Posted in Diari

BTN MERTUA INDAH

Kalau ditanya :

Pilih suami atau orang tua?

jawabannya jelas “SUAMI” karena sekarang secara keseluruhan tampuk penjagaan yang tadinya dipundak bapak saya berubah ke pundak suami sejak terikrarkan akad nikah “saya terima nikah dan kawinnya” bla,bla,bla,bla. Selain daripada itu karena ridhonya Alloh adalah ridho suami, right? selagi, suami menuntun kita ke jalan yang benar. Dikit-dikit salah juga gak papah, paaan baru belajar. Ya-kan? yang penting kompak *eeeeh?

SAYANG SUAMI ATAU ORANG TUA?

Sayang dua-duanya doong. Kalau ga ada orang tua, mana ada saya terlahir dimuka bumi ini. Masa iya saya dikandung oleh buaya misalnyaaaaa lalu tiba-tiba jadi wanita cantik jelita harum sepanjang hari dewasa yang punya 1 suami dan 1 anak. Pertanyaan keliru yang sialnya orang-orang tuh doyaaan banget nanyainnya! Iyuuuuuwh merasa kesaing rasa sayang saya kali yaa? sini-sini bawa ayam putih yang telornya hitam biar saya sayang-sayang juga .

Suami dan orang tua adalah 2 hal yang tidak bisa dilepaskan dalam hidup saya. Keduanya memiliki arti tersendiri dalam kamus hidup saya. Pelajaran awal hidup saya itu ada pada keluarga. Artinya? ORANG TUA yang mengajarkan saya banyak hal tentang ini dan itu. Hingga pada akhirnya karena ajaran yang tersugesti dalam otak hingga menemui jodoh yang kini jadi suami saya.

Rasa sayang kepada suami ga perlulaah diketahui lebih aktual dan detail. Cukup hati saya yang mengetahui dan senantiasa berdoa agar hati saya tidak berpaling dan istiqomah menyayangi dia oooh dia hingga di akhirat. Senantiasa memohon agar saya tetap ada dalam sanubari si dia oooh dia.

KALAU SAYANG SAMA SUAMI KOK MASIH DITINGGAL SAMA ORANG TUA?

Yeeeee, suami saya ajah gak komplain, kok situ yang komplain? *Dibacok*. Permasalahan ini pastinya kerap muncul oleh pasangan suami-istri yang baru menikah. pastinya. Kalau sebelum nikah udah punya hunian sendiri artinya rejekinya untuk memulai berumah tangga. Sementara kami masih memiliki target lain yang tidak memungkinkan untuk membangun rumah cinta kami.

Sudah menjadi bahan diskusi kami masalah gini niiih. Siapa sih yang mau tinggal di rumah mertua? Kami sepakat untuk sementara waktu ngontrak 1 kamar di rumah orang tua saya. Orang tua saya sama sekali tidak punya andil ngelarang-larang saya keluar dari rumah atau apalaah apalaaah. Mereka bahkan memberi saran baiknya saya tinggal terpisah dari mereka. Salah satunya juga agar tidak terjadi kecemburuan antar keluarga.

Tapi sekali lagi, komitmen kami bulat. Selain mengumpulkan pundi-pundi untuk membangun rumah impian, kami juga punya cita-cita ingin melanjutkan studi. Alasan kami ini mentah-mentah dibantah oleh mereka-mereka yang tidak mengetahui niatan kami ini.

Kuat? siapa bilang? walau rumah orang tua kandung saya sering kehilangan kontrol untuk hengkang dari rumah. Hidiiiiiiiih, numpang di rumah ortu hampir 3 tahun itu rasanya gimana giiiituh. Sering terjadi pergolakan batin. Perang urat syarafpun sering terjadi. Pada diri saya. Tapi ya itu, suami bilangnya “sabar sayang. Sabar” dengan gerakan slow motion sambil bantuin nggendongin Yusuf. “Ingat tujuan utama kita”. Kalau sudah begitu, saya mau ngapain lagi kalau bukan sabar nggendongin suami *looh?

PAN BISA NGONTRAK SAMBIL NUNGGU BEASISWA

Idealnya bisa memang. Tapi kalau diitung-itung lagi biaya ngontrak rumah bisa kami pakai buat nambah-nambah kehidupan kuliah nanti, insyaalloh jika Alloh mengizinkan. Insyalloh selesai menempuh pendidikan barulah semua kami mulai membangun. Bukankah dengan menuntut ilmu Allah akan meninggikan derajat seseorang? Biaya perkuliahan di luar sono mahal, jendraaaaal.

AH, BISA-BISANYA ISTRI NGELES TUH

Hmmmm, enak banget dagh digurinda orang yang ngomong kayak gitu

.

.

.

.

.

IstriKeceCurhat

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

34 thoughts on “BTN MERTUA INDAH

  1. seorang wanita kalau sudah menikah maka hak pertama ada di suami.
    Seorang pria kalau sudah menikah maka hak pertama tetap pada ibunya.
    CMIIW

    Istri saya juga sepakat, keputusan semua ada di keluarga kecil kita. Orang tua hanya penasehat.

  2. Emang kalau udah nikah trus masih tinggal di rumah ortu (cewek) rasanya udah beda ya Ray? *asli nanya iniiiih* soalnya kalo di padang kan rata2 tetap tinggal sama ortu si cewek…

    1. iya beda say. Pan bagi suami, mertua mereka itu semacam “orang lain” jadi kudu nyesuain lagi. Begitupun dengan kami kaum hawa, mertua jg seperti org lain. Olehnya knp menikah itu juga menikahkan dua keluarga.

      Trs masalah mau tinggal dimana itu hasil diskusi si pasutri. Maunya tinggal sama ortu si cewek atau si cowoknya. Gituuh say..

      Oh gitu ya klo di Padang? Tapi untuk sementara ato dlm wkt yg lama?

      1. kalau di Padang kan cowoknya yang pindah ke rumah cewek… Kalau semisal pasangan ini tinggal di kota yang berbeda dengan orang tua mereka (karena bekerja misalnya) yang namanya pulang kampung itu tinggalnya ke rumah cewek juga, hehe. nginep di rumah cowoknya paling semalam dua malam aja…

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s