. untuk meneruskan hidup, tentunya butuh materi. Dari mana mendapatkan materi? Jawabannya satu. Pekerjaan yang merupakan kata dasar dari kerja, yakni melakukan usaha.

SebenRnya, menjalani dunia kerja tidak seenak dalam hayalan. Butuh keeja keras. Deadline sana-sini, belum lagi kalau pemikiran kita berbeda dengan atasan. Bikin puyeng, pastinya…
Kalau kerjaan gw, masa-masa deadlinenya adalah akhir perkuliahan dan awal perkuliahan. Puncak stres kerja ada disana. Ada anak kulih gaaa? Coba angkat kakiiii!!! Terkadang kena semprot petugas yang nginput nilai kan? Atau ketika mau beli matakuliah secara manual, trus ipk dan beban sks.nya tidak sesuai? Kena semprot juga.kan? Naaaaaah.. jangan ditanya, biasanya aksi ngomel.ngomel para petugas akademik karena tuntutan deadline.

Banyak yang sering berkata “jangan mau diperbudak sama pekerjaan”, lah tapi kalau atasan ngasih deadline misal cuman 3 minggu sementara jumlah mahasiswanya tidak sebanding dengan tenaga teknisnya, mau tidak-mau harus kelar bahkan sebelum deadline tersebut.

Justruuuuuuu…. karena diperbudak oleh pekerjaan bisa menyebabkan sakit. Yuppppzzzz.. gw ngerti betul akan hal itu. Olehnya itu gw punya tips buat lo pade yang sering dikehar deadline

  1. Dahulukan tupoksi.

Bekerjalah sesuai tugas pokok anda. Lebih tepatnya dahulukan. Terkadang, yang kita lakukan justru bukan bagian dari tugas kita yg sebenarnya. Kalau tupoksi aman, kalau masih ada tenaga, laksanakan kerjaan yang bukan tupoksi.

2. Bekerja sesuai kemampuan

Saking dikejar deadline, kita kerja tanpa mengenal lelah. Ampe dibawa sakit segala. Naaah.. yang begini yang harus dihindari, karena bekerja tidak sesuai kemampuan bisa menyebabkan kita terserang penyakit. Justru stres akibat kerja itu resiko mendapatkan penyakit jauh lebih besar. Pepatah jawa mengatakan “alon-alon asal kelakon”. Biar lambat asal selamat, hehehehe..

3. Ikhlas

Biasanya kalau kena timpukan kerjaan dari atasan kita ngomel mulu. Bukan tupoksi-laaah. Kerjaannya berat-laaah. Want to know? Sebenarnya kita ditimpukkin pekerjaan itu karena atasan tau kinerja kita. Kalau kita bisa ikhlas menjalaninya, kaleee ajah suatu saat nanti bakal dapat posisi yang menggiurkan? Hahahahahaha.
Ikhlas juga mampu mencegah stres kerja yang anda hadapi.

Masih mau diperbudak sama pekerjaan?

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

14 thoughts on “Jangan Diperbudak Oleh Pekerjaan

    1. anaaaaaaaaaz…..
      deuugghh,, berasa artis india beneran yang punya fans makanan favoritenya, nanas ;-D..

      mmmm,,,
      ituuu,, pencerahan bagi semua yang lagi ilfeel ama kerjaannya,nas..
      tak terkecuali raya jugah😉

      semangat bekerja,nas…
      ini…
      udah rezeki dari gusti alloh,,
      jadi ga boleh disia-sia-in ;-)) *sokbijakloeraya*

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s