Posted in cerpen

[Cerpen] Plis Deh

“yang… kamu ga laper? Aku laper banget nih. Cacing dalam perutku pada demo. Nuntut hak mereka” kata Rangga pada Cinta. Siang itu mereka asyik mengintari Mall Panakukkang Makassar untuk mendapatkan sebuah hadiah ulang tahun jadian mereka yang pertama.

“iya hon, sabar dikit ya”sahut Cinta lembut pada pacarnya. Cinta masih asyik dengan sebuah camera Nikon yang rencananya akan ia berikan pada Rangga.

***

Setelah tanggas mencicipi makan siang yang aduhai, mereka meninggalkan resto nomer wahid di mall tersebut. Dan tetep, Cinta yang bayar.

Cinta ngedumel sepanjang perjalanan pulang. Setiap mereka kencan, pasti Cinta yang selalu mengeluarkan biaya. “pria tak bermodal” gerutunya dalam hati. Kadung sayang si Cinta ama Rangga. Jadi urusan rupiah tak jadi masalah baginya. Apalagi, gajinya perbulan lumayan-lah kalau hanya untuk mengisi perut lelaki yang dipacarinya selama 11 bulan.

Hari demi hari berganti. Tergerus oleh putaran waktu yang tak mengenal lelah. Cinta merasa hubungannya dengan Rangga seperti jalan di tempat. Rangga bahkan malas jika diajak Cinta untuk menemui orang tuanya.

cinta jadi semakin berpikir panjang. Meneliti kembali hubungannya dengan Rangga secara retrospektif.

***

Cinta sudah menunggu Rangga tepat di meja 04, beserta kue tart lengkap dengan angka 01 yang melambangkan hari jadi mereka. Hatinya sudah mantap. Niatnya sudah membulat. Dibacanya segala macam doa untuk mengusir rasa gugupnya kelak ketika berbicara dengan kekasihnya itu.

Yang ditunggu akhirnya datang juga..

“heppy b’day, yang” ucap Rangga manis. Cinta membalas dengan senyum hambar.

“heppy b’day, too, honey”

“ayo pesan makanan” kata Rangga kemudian..

“honey, kamu pesan apa? Pesan ajah deh apa yang kamu mau. Hari inikan momen special kita” sambil melihat menu makanan.

Seperti dugaan Cinta, Rangga memesan semua makanan yang diinginkannya.

Setelah mengucap basmallah, seakan ada dorongan kuat dari dalam hatinya. Say No To Rangga!!

Cinta pura-pura menerima telpon..

“oh, iya pak. Baik pak. Saya akan segera kesana”

Tanpa pikir panjang, Cinta meninggalkan Rangga dalam keadaan terbengong-bengong.

“Rangga Saputra, aku duluan yaaa, ada kerjaan di kantor” Rangga setengah menelan makanannya, kaget dengan ucapan cinta. “makanan ini kamu yang bayar” Cinta bergegas tegas dari tempat duduknya..

“yang… kok kamu gitu sih?” kejar Rangga dengan mulut yang masih berisi makanan. “ga sopan tau, ninggalin pacar masih makan begini. Dosa loh kalau kamu giniin aku pas kita udah berumah tangga”

Cinta berbalik. Tertegun dengan nasehat sok alim Rangga… Apa katanya tadi? Berumah tangga? Heloooow dunia, dengarlah apa yang barusan Rangga ucapkan. Batin Cinta mencibir dahsyat.

“satu lagi… kita P-U-T-U-S”

Cinta meninggalkan resto dengan langkah ringan. Senyumnya merekah bahagia.

 

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

21 thoughts on “[Cerpen] Plis Deh

  1. yay kirain itu kisah kasih dikau.. salah toh..
    ada tuh temen daku kaya gitu, kalu kemanamana ma dia, maunya dia dibayarin kalu makan.. reseh.. sampe pacarnya juga ngeluh.. akhirnya ga jadi nikah mereka.. ga tahu kabarnya sekarang..

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s