Posted in FF

[FF] I Laph Yuh Poreper

Suasana terasa mencekam. Bagai samurai yang menghunus keras dalam jantungku. Di depan banyak orang aku diadili oleh pemuka adat akan sesuatu yang tidak pernah kulakukan. Jangankan untuk kulakukan, membayangkan untuk melakukannyapun tidak sama sekali.  Baru tau aku, mencintai gadis baik-baik harus menempuh perjalanan panjang yang berliku dengan tebing yang tinggi. Lalu dengan kekuatan mampu menghadapi segala rintangan dari berbagai penjuru.

Wulan dan Mulan adalah saudara –kandung- kembar identik. Ayunya pun sama. Tolong jangan beranggapan bahwa aku sedang terlibat cinta segitiga saudara kembar. Karena yang sesungguhnya terjadi adalah aku hanya mencintai Wulan. Tolong dicatat!

“heh, kamu…. Siapa sebenarnya yang kau cintai? Ananda wulan atau mulan?” kata pemuka adat. Wajahnya keras menatapku.

“Wulan,mas” jawabku. Menentang mata sang pemuka adat.

“mas? Sejak kapan kita sodaraan?”

“^$*^(^)%^&$#”

Suara riuh bergemuruh seisi ruangan. Sang pemuka adat ditunjuk mewakili ayah dari gadis yang kucintai. Sungguh, aku hanya mencintai wulan, walau aku sama sekali tak berdaya untuk mengungkapkannya secara terbuka. Justru Mulanlah yang mengungkapkan perasaannya padaku dan memaksaku menikahinya.

Hal ini tercium oleh ayah mereka. Olehnya itu, upacara adat ini terlaksana untuk mengungkap kepada siapakah cintaku berlabu.

“saudara Priyo Harjiyono, tentukan pilihanmu sekarang juga!”

Dengan niat sekeras baja dan dengan kekuatan basmallah aku mantap mengeja nama gadisku. Wulan Septiyani Prayoga.

***

“daddy… ini cah kangkungnya 3 piring”

“………”

“daddy!!!!!” teriakan itu mengembalikkan lamunanku. Lamunan panjangku untuk mendapatkan gadisku.

Ahhh… istriku Wulan. Dengan senyum manisnya ia menemaniku makan malam dengan menu cah kangkung yang menjadi idolaku.

“makasih mommy” jawabku dan menempelkan ciuman mesra dikeningnya

The end

.

.

.

.

.

.

.

.

.

*mengenang perjuangan tjintah anotherorion di zaman bahuela*

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

75 thoughts on “[FF] I Laph Yuh Poreper

            1. tunggu,pak…
              saya tanya ke Priyo Harjiyono dulu,, biar nanya ke istrinya😆

              Uuuuun,, si mulan kerja dimana,uun? *teriakpaketoa

  1. cie…cie….🙂
    cuman lamunan kang mas nya baru terbuyarkan dengan 3 piring cah kangkung. gilaaa??? tiggaaaaa piring..???
    hehehe🙂

  2. Hihihi. kalo cerita horror hollywood biasanya twisted ending Ray. Mulan dan Wulan kerjasama, karena Wulan gak terlalu cinta dan sayang sodaranya, mereka bertukar nama gitu ya..

        1. but I’m still me,ga…
          still raya as ur sistah..
          still raya as writers diary
          and raya from Kendari nyang sonosononya Pakistan #Eaaaaa😆

          1. Aku percaya mbak, sesama libra aku percaya. haha😀

            [Met milad yak, semoga berkah umurmu mbak!]
            ditulis: awal oktober lalu. Doa tidak pernah telat kan?😀

            1. wkwkwkwkwkwkwkwk…
              Kamyuuuuh successfully made me laugh in the middle a crowd of people, ga.. Siniiii luuu,, gw timpuk pake uang monyet😆

              Telaaaaaaaaaaaaaat…
              telaaaaaaaaaaaaaaat…
              telaaaaaaaaaaaaaaaaat…

              2 minggu berlalu loh,ga…
              du-a..
              mi-n-ggu!!

              1. Haha, gak uang patimura saja mbak?😀

                Doa itu, gak ada yang telat.
                Dari pada ternyata pas hari H, hanya ucapan gak ada doa, masih mending yang telat, tapi memberikan doa kan?😀

                1. Nrimo uang monyet ajah nape sih,ga? Jaim detected deeeeh😛😛😛

                  okesiiip..
                  ngelesnya diterima…
                  etaaapiii pelit amaaat siihh???
                  moso doanya cuman atu doang?

                  1. Itu bukan masalah jaim mbak, tapi masalah “prinsip”. *etciyeeeeeeeeeeeh:mrgreen:

                    Hehehe. . Buat saya, gak ada yang paling penting dari hidup yang berkah mbak.
                    Mau kaya, mau umur sampe ratusan, mau mobil banyak, mau pintar kayak enstein, atau apapun kalo gak berkah, percuma. Makannya, saya doain cukup satu sahaja, (lengkapnya) “semoga keberkahan selalu ada untukmu mbak””.😀

                    Gimana?:mrgreen:

                    1. wkwkwkwkwkwkwk..

                      hooh,ga..
                      kita ber-ta’awanu alalbirri wataqwa walaa ta’awanu alal ismi wal’udwan (mohon koreksi kalau bahasanya salah)🙂..

                      intinya mah atu,ga..
                      lillahi ta’ala

                      *mamahdedeh wannabe*

                    2. Betul, setuju mbak.😀

                      Emang bener ya, terkadang ketidaksempurnaan itu, menumbuhkan jalan untuk orang lain beribadah, atau minimal sekedar berbuat baik.🙂

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s