Posted in Kopdar

[Kopdar] Book Fair On Love #1

Bukfer
Bukfer

Setelah sukses menyelenggarakan kopdar pertama yang penuh warna, kisah dan cerita, kini saatnya gw berceloteh tentang kopdar kedua yang tak kalah hebring (red : heboh) nya. Mengapa temanya book fair in love? Karena yang ngajakin kopdar paham bener kalau gw anaknya sakaw buku. Cinta mate ama buku dan keseringan mabok buku (ketimbang mabok cinta dan mabok duit).

Jakarta (kala itu) diguyur hujan berat but tak menggoyahkan niat kite-kite untuk menjalani kopdar. Mmmm, eniwei agenda ini gw ga sebut sebagai kopdar sebenarnya, karena guide gw (yang baik hati si pemilik senyum termanis) sebelumnya udah kopdar. Tetapi di tengah perjalanan, doski mengabarkan bahwasanya saudari gw tercintah si pemilik nama “larasati” ternyata mau datang ke book fair juga. Jahadi, yukkksss ahhh kopdar! Selain dari pada itu, pada kopdar pertama kemaren mbak Laras ga bisa ikut, saking kacaunya jadwal kopdar kemaren ya?

*******

Dan want to know,garls? Prinsip kopdaran kita itu “TIBA MASA TIBA AKAL” “NO PLANNING”! Biasanya kalau terencana, adaaaaa ajah jalan takdir untuk batal, tapi kalau dadakan, ada ajah yang bikin terkenang #eaaaaaaaaaa.

Jangan kira gw sendiri nyebrang dari depok ke istora untuk memanjakan mata, tetapi as usually, gw bareng ibu peri dan kak ressy. Bingung ya? Klik disni ajah ya . Bisa dibilang ini pengalaman pertama gw nyambangin jakarta tanpa penjemput,hahaha. Mandiri kiteeeeeh .

*********

Gw yang paling awal nyambangin TKP, sembari nyari buku jadul serial lupus, gw teror para wanita sholehah (amin) yang setengah jiwanya gw ambil demi terwujudnya kopdar ini,xixixi. Pokemon, gw tunggu di wilayah cempaka. Begitu jeng laras tilpun, gw segera matroli wilayah tersebut dan ketika telah nampak wujud mbak laras, gw nari-nari ala penyambutan bupati yang baru turun gunung. Gangnam style? Lewaaaat!

Dari tampang mbak laras mendeskripsikan isi pemikiran beliao tentang “IH GELAAA PEDE BANGET NIH CEWEK D DEPAN GW? KENAL JUGA KAGAK! dan setelah gw tembak “MY NAME IS RAYA AND IM NOT TELORIST baru air wajahnya berubah ramah,hahaha. Btw tampang gw kayak penculik wanita gt ya? #eaaaaaaa.

Setelah saling melepas pipi untuk diciyums, kami pun langsung ber”haha-hihi” dan mengoprak-ngaprek buku sasaran. Sembari nunggu ka Yaya kami cerita kini-kitu yang singkat se singkat-singkatnya. Cerita di tengah kerumunan orang itu rasanya seperti berbicara di dalam goa yang paling dalam sambil dilemparin batu dan tiba-tiba goanya meledak. Mendadak pengen beli toa deh just for cerita kini-kitu.

 

with ka Yaya and Mbak Laras :)
with ka Yaya and Mbak Laras🙂

Menit berikutnya lengkaplah kami. Gw-mbak Laras dan kaka Yaya ditambah para pengikut gw *plaaaaks* alias kakak-kakak  yang menemani + nyari buku juga. Segala penjuru kami jabanin. Nafsu shopping buku gw menggila saat itu dan jadilah gw mborong buku, tepatnya novel ya cyiiiin. Sembari foto-foto? Pastinyaaaaa.

Borong novel😀

Etapi kala itu mbak Larasnya ga lama euy. Doski mau kerja. Seperti adegan cinderella pukul 12 teng, mbak laras meninggalkan kami. Tolong jangan lihat kami (gw dan ka yaya) sebagai pangerannya, karena kenyataannya dalam cerita ini sama sekali tidak melibatkan pangeran,xixixixi. Padahal belum banyak gosip yang bersemi looh. Ealaaah ga solehah banget nggosip siih? Hahahaha. Maksudnya kami mau mbahas perkembangan jiwa kebloggeran kami ke depannya. Merancang visi,misi dan pastinya makna harfiah dari perblog-an yang selama ini kami jalani *tsaaaaaah* *beraaaaaaaaaaaat*.

**********

Setelah itu kami membubarkan diri masing-masing? Tidak saudara-saudari, karena masih ada agenda sakral yang akan dilalui😛. Agenda yang bahkan baru gw tau telah direncanakan semenjak kopdar pertama kemaren . Apakah itu? Jangan lewatkan dalam cuplikan intens lebaran monyet.

***********

FX Mol

Seharian keliling nyari buku ya eyalaaah betis jadi pegel linux, itulah bagian raga gw yang paling tersakiti. Berasa mau ngesot ajah ampe FX mol. Tujuan kami ke FX tidak lain dan tidak bukan untuk menuntaskan rasa lapar! Hahaha. Dan diantara kami berempat, gw-lah yang paling lapar, ampe nepsong nambah 2 porsi.

Disaat rasa lapar itu menggelegar mengeroyok lambung, tiba-tiba gw dikejutkan oleh kedatangan sosok yang…? oke sebut saja asing. Bukan teman maya, bukan pula teman nyata. Berhubung kita satu wilayah jajahan, Kendari. Jadi, masih perlukah gw sebut “asing?”. Kata guru agama zaman skulah dulu, salah tiga cara memperbanyak rejeki dengan memperluas tali silaturahmi.

