Posted in artikel, Blablabla, BlitzHolic, Review

-Belajar- Food Fotografi

Saya sebenarnya..

echm…

*siap-siap curhat*

Doyan jepret. Jepret apa ajah. Ditambah dengan keikutsertaan saya dalam komunitas “kofipon -komunitas fotografi ponsel-” yang hits di Instagram makin menambah keingintahuan tentang fotografi. Utamanya fotografi by Ponsel. Yang paling utamanya lagi Food Fotografi by ponsel. Ngapaaain punya smartphone kalau dipake buat selfi doang? Rugi tau… *selfreminder*.

Ternyata food fotografi itu ga semudah yang saya bayangkan. Cekreeeek,aplod. Apakah itu udah masuk dalam kategori food fotografy? Bedakan yang namanya Food fotografi ama food decomentary.

Panduan Belajar Food Photography

Belajar food photography cukup penting bagi kalian yang ingin mempromosikan makanan/masakan kalian. Dengan foto yang menarik akan membuat pelanggan tertarik untuk membeli produk kita. Untuk membuat foto makanan yang menarik dan terlihat lezat, kita memerlukan panduan dasar dalam mempelajari teknik ini. Berikut adalah panduan belajar food photography :
– Setting Makanan
Kalian harus mempersiapkan tampilan dari makanan yang akan difoto. Agar terlihat menarik kalian bisa hias makanan kalian dengan berbagai hiasan. Selain itu tempat/ wadah dari makanan tersebut juga perlu kalian perhatikan, gunakan tempat makanan yang juga menarik untuk dilihat. Setting makanan ini bertujuan agar tampilan makanan benar-benar menarik, lezat, dan menggugah selera.

– Komposisi Rule of Thirds
Komposisi rule of thirds adalah di mana objek utama foto diposisikan dengan 1/3 bagian dalam foto. Dalam fotografi, penempatan objek serta komposisi merupakan hal yang penting, oleh karena itu kamu perlu menentukan komposisi objek yang pas agar bisa mendapatkan hasil foto yang lebih artistik dan tidak monoton.

– Setting Background
Gunakan background untuk menambah nilai seni dari foto makanan kalian. Misalnya kalian bisa gunakan tekstur kayu dari meja atau gunakan alas meja dengan pola yang unik atau warna yang menarik. Kalo ini tergantung selera, kalian mau pake background polos pun tidak masalah tinggal disesuaikan saja dengan makanan kalian.

– Pengambilan Angle yang Beda
Tak hanya latar yang bagus saja, tapi memotret makanan juga butuh angle yang berbeda-beda untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal dan unik. Jangan hanya terpaku memotret makanan dari angle atas atau pas di depannya karena tidak semua makanan akan terlihat indah jika diambil dari angle ini. Eksplor lebih banyak, ambil dari berbagai sudut di mana makanan terlihat lebih cantik.

Gunakan Aplikasi Edit Foto
Tips yang satu ini pasti sudah sering kamu lakukan. Memang, untung pemotret awam dan pemula, kehadiran aplikasi edit foto sangat membantu sekali untuk menjadikan tampilan foto makanan kamu lebih artistik. Beberapa aplikasi yang bisa kamu pakai untuk mengedit foto makanan adalah Photoshop, VSCO Cam, dan Snapseed.

Sumbernya klik disini yaaa

******

Hasil blogwalking saya menunjukkan bahwa foto adalah seni. Seni itu datangnya bukan hanya dari alat yang canggih. Tetapi peran besar pengguna kesenian itu. Secanggih apapun kamera yang digunakan kalau datangnya bukan dari “hati” hasilnya akan biasa-biasa saja, tentunya pemahanan akan fitur alat yang kita gunakan. Banyak siih yang bilang, hasil jepretan menggunakan kamera DSLR jauh lebih baik atau hidup gambarnya ketimbang smartphone.

Siapa bilang? Justru –menurut saya- rempong kaliiii kalau kemana-mana nentengin kamera. Bagusan juga smartphone. Namanya ajah SMARTPHONE jadi selain sebagai alat komunikasi juga berfungsi sebagai alat fotografi,hihihihi. So, thanks so much TEKNOLOGI.

Berikut adalah contoh food fotografi ala Ibu Raya yang kelihatan lebih ke “food documentary ketimbang food fotografi,hhaha.. Apalah apalah yaa yang penting niat untuk belajar itu ada!

Kesemuanya itu dijepret dengan metode “asal-asalan” tapi dari hati yang paling tulus. Saya ga niat resign dari PNS lalu memantapkan hati jadi food fotografi siih, hanya saja, kalau ada panggilan duit yang merekrut saya buat dapetin uang tambahan buat beli masker wajah, yaa why not?

Di Kendari, kalau ada yang sibuk motret-motret-in makanan biasanya dipandang sinis. Dituduh kampungan pulaaak! Berapa kali saya dapetin komentar pedaaaas anonim yang melihat saya asyik jepret-jepret sebelum makan.

“bukannya berdoa malah foto-foto. Kasihan, baru turun kampung”

Grrrrr, mau membalasnya juga rasanya tidak sholehah. Olehnya dont judge the book by the cover dong ah.

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

17 thoughts on “-Belajar- Food Fotografi

    1. Iya tiin.. mumpung jaringan d kantor okeh banget. Jdinya ngutak ngatik deh. Rencana mw pake .com tp semacam ribeeeut. Nunggu si priyo yg ngajarin.

      Yuuuuks ah sama2 belajar. Engkaaau tuh tin yg jeli lihat objek

        1. Woaaah! saya sangat setuju dengan statemen anda,masbro,hahaha..

          Cewek matre sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga (utamanya anak dan suami). buat biaya sekolah anak. Jadi sah2 saja siih kalo cewek emang matre. Yg penting ga kebangetan,xixixixi

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s