Posted in artikel, Blablabla

#Day 5 Day Writting Challenge

Challenge kali ini oke juga nih sekaligus explore Wilayah Sulawesi Tenggara. Gw itu ibarat katak dalam tempurung. Kampus-rumah-kampus-rumah. Pengen petualangan. Pengen traveling. Pengen keliling. Apa daya, sepertinya rejeki buat jalan-jalan masih pending dalam rencanaNya. Padahal di daerah gw banyaaaaaak banget wisata yang oke banget. dan inilah 5 tempat yang pengen banget gw kunjungiiiiiin.

Oke, kalo dengar kata Sulawesi Tenggara pasti ingatnya “oh wakatobi”. Yeps, Wakatobi adalah icon wisata Sulawesi Tenggara. Kali ini, gw kasih tau ke elo-elo dan elo yang berjiwa petualang, bahwa bukan hanya Wakatobi yang indah di Sulawesi Tenggara. Check it doot,yoooks.

  1. Pantai Katembe

Dalam bahasa “Muna” katembe itu sejenis sayuran bening yang isinya kelor dan daun licin dan pepaya yang dicincang-cincang. Dimasak bening bermodal garam. Paling sedap dimakan pake ikan asin + sambel colo-colo. Ih gilaaaaaa, ngebayanginnya ajah iler gw mulai bergerilya dalam mulut. Meneteskan hasrat ingin mencicipinya.

Tapi nyatanya katembe di daerah Buton Sulawesi tenggara ini adaalah sebuah pantai yang sangat indah. Dengan hamparan pasir putih yang menyejukkan mata.

Pantai Katembe adalah sebuah pantai unik dan masih perawan yang berada di daerah Madongka, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton. Kenapa dikatakan pantai yang unik? Karena percaya atau tidak, di sana terdapat bentangan pasir putih dan merah muda. Entah dari mana warna merah muda tersebut berasal, namun memang keunikan tersebut justru mengundang pengunjung datang dengan rasa penasaran. Selain itu, juga ada legenda putri duyung yang santer terdengar dari masyarakat setempat, membuat pantai ini dinilai mempunyai daya magis yang tak terlihat dan masih dianggap sebagai pantai yang sakral.

Selain keunikan bentangan pasir dan legenda putri duyungnya, di Pantai Katembe ini terdapat garis pantai yang sangat lebar, sehingga sejauh mata memandang yang ada hanyalah kecantikan pasir putih berpadu dengan pink. Seakan ketika traveler di sana, secara magis diajak untuk bermain dengan pasirnya yang sehalus dan selembut terigu.(copas dari sinih).

2. Pulau Labengki

Pulau Labengki ini terletak di Propinsi Sulawesi Tenggara dan keindahanya tidak kalah dengan Wakatobi ataupun Raja Ampat yang sudah begitu terkenal. Kenapa banyak yang menyebut Pulau Labengki sebagai Raja Ampatnya Suluwesi karena destinasi ini bernuansa hampir sama dengan Raja Ampat yang terdiri dari karang-karang besar yang menjelang diatas samudera diberbagai titiknya. Gugusan pulau karang besar dan kecil ini dipetakan menjadi Pulau Labengki Besar dan Pulau Labengki Kecil.

Uniknya, pulau ini disebut pulau cinta, karena bentuknya kalau dilihat dari atas, berbentuk “Love”. Untuk kemistikannya gw belum temuin kisah horor. Sepanjang elo jalan baik-baik sama pasangan, insyaallah selamat sampe tujuan😉

Lokasi

Pulau Labengki secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Akses

Pulau Labengki dapat dijangkau dari Kota Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Anda bisa melalui jalan darat sekitar 1 jam menuju daerah Toli-Toli Kabupaten Konawe. Dari Toli-Toli, dilanjutkan perjalanan dengan kapal kurang lebih 3 jam perjalanan untuk tiba di Pulau Labengki. (Link jelasnya buka dsini ajah ya)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

3.  Danau Napabale

Nabale letaknya di Pulau Muna. Menempuh perjalanan sekitar 5-6 jam untuk sampai ke sana. Kendari-Raha 4 jam by kapal superjet atau yang dikenal dengan kapal cepat. 1,2 jam-nya lagi menempuh perjalanan darat untuk sampai ke pulau napabale.

(Link-nya dsini ya)

4. Liang Kabori/Gua Kabori

Dulu, duluuuuuu banget. Waktu gw berusia sekitaran 5 tahun ke sana. Bareng siswa-siswi nyokap gw saat itu.

news_525_570x320_gua-liang-kobori-suku-muna

Letak gua itu persis sama dengan nama Desa, Liang Kabori. Meski secara geografis berdekatan dengan Kecamatan Watoputeh, namun Liang Kabori masuk wilayah administrasi Kecamatan Lohia (lokasi permandian Napabale), berjarak sekitar 17 kilometer dari Kota Raha dengan jarak tempuh 30  menit waktu normal. Hanya saja akses jalan yang rusakmembuat lama perjalanan bisa hingga 50 menit.

Kalau kesini mesti hati-hati. Jaga hati dan ucapan. Konon kabarnya gua ini tempat tinggalnya “manusia purba”. Seingat gw, di dalam sini ada jejak sejarah yang tertinggal.

Pemerintah memang pernah membuat jalan setapak yang sudah ditumbuhi lumut untuk menjangkau gua-gua tersebut. Gua pertama, Liang Metanduno yang berkedalaman sekitar lima meter dan lebar mencapai 10 meter bahkan lebih. Di Liang tersebut terdapat ratusan gambar jejak peradaban prasejarah dan didominasi gambar hewan dan manusia yang berburu. Ada juga gambar manusia tanpa kepala.

5. Pulau Bokori.

Naaah kalau pulau bokori ini ga jauh-jauh amat dari Kota Kendari. Tempatnya eksotik kata mereka yang pernah kesana.

*****

Masih ragu untuk travelling ke Sulawesi Tenggara?

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

6 thoughts on “#Day 5 Day Writting Challenge

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s