Posted in Blablabla

Cupang

 

Eitssss….. positip tingting dulu dong

Ga selamanya orang dewasa (atau yang ngakunya dewasa) paham bener dengan kata “cupang”. Bukan berarti bodoh juga. Mungkin saja mereka tidak mengetahui definisi atawa makna yang tersirat dari kata tersebut yang mengakibatkan lambatnya sensor motorik memasuki wilayah neorik untuk mengumpulkan data tentang kata tersebut dan di bawa ke alam nyata untuk difahami dengan bener maknanya *deughhhh,, berasa lagi khotbah di bawah patung pancoran*.

Lama bergelut dengan dunia kesehatan, bukan berarti saya paham bener dengan istilah “cupang”. Bahkan istilah ini mungkin sudah ada sejak saya masih SMA. Oh iyes, istilah ini ada ketika saya mengenyam manisnya bangku perkuliahan dalam smester 6 (kalau ndak salah) tepatnya mata kuliah “epidemiologi kesehatan reproduksi”.

Herman (red : heran) deh saya boowwwkkk,,, untuk mata kuliah reproduksi saya selalu lambat loading. Susaaaah banget nangkep sinyal keCERDASan. Otak saya melemah kalau memasuki pelajaran itu. mendadak spikles juga kalau udah ada diskusi seputaran reproduksi. Pokoke all about reproduksi dibahas secara blak-blak-an. Saat itu, rasanya pengen banget delete mata kuliah itu, apa daya, m.kul ini wuajeeeeb diprogram tapi ga wajib diaplikasikan kalau belum menikah,hihihihihi

*****

Pan ceritanya kemaren (sabtu-senin) saya pulkam tuh. Saat itu keluarga besar saya lagi ngumpul dan ngebahas tentang pergaulan remaja yang salah jalur. Kebetulan yang sangat tidak keren, oknumnya itu adalah bagian dari keluarga saya juga *tepokjidat*

Salah satu tradisi dalam keluarga besar saya kayak gini, kalau ada masalah selalu diremukkin bersama. Apapun jenis masalahnya. Besar/kecil. ringan/berat. Istilah PPKNnya sih “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” *halah* . Apalagi keluarga (tepatnya saudara) nyokap yang berjumlah 10 orang. Tujuannya sih klise banget, tentunya untuk mencapai mufakat demi kemaslahatan bersama *nguuuuiiingggg*

Semua berembuk….

Semua berbicara….

Semua mengemukakan suara…..

Dan pembahasan mereka terletak pada satu pokok “cupang”.

Saya yang lagi asyik maen snack xenzia dikit-dikit nguping pembicaraan mereka dan susah payah menangkap arah pembicaraan.

Dan ketika semua sudah bersuara, saya bangkit dari rasa penasaran yang berkecamuk direlung otak dan mengemukakan ketidaktahuan saya tentang pembahasan mereka. Pas lagi hening-heningnya, saya berkoar :

“cupang itu apa sih?”

Mendadak saya bagaikan terpidana kasus maling sandal di mesjid yang bakal dijatuhi hukuman berat. Semua mata tertuju pada saya. Andai mata mereka bisa bicara, pasti ngomongnya kayak gini :

“hare geneeeh ga tau cupang?”

Tapiii,, whatever-lah ya,cwinth. Malu bertanya sesat di jalan

Satu-satu sodara nyokap pada bubar jalan dan sialnya ga ada yang respek ama pertanyaan saya. Huwaaaaaaaa…. Teganya mereka mencueki saya!!! Belum pernah dikutuk tampan/cantik ama ponakan sendiri apah?

Tapi saya ga tinggal diam. Nyadar diri sebagai ponakan kesayangan yang selalu mengamalkan pancasila dan rukun tetangga, maka saya merengek untuk mencari jawabannya *ngeeeekngooook*

Tante A : “astaga raya, kamu itu anak kesehatan. Masa cupang ajah ga tau?”

Tante B : “itu loh ray, cupang itu kalau anak bayi lagi rewel, masukin ajah cupang dimulutnya”

Compeng kaleeeee,nteeeeeeee

Saya masih merengek… “tanteeeeee… ooooommmmm.. mamaaaaaaa… cupang itu apaaaaa????”

Nyokap : “cupaaanggg.. dicariin raya” sambil ngacir ke rumah tetangga. Kayak nama orang ajah

Dan semua pergi meninggalkan saya dengan keingintahuan besar tentang cupang. Saya mulai mikir keras. Kayaknya rada familiar sih kata ini. Tapi kok otak saya mendadak lemot untuk mengetahui jawabannya. Arrggghhhh….

