Posted in Diari, Makyus

Ketika Resolusi Hidupmu Membuatmu Bimbang

Setiap diri kita pasti memiliki resolusi sebagai pemacu untuk peningkatan kualitas diri dalam berbagai aspek. Eksistensi hidup? Meybe! Who knows a person’s life mission. Resolusi itu biasanya dipakai untuk mencapai target hidup yang lebih baik lagi ke depannya. Entah bagaimana dapat mencapainya, kembali lagi ke individu masing-masing. “Campur tangan dan garis tangan” kalau istilah yang saya gunakan. Campur tangan, mungkin dari bantuan orang lain, indahnya silaturrahmi and so on dan garis tangan karena emang sudah garis hidupnya akan menerima award dari sang pencipta🙂. *beratbangetpembahasangwya?*😛

Saya sering beresolusi ketika pergantian tahun. Harapannya sama seperti paragraf pertama yang saya beberkan. Keinginan untuk tercapainya harapan dan impian. Tapi apa yang terjadi ketika resolusi justru membuat kebimbangan? Membuat pergesekan hati yang mengacu pada buramnya resolusi yang sudah diharapkan.

Memasuki awal 2013, resolusi hidup saya kece banget kalau dibaca oleh para reader,xixixixi. Penasaran? just check it out. Simpel, yang saya harapkan hanya cita dan datangnya cinta *suwiiiiit,,,suwiiiit*. Justru ketika Dia menjabah resolusi saya, saya dituntut bersikap arif, dewasa, bijaksana dan bijaksini untuk menentukan sikap! Bukan perkara yang mudah ketika harus memutuskan dua hal yang kita impi-impikan dalam hidup. Bahkan dalam waktu yang lama.

Tinggal selangkah, cita saya akan kesampaian melamar salah satu universitas terkemuka di Indonesia untuk menjadi media penerimaan ilmu & pengetahuan bagi pengembangan diri saya dari aspek akademik. Senang? Pastinya! Impan saya sejak 2010. Sejak saya memutuskan putus kuliah karena mengabdi pada negara. Tetapi ketika kesempatan itu datang, justru resolusi lainnya datang secara bersamaan! Jegeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeer!

Dicap kurang bersyukur banget ya?

Memang, sangatlah egois bagi seorang perempuan ketika ia lebih memilih cita ketimbang cinta (yang pasti). Menurut saya, kesempatan dilamar universitas bisa datang setiap tahun, bahkan tiap 6 bulan. Semester ganjil dan genap. Tetapi dilamar pangeran yang ditunjuk langsung oleh Sang Maha Cinta guna menjadi imam bagi jiwa yang lemah? itu sangaaaaaaatlah langka! Apalagi ada pangeran khilaf yang mencintai kita apa adanya.

Banyak yang bilang “bisa koook nikah sambil kuliah”.

Oke. Bisa! Dan mari pertimbangkan! Sekali lagi ini dari pandangan saya *kokgwkayakkejamginiya?*

Ketika seseorang telah menikah, harapannya pasti akan memiliki keturunan. Iya-kan? Pasti dooong *kelihatanbangetlungebetpunyababyraya*. Sebagai perempuan pastinya hamil dong? Ya-kan? Ya-kan? Nah, setahu saya, ketika perempuan itu hamil, emosinya mencak-mencak ga keruan, ditambah lagi jikalau ia sedang menjalani proses belajar. Kebayang dong gimana repotnya kuliah itu. Banyak tugas kini-kitu apalagi yang mprogram kelas lapangan, keluar-masuk hutan. Apakah untuk hal-hal semacam itu bisa menjalaninya? Kalau saya maaah angkat tangan! Gak sanggup!😀

Jadi kalau ditanya mengenai sebuah pilihan sulit, LANJUT KE PELAMINAN ATAU LANJUT STUDY?

Saya pilih…………….? *bimbang*

So? What will you do when it happens to you?

*Curcolabes*

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

75 thoughts on “Ketika Resolusi Hidupmu Membuatmu Bimbang

  1. Kemarin ngebet minta dilamar. Sudah tercapai bingung sendiri.. 😆

    Simalakama ya nek..

    Kalau sekolah, terus cowoknya nggak mau nunggu akhirnya ditinggal nikah sama yang lain. Begitu selesai sekolah, ternyata kita sudah berumur, terus gelar dibelakang nama jadi tambah panjang, pangkat kita juga tinggi, bikin cowok minder ngedeketin. Sama-sama kedudukan, yakin deh, pasti cowok milih yang lebih kinyis-kinyis..

