Posted in cerpen

Balada Test Pack Kadarluasa

“1 Strip merah”

“Yaaaaaaaah”

“eh..eh…eh… mau naik lagi tuh, tungguin ajah beberapa menit lagi”

“itu kehitung 2 strip kan,syg?”

“satu”

“dua”

“satu”

“duuuua”

*kompor meledug*

*********

Raja siang sukses membakar emosi Clara, wanita yang telah dikarunia Pria Idaman Hati untuk menemani hidupnya. Pernikahannya yang memasuki  usia 5 bulan namun belum terlihat tanda-tanda bahwa ia akan segera berbadan dua membuatnya uring-uringan. Serbuan pertanyaan dari keluarga besarnya membuat hatinya porak-poranda bak diterjang badai Tornado. SUDAH ISI? BERAPA BULAN? Tuhan, rasanya ia ingin meneriaki semua pertanyaan itu dengan kalimat “TANYA TUHAN!”

Entah mengapa tergerak hatinya untuk mengunjungi apotik, sekedar say hey terhadap deretan jamu kesuburan, alat kontrasepsi dan pastinya alat pendeteksi kehamilan. TestPeck. Sayang, naluri pengiritan mendominasi otaknya hingga papan bertuliskan “APOTIK ABCD” terlihat seperti pintu menuju neraka. “Usaha apalagi yang harus saya lakukan? Semua sudah sesuai prosedur ‘kamasutra’ ataupun sunnah rasul” omelnya dalam hati sembari menelan pahitnya tenggerokan akibat kesurupan menenggak magnum gold tanpa d emut.

*******

“Kamu nikahnya udah berapa bulan ya?” Tanya ibunya tak pernah bosan.

“5 tahun ma, LIMA!” jawabnya malas-malasan.

“Nunggu berapa tahun lagi mama bisa nggendong cucu?” lanjut ibunya menggoda

“…………”

“Kalian jangan nunda-nunda dong. Atau, teknik yang kalian gunakan salah?”

“…………”

“masa papamu harus turun tangan menangani masalah ini,nduk?”

“Masku tau semua tekniknya kok,ma. Jadi sabar ajah ya. Tugas mama sekarang adalah berdoa. Ber-Doa”

Secepat kilat Clara mengakhiri percakapan dengan ibunya yang tak sabar ingin memiliki cucu dari anak sematawayangnya.

Selepas mendengar ceramah ibunya tentang “buah hati” bergegas ia melebarkan sejadah. Memohon kekuatan hati dan ketegaran iman mendengar semua tuntutan keluarga. Diraihnya mukenah dengan sekali jangkau dan berseluncurlah ia ke dalam khusyuknya ibadah. Terlalu lelah dengan beragam komentar tentang dirinya. Hari-harinya selalu dilalui dengan pertanyaan yang membuat kupingnya bagai kaset perekam. Sudahlah, mungkin keluarga terlalu menyayanginya.

Lantas, tak tahukah mereka atas tragedy naas yang menimpa Clara tepat bulan kedua pernikahannya? Ia harus berjuang untuk mengeluarkan sisa jaringan dari rahimnya yang imut. Ah, sudahlah. Toh orang tidak perlu tau begitu inginnya ia memiliki seorang anak.

*****

Clara tertegun menatap kertas segiempat yang terlipat rapi bagai amplop surat. Berwarna biru terbungkus rapi. Hatinya berdecak tak keruan. Mungkinkah surat cinta dari wanita lain untuk ayahnya? Terlintas dalam pikirannya akan melabrak wanita yang merebut ayahnya.Tapi tidak mungkin, karena ia tahu betul, bahwa ayahnya sangat mencintai ibunya.

Kegiatannya merapikan lemari orang tuanya terhenti. Dibolak-baliknya kertas tersebut. Bibir manisnya merekahkan senyum bahagia ketika menemukan apa yang selama ini ingin dicarinya setiap melihat apotik.

Sensitive. Akurat 99,9%

Gratis pula!

*******

5 menit

15 menit

30 menit

60 menit

“yobo, kok ga naik-naik merahnya?” Tanya Clara panic

“ada kok, tuh satu strip. Tapi kok buram ya,sayang?”

“dua strip,yobo. Lihat dong garis yg atunya lagi”

“satu, sayang”

“dua”

“bener ga sih pemakaiannya?” tanya suami Clara memastikan. Mengingat tabiat istrinya yang tingkat “keLUPAan”nya tak dapat terampuni.

“udah tepat kok” sahut Clara sambil menflashback caranya memulai aksi testpacknya.

****

1,5 jam berikutnya..

“Yoooboooo, hasilnya kok abu-abu gini?” jerit Clara usai menunaikan mandi kembang d hari jumat. Melihat hasil testpack yang putih suci tanpa garis merah. “Ini negatif, positif atau apa sih?” tambahnya sambil mendekati sang suami yang sibuk bercinta dengan leptopnya. Menatap naruto beraksi dengan lawannya.

Suami tercintanya langsung bangkit menghampiri istrinya. “tuhkan sayang, kamu salah kali nyelupnya? Lamaan dikit itu d taroh dalam rendaman urine”.

“Udah yob, udah” balas Clara mulai jutek. “Padahal tadi ada loh 2 strip kelihatan,yob” lanjut Clara manyun.

“Sudahlah sayang, nanti beli test pack di Apotik ya dan make duit sendiri. Jangan gratisan mulu. Gini nih jadinya kalau doyan gratisan, ga berkah dari langit” nasehat suaminya sembari mengelus-ngelus poni dora sang istri. Clara hanya terdiam dan memamerkan bibir memblenya khas setiap kali ia kesel.`

Clara melepaskan pelukan suaminya dan membereskan sampah testpeck sensitif secara amburandul disertai omelan khas ‘emak-emaknya’. 1001 macam bahasa purbakala meluncur dari bibir mungilnya, menyebabkan sang suami malah ketawa heboh melihat aksi istrinya.

Seketika Clara menjerit. Lagi dan lagi.

“ada apa sayang?” suaminya menghampiri

Yang ditanya malah meraung-raung tak keruan, ibarat srigala yang bertemu parakang*.

Setelah melihat yang dipegang Clara, suaminya tak dapat menahan tawa.

Expired date : March 2011

1 sensitip

Clara menatap kalender dengan khusyuk. Oktober 2013. Tuhan….

END

*parakang = Hantu jadi-jadian yang tenar di kota Kendari.

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

39 thoughts on “Balada Test Pack Kadarluasa

  1. ini cerita sendiri diparodiin deh ya.. ntar nama anaknya clara nih..
    ayo beli yang baru yang kadaluarsanya lama.. *bukan kadarluasa ya [apa sengaja kasih judul gitu?]..

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s