Berhubung di raha kampoeng halaman saya agak susah mau ngenet, akhirnya saya memendam rasa keingintahuan saya tersebut. Ajegilaaaaaa,,,, pelit ilmu banget sih!! Masa cupang doang ga mau dikasih tau. Huwiiihhhh…

===================================================

===================================================

===================================================

Keesokan harinya

Disaat saya dan nyokap akan balik ke Kendari, beberapa om dan tante ngantar sampe pelabuhan. Saya pikir rasa penasaran saya akan berakhir. Hingga pada akhirnya, saya kelepasan ngomong ditengah khalayak umum yang lagi nunggu kapal ke kendari. masih dengan pertanyaan yang sama “CUPANG ITU APA SIH?” dan dengan volume terkenceng yang saya punya saking dicuekin. Untungnya saat itu hujan rada keras ditambah terjangan ombak ke bibir pelabuhan mengakibatkan suara yang serak-serak becek ga kedengeren orang-orang sekitar.

Ternyata saya salah….

Sontak semua pandangan mengarah ke saya. Deughhh,,, gini kali yah rasanya jadi artis,wkwkwkwkwkwwk *howeks*

Salah satu calon penumpang kapal menjawab “cupang itu ibukotanya NTT”

Gubrakssssssss….. atlas manaaaaa???? Atlaaaaasssss….

****

Nyampe Kendari hanya kamus bahasa Indoenesia yang saya hunting. Pas nemu, ini dia artinya cupang :

Tanda merah bekas cubitan atau gigitan pada tubuh ; mereka saling memagut dan mengibas sampai berjam-jam dan akhirnya mati dengan tubuh penuh (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Departemen Pendidikan dan kebudayaan. Balai Pustaka).

Seketika saya ngakak…

Owalaaaaaaaaaah,,, iki toh artine cupang? Hahahahahha

Kalau bahasa saya mah kinek alias Kiss Neck,hihihihihihihi…

Terus saya sms beberapa teman yang berpotensi ngasih jawaban valid dan gak ngasal…

Saya : “luhaaaaaaa jeung, eh, eyke nanya dung,,, tau artinya cupang gak?”

Teman : “cupang is kinek. Kenapa ray? “

Saya : “gpp, nanya ajah”

Teman : “ga percaya. Kenapa? Lu? Di cu**ng?”

Saya : “huwaaaaaaaaaaaat???? “ maka mengalirkan cerita saya

Diseberang sana malah ngakak..

PS :

Belajarlah untuk mengetahui istilah-istilah dalam dunia kesehatan reproduksi,hihihihihi. Jangan dipandang mesum dulu ding. Istilah ini berlaku disemua kalangan. Anak kecil ajah tau artinya cupang boooowk

Ternyata, istilah kinek itu kurang familiar di masyarakat luas. Padahal menurut saya itu bahasa halus dari cupang,hehehehehe.. Waktu masih kuliah dulu, kalau berbicara mengenai hal ini, pasti pakai rambu-rambu spt kinek yang gak dimengerti oleh beberapa kalangan. Jadinya pembicaraan terarah dan tepat sasaran. Skg ngomongin kinek a.k.a cupang bisa mengundang orang bernegatip tingting,cuuuy.. hahahaha.

Semoga tulisan ini kagak dibaca ama dosen kespro (kesehatan reproduksi) saya zaman kuliah dulu. Kalau ketahuan jelas banget dangkalnya IQ saya waktu kuliah:lol:. Itu ga seberapa, kalau disuruh kuliah kembali bareng yunior yang jadi mahasiksa saya itu lebih paraaaaah..hahahaha..

Eh yaaaaa,,,, kok saya pengen lanjut kuliah dibidang kesehatan reproduksi yaaaa??? Biar bisa sosialisasi cupang #eaaaaaaaa

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

83 thoughts on “Cupang

  1. itu berasal dari nama ikan, yang kalo dua ikan cupang dimasukan dalam toples, akan saling gigit..
    rupanya hal itu ditiru manusia, saling gigit leher, walau ga menutup kmungkinan buat gigit dibagian selain leher…

    JEMPOL misalnya :p

  2. Cupang itu sejenis ikan bukannya, ikannya kecil tapi cantik banget, memiliki ekor yang berwarna warni, makin bagus & makin lebar ekornya makin mahal harganya. biasanya ada juga adu cupang, karena ikan cupang termasuk karnivora (bener gak sih) mkanya gak boleh dicampur sma ikan lain. dulu saya punya ikan cupang lucu, namanya pio sma piko😀 tapi udah mati😦, eh kook kelepasan malah curcol😀
    ntar dulu deh, ini kok jadi bahas ikan??? *abaikan saja

  3. Herman (red : heran) deh saya boowwwkkk,,, untuk mata kuliah reproduksi saya selalu lambat loading
    . Susaaaah banget nangkep sinyal keCERDASan.
    Otak saya melemah kalau memasuki pelajaran itu

    iya mbak sama, anehnya Imron saya malah menguat mbak #eh:mrgreen:

  4. cupang itu temennya kupu-kupu kaakk..😀

    eh tapi, emangnya cupang itu bahasa kesehatan ya??
    Kayaknya bahasa anak gahol dech kak, jadi wajarlah kl kakak ga tau apa itu cupang.😀

  5. Raya : Cupang itu apa sih?

    Saya : Hah?!! Masak nggak tahu?! Kayak ini nih.. (Turunin kerah, pamer…)

    Raya : Lah kok putih? itu mah Panu!!!!
    😆

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s