    Menikah, beranti sudah mengemban kewajiban sebagai istri, sebagai ibu rumah tangga. Punya anak itu, kalau masalah repot banyak lah solusinya, tinggal uang yang bicara, angkat baby sister 10 juga soal repot pasti beres. Tapi, ikatan batin, tega nggak kita sekolah sementara anak di rumah nangis? Bisa konsen nggak terima pelajarannya?

    Jadi gimana dong?

    Ya, bisa aja sih nikah terus KB. Resko badan melar tapi. Terus pas lepas KB juga belum tentu bisa langsung jadi.

    Tapi kalau aku sebagai kamu, aku akan pilih nikah.😉

  2. Untuk paragraf menuju akhir, ingat prinsip… life is too short to worry.
    Berpikir sederhana saja, optimis bisa melewati itu semua. Semua kesulitan itu ada masanya, siapapun akan mengalaminya. Jadi, jangan kuatir mensinergikan cita dan cinta berjalan seiring, karena selalu ada keberkahan-Nya pada cinta yang dikelola dengan baik.

    1. “karena selalu ada keberkahan-Nya pada cinta yang dikelola dengan baik.”







      Nice quote,om🙂

      for this situation, aku bismillah ajah,om ^^..
      semoga tidak menjadi langkah yg salah ^^
      Dia tau apa yg terbaik buat daku🙂..

      olehnya skg ini lg perbanyak meminta saran

  3. Hmm… Kalau mba sudah yakin sama “Calonnya”. Ya nikah mba.
    Sekolah lagi kan ga ada batasan umur toh? Kemarin mira sempat dapat cerita tentang seorang bunda yang punya anak 7 yang anak – anaknya luar biasa. Bunda itu sekarang lagi kuliah S3 kalo nda salah. Jarak S1 ke S2nya itu 25 tahun mba…

    Jadi kalau memang jodoh sama kelas, itu masih bisa dimulai kapan aja.
    Tapi kalau nikah sama yang kita yakini: Inilah jodoh. Ya di segerakan lebih baik🙂

        1. ga berani istikharah mir.. takut hasilnya bikin bilang “woooow”😀
          aku tahajudan ajah ^^.. curcol lepas ama Dia ^^
          persoalan lanjut kul, tunggu setelah semua urusan hati kelar,xixixiixi😀

  4. dikau kebanyak mikir sih ray.. mo kawin aja mikir gimana ujian, gimana karir.. ntar udah kawin mikir gimana anak, gimana karir.. begitu punya anak mikir gimana sekolah, gimana bayarnya, gimana karir.. eh anaknya udah sekolah, mikir lagi gimana kasih adik.. ga pernah selese kalu dipikirpikir sih..
    jadi nikmati saja yang ada aja dulu.. umur ga bisa dikejar, apalagi jam biologis wanita.. duit-karir-sekolah sih bisa dikejar..
    daku jadi dikau bakalan iyain aja pangeran hati.. ayo kawin!.. yang lain bisa sambil nyusulmenyusul.. semua pilihan ada resiko.. yang penting kitanya menikmati..

    jadi inget sapa gitu yang posting [antung?] kalu kita nikah umur belasan, ato abege ato 14 tahun, udah nikah aja, ga mikir panjang yang penting cinta, beda sama kalu kita nikah diumur 30an apalagi 40an, mikirnya udah duitnya gimana? tinggal dimana? kasih makan apa kalu ada anak? uang sekolah anak gimana? karir kita gimana? sekolah s2-s3-s4-esteler kita gimana? blablah..

  5. Cita atau Cinta ?
    ya Cinta doonk Rayaaa … Aduh itu pertimbangan banyak banget. Meskipun aku nggk dulu nggk pernah dihadapkan pada dua pilihan barengan begitu, tapi itu banyak kejadian sama temen2ku. Dan banyak diantara mereka yg sukses dan jalani itu biasa2 aja tuh Raya. Hamil sambil ngerjain skripsi malah enak, dibantuin misua tertinta. Orang kalau udah cinta mah, ngadepin apa aja jadi indaaaah … apalagi yg dihadapi adalah hal2 yg bukan penderitaan, ngadepin derita aja siap. Hmm ..hayoo …gimana tuh dek ?

    1. ihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…
      suka deh ama kata2 ini “Orang kalau udah cinta mah, ngadepin apa aja jadi indaaaah … apalagi yg dihadapi adalah hal2 yg bukan penderitaan, ngadepin derita aja siap”

      mungkin karena aku ama dia ga pake “pacaran” kali ya,mbak.. makanya semua pertimbangan ada di kepalaku. Atau bisa juga karena zodiakku yg timbangan akhirnya ngaruh ke alam bawah sadarku,hahahahaha..

      Barangkali ini karena belum dijalani ajah. Kalau udah dijalani, semua indah karena cintaaaah *aseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeek*

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s