Oke

Fine

Olreit

Jadi dengan ini gw nyatakan, tali silaturahmi gw buka dengan hormat *ketok pala 3 kali*.

———————————————————————————————————————————————————————–

Gw mencium adanya sesuatu disini. Ada aura-aura dimana untuk melepaskan energi negatif *halaaaaah* . Memori gw langsung menflash back kopdar pertama, dimana pada bagian ini disebutlah sosok tersebut (dan saking dadakannya kopdar pertama, maka sang bintang tamu tidak jadi datang ke tkp) tetapi saking lemotnya otak gw, gw baru nangkap hal yang dimaksud tersebut sekarang. Se-ka-rang! Hahahahaha.  Dan disaat dandanan gw ala (semi) preman, sodara-sodari! Coba gw ngeh dari awal kalau akan ada bintang tamu pada kopdar kali ini, mungkin gw agak-agak feminim gimaaaana begiiitu ya? *skip* *pencitraankronis*.

Etapi syukur juga sih, karena berhubung kami semua anak-anak celebes (red : sulawesi), jadinya mbaur deh make bahasa dan dialek sulawesi. Sehingga tidak ada jarak yang menghalangi komunikasi. *Yakin? Sumpeh? Sure?*.

———————————————————————————————————————————————————————–

Biar afdhoel nan khidmad, gw kenalin bintang tamunya ya… Namely Ka Ucha. Lengkapnya, ngggg… mmmm,,, anu,,,eeehhh? Yaaaah, lengkapnya gw ga tau. Doski temen kantornya salah satu temen kopdar gw kali ini. Udah ketebak belom orangnya? Yang itu tuuuh.. yang ituuu,, bukaaaaan!! nooh,,noooh,,.. aich salaaah! yang ituuuu,, Woooooiiii.. itu woooi,,ituuu,, bukaaaan, MINGGIIIIRIN jambul elu, nahhhh.. itu dia.. Yupppsss,, yang senyumnya manis gelaaa.. manis gelaaaa. *dijambak ka yaya*.

****

Tradisi kopdaran itu 3. Selain foto-foto, makan-makan juga nyanyi-nyanyi. Remember it😀. Syarat sah-nya kopdar pokemon! Dan sampailah kita pada acara puncak, KAROKEAN! jrenggg,,,jreeengggg…

Big thanks untuk ka Yaya yang sukses mbikin gw menjadi anggun se anggun-anggunnya. Menjadi wanita (rada) pendiam dengan mengamalkan pepatah “diam itu emas”. Perubahan gw yang drastis itu juga sukses mbikin ibu peri gw ngakak guling-guling bahkan gw (hampir) dirukiyah saking anehnya tabiat gw dalam beberapa jam. Dan kata ibu peri (tanpa diketahui ka Yaya) : “KA YA, MAKASIH NAH, AKHIRNYA BISA TOMMI KULIHAT ADEKU KALAU LAGI MINGKEM” yang artian dalam bahasa nasionalnya “Ka ya, terima kasih, akhirnya saya bisa lihat gaya adik saya kalau lagi mingkem”.

Eitttssss,, tunggu dulu, jangan su’udzon dulu. Bukan, gw bukan grogi *Yakin? Sumpeh? Sure?*. Melainkan penyakit kambuhan gw ketika bertemu orang baru. Gw menjadi silent girl. Sehingga mbikin gw bungkam tak bernada *tsaaaaah*. Bakat ngamen gw juga lenyap entah kemana. Apalagi melihat bakat terpendam yang baru gw kenali itu.

Ditambah vocal ka Ucha yang cetar membahana bener-bener memperlihatkan kepiawaian anak Kendari yang mpunya bakat ngamen penyanyi *maaphnarsis*. Etapi beneran deh. Di kampung kami, hiburannya ya cuman itu. Karokean! Dimana saja dan kapan saja *tiing*.

*********

with Ka Yaya, Ka Ucha en Ibu Peri
with Ka Yaya, Ka Ucha en Ibu Peri

Dengan berakhirnya acara karokean, maka berakhir pula acara kopdar kedua kali ini. Terima kasih atas perkenalannya dan serunya kopdar kali ini.

– Terima kasih buat ka Yaya atas ajakannya ke bukfer yang menyebabkan gw kalaph mata,hahaha. Buat time skejul pertemuan diluar dari dugaan. Juga buat semua pengorbanan yang ka Yaya berikan secara tulus. How spikles to say. Hanya Alloh yang bisa membalas kebaikan,kaka Yaya *peyooook*

– Terima kasih buat mbak Las, atas kenangan singkat ini. U’re my strong sistah *ciyuuums*

– Terima kasih buat ka Ucha atas waktunya. So, kalau ketemuan di kendari kita duet maut sungguhan yaaaaa, ga pake jaim,xixixxi *loekaleyangjaimraya*

– Terima kasih buat ibu peri, ketabahannya menjaga gw. Melindungi gw dan mencintai gw. how much ai laph yu,sistaaah *peloook*

Kalau ada sumur di ladang bole kita banumpang mandi, kalau ada umur panjang, insyaalloh kita ketemu lagi. Jangan kapoook yaaaa ^^

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

50 thoughts on “[Kopdar] Book Fair On Love #1

  1. Hai kak ucha… Kayaknya masih ada bau-bau india ya… Ucha-ucha ho ta hai…
    😆

    Manis juga neng… Cocok tuh yang pas make baju merah, dianya baju item. Serasi… Ntar pas akad undang bu mega ya…

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s