Posted in Nanda Yusuf

Main Bocah

13083294_957483447692051_8497849311184175520_nCowok kecil yang gambarnya sedang kalian pandangi hobinya menghambur. Kemaren-kan habis demam tinggi tuh. Kata senior (red : neneknya ucupyo) demamnya itu akumulasi karunia tuhan untuk mencapai kepandaiannya. Sakit-sakit pintar gitu deh. Dan yes, selepas itu dia jadi pintar. Ngamburiiin kamar,hahaha.

Siapa cobaaa yang tidak setrees menempati kamar yang kayak abis tsunami di dalamnya? Kertas berserakan. Apalah-apalah. Stres sih iya, tapi mau gimana lagi? Untungnya weekend, jadi pemandangan tidak senonoh di atas cukup terampuni dengan melihat tingkahnya. Menghalangi gerakannya sama halnya pencekalan paling kejam yang pernah kau perbuat. Tindakan menghamburnya itu sebenarnya dia penasaran. Kok kamar bisa bersih? Kok tas harus digantung? kok baju harus dilipat?

Saya pernah cerita sama sepupu. Anak seusia Ucupyo bagusnya di ajak ngomong terus. karena saat-saat sekarang sensor motoriknya sedang naik daun. mencerna segala hal dan memasukkan dalam memorinya. Ibarat kertas putih, kalau kau jatuhi tinta merah, maka ia akan merah. Percuma menghapusnya, karena hasilnya jelek dan tidak orisinil. Jadi sebisa mungkin tumpahkan ia pelajaran hidup yang bikin dia ngerti dan pastinya terekam dalam alam bawah sadarnya.

Oke ucupyo, sekarang pelajaran “BAGAIMANA MENJADI PRIBADI YANG RAPI”. berat banget ya? Hahahaha.. sekalian buat diri sendiri juga sih. Aktifitas kami selama nine to five nyaris membuat kami jadi pribadi acak adut. Maklumlah yaaa, sebelum-sebelumnya kami -akoooh dan papahnya Ucupyo- tidak begitu peduli dengan kamar berantakan. toh nanti malam baru tiba di rumah. jadi bisa dipastikan lantai kamar kami walo seminggu gak kena sentuhan sapu, tetap bersih. Tapi semenjak tuhan menitipkan Ucupyo pada kami, our life changes, pemirsaaah.

Back to PRIBADI YANG RAPI

Sambil megangin sapu yang juga ikut direbut Ucupyo saya mulai ala-ala seorang guru. Menerangkan yang hak dan yang bathil *halah*. Saya tunjukin ke dia mana yang seharusnya ditaroh di keranjang sampah. Mana yang harus dimasukkan dalam lemari. Mana yang harus dibuang. Sambil lari-larian. 1 sub mata pelajaran membutuhkan waktu 15 menit. karena ini bocah kalau bete, pastinya lebih milih gegulingan di ranjang.

Dan berjuanglah saya mengentaskan kebodohan. Andai ada mic disamping saya, saya nyajiin materinya pake mic sambil nyanyi mars perindo yang digilaaaai ucupyo. Gustiiiii. Pelan-pelan si bocah ngikutin kata-kata saya. Kalau ada yang melenceng saya jewer, mumpung bapaknya ga ada di rumah,wkwkwkwk.

Yang susah tuh ngajarin dia buang sampah pada tempatnya. Iya dibuang sampahnya. tapi dalam mulutnya yang sebelumnya dikunyah-kunyah dulu. Sukur dagh kalau cuman kertas, kalo batu hekter ato jarum pentul, gimana cooba? Saya bisa cilaaakaa. Saya mulai heboh lagi masukin tangan -yang pasti kena gigitannya- dalam mulutnya. ngaduk-ngaduk material yang dia makan. Sampe baku gulat segala.

Setelah semua sampah saya bereskan, barulah saya ajarin dia cara masang seprei yang benar. Bekas anak pesantren pasti cara pasang sepreinya rapi,hihihihi. Mana yang mesti di taroh paling atas supaya dia gak bongkarin. Dll. Untungnya si bocah cepat tangkap.

Ada positifnya juga sih ngajakin anak bersih-bersih kamar. Selain untuk membentuk pribadinya, lumayanlaaaah duit ga usah keluar buat sewa asisten rumah tangga! Olehnya sedari dini ajari anak kita mengatur Rumah Tangga.

 

Dan dia capek kayak habis ngebabu seharian, tepaar deh. ga pake iming-iming nenen,hahahaha. Segarkanlah dirimu,nak. Sore bantu mama nyuci yaaa.

 

 

image

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

12 thoughts on “Main Bocah

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s