Posted in Musik

Day 14 Meme Song Challenge : A song that no one would expect me to love

Makin hari challenge-nya makin rempong euy. Agak puyeng juga sih ama tema kali ini. Apalagi bahasa inggris gw yg cetek abiiiiis memungkinkan pala gw goyah kalau dikasih kalimat ambigu yang jika ditransleit-kan ke humz om gugel. Akhirnya, setelah berunding dengan beberapa sahabat yang emang punya kualitas dalam bidang ke-LINGGIS-an, maka dengan keyakinan penuh seolah ketiban hidayah pasca bersemedi di bawah kaki gunung salak, gw dapat clue yang tepat.

A song that no one would expect me to love. Lagu nyang mana orang tidak menyangka kalau gw bakalan suka lagu itu. Rite bebih?. Eniwei gw suka semua lagu. Dalam instrumen apapun juga. Etapi tergantung liriknya juga ding. Berhubung dalam challenge kali ini yang mengharuskan gw mbikin orang bilang WOW -gak pake koprol- terhadap pilihan lagu, maka jatuh ke lagu berikut :

Betapa malang nasib ku
Semenjak ditinggal ibu
Walau kini dapat ganti
Seorang ibu… ibu tiri
Tiada sama rasanya
Ibu kandung yang tercinta
Menyayang sepenuh jiwa
Penuh kasih lagi mesra
Ibu tiri hanya cinta
Kepada ayah ku saja
Selagi ayah di samping ku
Ku dipuja dan dimanja
Tapi bila ayah pergi
Ku dinesta dan dicaci
Bagai anak tak berbakti
Tiada menghirau ku lagi
Aduhai ibu tiri ku
Kasihanilah pada ku
Bagai anak mu sendiri
Agar dapat ku berbakti

Lagu ini gw dengar tahun berapa ya?. Waaaaaks lupa, tapi yang jelasnya semasa gw duduk di bangku eSDe. Jadi tiap pulang sekolah, belum ganti baju, gw cuman duduk d depan tivi sambil makan dan tongkrongin tipi layaknya gadis abege. Manggut-manggut, nangis-nangis kalau pas dapet scene penyiksaan ibu tiri.

Banyak versi sih sebenarnya film ini. Kalau awalan yang gw lihat yang disiksa itu aunthy Emilia Contesa, RAT (Ratapan Anak Tiri) session berikutnya aunthy Elvi Sukaesih yang ketiban jadi anak tiri dan sukses mbikin otak gw menyimpan kesan bahwa “IBU TIRI ITU JAHAT, JENDRAL!”. Gw rada parnoan kalau gw nemu teman (misalnya) ngaku punya ibu tiri dan spontanitas gw meriksa badannya, ada luka-lukanya gak? Dan apa endingnya? gw diplototin ampe pengen dimakan,xixixixi. Oh tenang, sekarang keparnoan itu berangsur pulih ketika gw lihat Ashanty yang penyayang kepada anak-anak Anang Hermansyah

Poke kalau gw suka mbandel atau ga dengerin nasehat ibu, pasti deh arwah film RAT ini yang disosorin di otak gw. Macem-macemlah sugestinya. Dibilang kalau gw masih mbandel babeh akan punya istri tiri dan gw dapet mamih tiri end so on. Makanya karena film RAT inilah, gw jadi anak maha kalem d rumah.

Sekalian ya gw menflashback film jadul kebanggaan hati

Tahon 1974 itu bahkan gw belum ada perencanaan untuk dilahirkan di bumi ini, weitsss. Tapi anehnya filmnya malah (walau udah diputar ribuan kali) mbikin gw terseduh-seduh.

Format song challenge, bisa dilihat dsinih.

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

20 thoughts on “Day 14 Meme Song Challenge : A song that no one would expect me to love

        1. oh ya? dia diapain,om Yan?
          kapan yaa?? seminggu yg lalu apa sebulan yg lalu,,
          anak SMP bunuh diri karena ga kukuh ama ibu tirinya.. aku nonton d SCTV klo ga salah ingat tempo hari..

          1. dia anak yatim Ray… punya bapa tiri… bapa tirinya ini yg sering marahin dia… mana dia masih kecil lagi… tapi kami para tetangga gak bisa berbuat apa apa selama dia (bapa tirinya) gak berlaku kasar secara pisik…

  1. Mbak, pas aku play tadi ibu ikut denger.. terus komen, lho itu kan lagunya arie hanggara.. Sementara aku melongo nggak ngerti.. Lagunya bikin aku sedih..😦

  2. Arie Hanggara adalah nama seorang anak berusia 8 tahun yang meninggal pada bulan November 1984 karena dianiaya oleh orangtuanya, Machtino dan Santi. Kasus Ari Hanggara menjadi begitu besar karena besarnya perhatian media massa untuk mengangkat tragedi ini.

    Hingga kini, kasus Arie Hanggara masih sering diangkat dan dijadikan referensi oleh media massa di indonesia, terutama jika ada kasus sejenis di mana anak menjadi korban kekerasan orangtuanya sendiri.

    Begitu besarnya animo masyarakat, membuat kasus ini diangkat ke dalam film berjudul Arie Hanggara yang diproduksi oleh PT Tobali Indah Film pada tahun 1985, dan cukup sukses dalam pemasaran.

    copas dari Wikipedia

  3. Kalo kata Om Gagak, “Wah, ketauan umurnya!” ahahahahaha
    *dijabrot*

    Komen seriusnya: lagu jaman dulu itu malah kukira lebih bagus dan evergreen deh…Lebih masuk ke hati, bukan sekedar meriah di mata dan kemudian lenyap keelokannya beberapa tahun kemudian. *asegdah komentarku – -“*

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s