Posted in Blablabla, BlitzHolic

Mesjid Penuh Kenangan

Baca postingan mak Enkus yang ini, jiwa seni yang ada dalam diri gw mendadak terpanggil untuk mengimplementasikannya *tsah* . Gw suka seni dalam media kamera. Apapun itu jepretannya. DSLR, pocket, analog, lomo, dll, dkk. Gw suka prosesnya. Proses mengambil gambar. Ga peduli outpunya kayak gimana. Prinsip gw dalam fotografi simpel ajah “Njepret-lah dengan hati. Apapun kameranya, bidiklah objek dengan sederhana”. Olehnya, gw sangat menghargai karya seni dalam bentuk jepretan *ketahuanblitzholicdeh*.

Gw pernah dapat advice dari si mak, kalau teknik menjepret itu tidak selamanya pake teori. Dan berhubung gw anaknya malas banget mbaca dan hobinya implementasi, jadi gw percaya (dan lagi-lagi arahan dari si mak) kalau menjepret itu 99% kemauan dan 1% bakat. Artinya apa? Semua orang bisa menjadi fotografer asal punya uang kemauan.

=====================================================

Okeeeh back to topic hidayat

Dalam dunia njepret-menjrepret minus njambret, gw sukanya moto bangunan. Ga tau kenapa, gw exited ajah kalau moto bangunan. Tanpa gw berkoar-koar-pun kalau lihat foto bangunan, gw berasa langsung tau “makna” dari foto tersebut *tsaaaaah*. Tapi kembali lagi, kalau mau profesional, ya.. jangan milih-milih dong,hehehe. Pelajari semua tekhnik pengambilan sample objek dari banyaknya populasi. Dengan begitu kita bisa tau, seberapa jauh kemampuan kita *uhuuuuuy*

******

Eniwei, foto gw kali ini agak berkisah. Sebuah tempat full memories banget buat gw. Saksi hidup bagi perjalanan masa kanak-kanak gw. Namanya Mesjid Nurul Muhammad.

Tahun 1993-1994, bangunan ini bentuknya kayak ginih

1993-1994

Kalau ditanya filosofisnya gw jg gak ngerti,hihihi. karena sejak menginjakkan kaki di lacinta area (wilayah jajahangw) mesjid ini udah ada dalam nuansa yang sederhana be-ge-te. Bangunan ini pula yg menjadi weker karena posisinya yang tepat di depan rumah gw dan TOA-nya agak condong mengarah ke jendela kamar gw . So, ga ada kata telat solat subuh!!! walaupun endingnya kembali memeluk guling dan terjun ke pulau kapuk.

Dan selama 19 tahun, mesjid penuh kenangan ini, telah bermetamorfosis menjadi lebih baik🙂

*************

Oke siiiip… dan inilah hasil njepretan bangunannya

Check it doooot..

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

59 thoughts on “Mesjid Penuh Kenangan

        1. amin🙂
          makanya pak RTnya sering menghimbau para jamaah agar melaksanakan solat 5 waktu d mesjid. khususnya bapak2nya ajah,hehehe..

          Halaman luas begitu paling seru dipake main lari2,hehehehe

          1. itu gak bohong mbak, emang kenyataannya gitu😀

            peresmiannya kan di luar masjid, kalau mau makan2 ya beli di tukang dagang makanan yg ngerumun di situ, he he he

            khutbah jumatnya ada di WP saya judulnya “Fitrah dan Pengorbanan”

                  1. Itu mah datang ke kedainya mbak. hehehe
                    Oke oke, sudah kembali seperti semula.😀

                    Bisa loh, misal hari ini kita nulis 10 artikel, terus kita atur, tanggal terbitnya 10 hari kedepan, dan masing2 perhari satu artikel yang ke publish. Ini otomatis mbak. Kita gak buka blogpun, postingan itu akan muncul dengan sendirinya. Udah tahu kan?

                    1. Pas di dashboard, pas kita new post di sebelah kanan diatas publish, ada publish immediately kan. Klik edit disana. Atur tanggalnya dah. Yang penting, kita harus tahu pengaturan tanggal di blog kita itu pake waktu Jakarta (WIB, WIT, WITA) atau apa gitu. Soalnya pengaruh tuh.😀

                      Kalo misal kita planning publish 2 hari kedepan secara otomatis, meskipun di all post kita yang di dashboard kita tulisannya published, tapi di blog kita gak muncul kok di homenya. Interest? Just try! *sokbule:mrgreen:

  1. alhamdulillah…semoga para donaturnya mendapatkan pahal amal jariyyah masing2. Teringat dulu jaman orba, ada masjid hasil bantuan dari Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila, ciri khasnya di puncak kubahnya ada lafadz Allah di dalam segi lima

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s