Posted in artikel

Buku Itu, ISTIMEWA!

Satu hal yang memiliki kontribusi besar di dalam hidupku selain orang tua adalah, buku. Tumbuh kembangku menjadi “perempuan” juga tidak lepas dari buku. Disaat terpaan badai kehidupan (sempat) memporak-porandakkan hidupku, bukulah sandaran jiwaku. Andaikan buku itu merupakan wujud dari zat hidup, maka buku pilihanku untuk melabuhkan cinta terakhirku *beugh*.

Sedari masa cilik, orang tua (utamanya babeh) sudah membiasakanku bergelut dengan buku. Tak lekang dari ingatan, tiap pekan, babeh selalu membelikan majalah bobo.

Atau kalau anaknya ini lagi bandel-bandelnya, pasti buku neraka edisi lengkap dibelikan babeh.

———————————————————————————————————————-

Setiap babeh bepergian ke luar kota, satu-satunya buah tangan untukku adalah buku. Entah buku cerita atau pelajaran. Olehnya itu, zaman sekolah julukanku adalah si “kutu buku” karena akulah satu-satunya anak yang buku pelajarannya paling lengkap dari berbagai penerbit,hahaha. Heran juga, padahal buku-buku tersebut hanya hiasan meja belajar. Tapiiii, kalau kesandung soal yang susah, pasti semua buku tersebut akhirnya memiliki faedah jugah. Maklum, dari zamanku dalam rahim, babeh sudah bercita-cita anaknya ini jadi professor. Yeiksssss

—————————————————————————————————

Zaman sekolahan dulu, selain untuk memperoleh ilmu pengetahuan, buku juga sering dijadikan media untuk PDKT. Kreatif bukan? As we know that, zaman dulu itu belum secanggih sekarang, PDKT minta pin BB. Dulu PDKT ribeeeeeet euy. Pura-pura minjem buku (entah buku pelajaran atau buku catatan) terus diselipin deh surat cinta, terus dikembaliin lagi ke pemiliknya. Disinilah cinta merah jambu (monyet) bersemi. Selanjutnya, toko buku yang jadi tempat untuk pacaran (kalau sudah jadian atau masih terus PDKT). Untuk urusan asmara, buku sangaaaaaaat istimewa.

Bagiku, buku adalah jendela ilmu. Sebuah sarana untuk menggapai impian. Semua yang diinginkan ada di buku. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, buku kerap dikesampingkan. “untuk apa buku kalau semua sudah ada di internet?” begitulah anak zaman sekarang kalau ditanya mengenai buku. Aich, memprihatinkan! Aku ga tau kalau orang lain, tapi buatku, tetap buku nomer wahid. Walaupun semua bahan yang kuinginkan ada di internet, pasti ujung-unjungnya diprint dan kujadikan buku. Aku tuh lebih suka baca buku ketimbang membaca lama di layar komputer.

***********************

Buku itu bisa seperti sahabat, yang menemani dikala suka dan duka. Apalagi disaat galau melanda, bukulah alternative terkeren untuk mengalihkan duniaku. Disaat ingin bermanja dengan tuhan, buku pula-lah yang menjadi medianya. Buku juga bisa seperti kekasih, sekaligus membuat pipiku merona dengan kalimat-kalimat indah yang terangkum di dalamnya.

Ahhh,,, jadi kata apalagi yang cocok untuk mendedikasikan “buku” dalam hidupku selain kata I-S-T-I-M-E-W-A?

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

22 thoughts on “Buku Itu, ISTIMEWA!

  1. Bobo itu majalahku sejak masih belum bisa baca.
    Jadi inget Coreng, Upik, Paman Gembul, Bibi tutup pintu, tutut, bibi titi teliti, Oki, Nirmala, Paman Kikuk, Husin dan Asta, Bona dan Rongrong, Juwita dan Siti Sirik, Paman Grung-grung,…..
    Huwaaaaaa….. masih inget semuanyaaaa….

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s