Posted in Buku, novel, Review

Daun Kamboja Luruh Satu-Satu

Judul Daun Kamboja Luruh Satu Satu
No. ISBN 9786028597661
Penulis Ifa Avianty
Penerbit Leutika 
Tanggal terbit Mei – 2011
Jumlah Halaman 176

Adis, kehidupan keluarganya yang tidak harmonis membuatnya cenderung menyimpan banyak masalahnya sendiri. Adis semakin merasa sunyi ketika mamanya meninggal, sementara papanya sibuk bekerja, dan ketiga kakaknya asyik dengan dunianya masing-masing.

Kesunyian Adis mulai terusik ketika dia bertemu dengan Radian, seorang mahasiswa S3 yang ternyata juga Pembina CS. Keduanya kemudian saling jatuh cinta, tapi sama-sama kurang sepakat dengan konsep pacaran.

Sementara itu, masalah datang bertubi-tubi menimpa Adis. Ketiga kakaknya terjerumus dalam pergaulan yang salah. Papanya juga tak kunjung pulang dari tugas kerjanya.

Lalu, apa yang terjadi kemudian? Apakah keluarganya kembali ceria tanpa mama? Ada apa dengan papa? Bagaimana akhir hubungan Adis dengan Radian? Serta, bagaimana gadis seperti Adis menyelesaikan semua masalah ini?

***

Well guys, novel ini merupakan novel remaja. Tapi tetep asyik kok dibaca ama yang kalangan dewasa di atas 23 tahun *nunjukidungsendiri*. Alur ceritanya yang maju-mundur membuat kita lebih tertarik untuk terus membuka halaman demi halaman ampe tuntas tak bersisa.

Gaya bercerita penulisnya juga seakan membawa kita (pembaca) ikut masuk dan menyaksikan kejadian demi kejadian hingga terbawa situasi. Misal, tiba-tiba ketawa. Tiba-tiba nangis. Tiba-tiba tersipu-sipu. Dan tiba-tiba jatuh cinta. Nah loooo.. Efeknya ya gitu dehhh,, Membuat kita berasa muda kembali cuyyyyy suwer disambar cowok cakep dagggh kalo boong ;-p

Dari judul berasa sereeem-kaaan? Daun kamboja boowwwkkk, yang sering ditemuin di kuburan. Tapi begitu dibaca ampe tuntas, kita baru tahu definisi dari daun kamboja itu sendiri🙂. Penuh hikmah.Biasanya, kalau daun kamboja ituh luruh atawa gugur, pasti cepat tergantikan oleh bunga kamboja yang cantik rupawan. Sebenarnya ini adalah pendeskripsian.. Mengutip istilah Raden Ajeng Kartini “habis gelap terbitlah terang”. Setelah kita diterpa berbagai macam cobaan, yakinlah.. hikmah yang kembali seindah bunga kamboja😉..

******

Nah, pesan moral yang aku tangkep dari novel ini adalah :

Satu.. Dalam setiap masalah (berat ato ringan) jangan lupa untuk senantiasa meminta bantuan tuhan. Bukan hanya masalah, ding. Tapi apapun yang kita rasakan. Intinya senantiasa bersyukur. Bersyukur dikasih rezeki dan bersyukur menerima cobaan. Karena dengan begitu, kualitas keimanan kita bakal naek tahta ^^

Dua.. Jadi pengen ngelanjutin kuliahku yang sempat terbengkalai. Kangen jadi mahasiksa (red:mahasiswa) lagiiii. Kangen ketemu professor. Kangen dunia kampus. Kangen ngerasain jatuh cintaaaaa. *gubraksssss*

Tiga.. Bagi yang masih memiliki orang tua lengkap, berbaktilah pada keduanya. Restu Allah ada pada restu orang tua (utamanya mama). Ga ada tuh sejarahnya surga di bawah telapak kaki papa. Yang ada sihh surga di bawah telapak kaki suami bagi yang udah berkeluarga. hehehehe..  Lihatlah, dibalik lika-liku hidup orang sukses, terdapat bidadari yang meridhoi langkahnya. Dan bidadari itu adalaaaaah.. Mama.

Empat.. sering-sering ngendap di perpustakaan. Karena disana, kita bisa menemukan calon professor,hahahaha *ngareeep*

Sekian & Terima Kasih

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

26 thoughts on “Daun Kamboja Luruh Satu-Satu

    1. oke..
      jadi kita ketemuan d teluk kendari yaaa,mbak Ne😀

      aku bawa nopel ini dan mbak bawain aku novel air mata itu..
      terus kita ngudap “pisanggoreng keju” ditemani pengamen bertampang cadas berhati rinto harahap😀

      *mariberhayal*😀

  1. pemungut bunga kamboja. profesi ini kian marak di desa tempat saya dibesarkan. konon, orang-orang menunggu rontoknya sang kembang di kuburan untuk dikumpulkan kemudian dikeringkan. katanya sih, kalo dijual bisa laku 100ribu per kilo/kering. Dibuat sabun/wewangian gitu deh.

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s