Posted in Blablabla

Ini liburanku, mana liburanmu?

4-day-long-weekend

Niat ga niat sih menjalani libur panjang mesti pulang kampung. Hooooah tolong bayangkan sejuta repotnya. Masalahnya, saya memboyong kembarannya Gu Jun Pyo yang aktifnya nget-nget. Lari kesana-kemari. Bikin saluran air di ketek jadi jebol.

Postingan sebelum ini-kan saya niatnya mau menghabiskan waktu liburan di rumah saja. Main sama anak. Nyari view yang oke buat cekrek-cekrek-an sama anak saya yang blitz a holic. Nonton drama korea sama papahnya anak saya. Dan masih banyak lagi. Sayangnya semua angan-angan itu buyar dengan munculnya undangan pernikahan sepupu sekali saya. Bertempat di sebuah desa yang melahirkan generasi tangguh multitasking *eaaaa. Dengan jarak tempuh 4 jam kalau naik kapal cepat dan nyaris 12 jam dengan menggunakan kapal ferry.

Mengapa jarak tempuh pake Ferry jauh lebih lama?

berikut rincian perjalanannya :

  1. Jarak antara rumah dengan pelabuhan Torobulu (tempat mangkalnya kapal ferry yang membawa penumpang ke Tampo) bisa –1 jam kalau ga pake rem dan ga nginjek kopleng–  normal 3 jam dengan supir yang penyabar dan cekatan. Kenapa harus penyabar? Karena perjalanan menuju tujuan sama kayak angka 8. Tau sirkuit mobil balap tamiya? Nah seperti itu. Belum lagi kalau penumpangnya bawel. Berhenti buat muntah-muntah karena mabuk-lah. Anak tiba-tiba BAB dan kudu nyari twilet mesjid untuk numpang cebok-lah. Kelaparanlah. Apalah apalah.
  2. Kalau libur panjang biasanya penumpang juuga membludak. Antrian manusia sih ga seberapa, antrian kendaraan itu looh. Kebetulan kami pelisiran *biarkerenandikit* make mobil pribadi hasil pinjaman dari kakeknya anak saya. Kalau pas nyampe nomor antrian gak tercover dalam ferry, ya mesti nunggu pemberangkatan selanjutnya.

Pas banget, 2 hari sebelum jadwal keberangkatan anak saya demam karena habis imunisasi. Kalau nih bocah masih demam, maka saya batal berangkat secara otomatis tanpa ada yang berhak untuk ganggu gugat. Dan apa yang terjadi pemirsah? malamnya dia full charge. Sehat walfiat, demamnya turun dan moodnya bagus sekali. Sudahlaah sebagai emak yang baik, berbudi pekerti luhur, bijaksana dan bijaksini, tolong lambaikan tangan ke kamera tanda anda gagal berencana. Hahaha.

****

Berhubung selama perjalanan pergi saya mabok kencang, maka ga ada aksi cekrek-cekrek-an. Yang saya tau kepala saya kayak habis di timpukin batu. Uluhati saya entah mengapa ingin memuntahkan isi perut saya. Dan anak saya maunya digendong sama saya. Tuhan, tolooong. Dan yeps, kami ketinggalan kapal ferry. Jadi mesti nunggu 5 jam lagi untuk pemberangkatan berikutnya. Bayangkan! Tolong bayangkan!

Untungnya tuhan menghadiahi lelaki pengertian, kokoh dan perkasa yang tahan dengan rute perjalanan ini. Jadilah Cupyo di bawah asuhan papahnya. Hadeuuuh mereka mereka menikmati keterlambatan kapal saya jeleez tingkat dewa.

Singkat kata singkat cerita kami nyampe di Tampo (nama kota yang menjadi pelabuhan ferry di kota Raha)pukul 11 malam. Perjalanan menggunakan ferry sih cuman 2,5 jam. Tapi nunggunya itu loooh kayak lagi ngantri beli minyak tanah se-kabupaten.

****

Sepupu saya yang nikah ini bukan sepupu biasa. Kebetulan dia junior dan seperguruan zaman SMP. Intinya saya akrab banget sama dia. Andai dia nikahnya sama lelaki lain, kemungkinan besar saya malas pulang kampung. Ya karena Cupyo masih dalam masa penyembuhan. Tapi dia nikahnya sama pria baik-baik yang bikin gemeeez. Udah ratusan perempuan di seluru penjuru bumi dikenalin, dia tolak –angin– mentah-mentah pemirsah. Sampe kita juga jadi maleees buat ngenalin dia ke perempuan manapun.

Hingga pada akhirnya, ia memilih adik sepupu saya itu kebahagiaan yang ruaaaar biasa. Dan berdasarkan perkembangan gosip terkini. Suaminya itu sebenarnya udah lama bangeeeet naksir nih si cewek. Hanya belum ada nyali buat katakan cinta. Tepatnya sih nunggu waktu yang tepat. Gak main-main, 15 tahun ia menunggu hingga terucap juga ijab kabul pada perempuan impiannya itu. Dan coba bilang, alasan apa lagi yang buat saya jadi luluh untuk naik gunung alias pulang kampoeng?

13087263_966537783453284_1336493543625399711_o
Mabuk berat saya terbayar sudah

Karena pernikahan fenomenalnya pula-laaah saya jadi ketemuan sama beberapa sepupu yang dalam kehidupan nyata sibuknya ngalahin diva top dunia. Susaaah banget di ajak ketemuan,grrrrrrrrr. Apalagi ituuuuh cowok yang baju Hitam di ujung sono, deuuugh sibuknya bukan maeeeen. Diantara sepupu yang lain, saya paling akrab sama beliau minus curhat tentang cowok cakep pastinya,wkwkwkwk. Kenapa? karena semua kriteria cowok cakep yang menurut saya oke bangeeet, sangatlaah jelek di mata dia. Kecuali papa Cupyo!

13166029_966976280076101_1978804702128317767_n
Cobaaa tebak, mana yang masih single dan udah punya ekor?
cats2
Cekrek yang jadi hayalan di atas berubah jadi cekrek sama keluarga dengan view pernikahan sepupu

Pengaruh masuk angin ato kena angin lewat Cupyo malah demam pas udah nyampe di kampung. Ga bisa tidur. Tau doong bayiiik 2016 ga bisa bobo tanpa Air Conditioner padahal di kampung ada kok AC-nya. Iya, Angin Cepoi2 dari udara malam.

Overall semua Hepi. Terima kasih buat papa Cupyo yang memberi ruang kepada mama Cupyo yang suka ga tau diri untuk ber”hahahihi” sama para sepupu dengan cara memberi perhatian ekstra ketat pada Cupyo.

KESIMPULAN :

Liburan panjang tanggal 5-6-7-8 Mei 2016 sangat berkesan dan sukses membuat pikiran fresh dan siap menghadapi drama di kantor,hihihihi.

****

Kita balik ke Kendari tanggal 9 Mei 2016 dan saya dinyatakan alpa tanpa keterangan. niatnya siiih mau pulang tanggal 8 Mei, hanya aduuh kita terlambat ferry lagi, pemirsaaah. Jadi nunggu ferry buat keesokkan harinya.

4
Siaaaaap menghadapi drama kehidupan,hahaha

Kami memasuki kapal tepat pukul 12.00 wita dan dipastikan tiba di pelabuhan torobulu pada pukul 14.30 wita. Alhamdulillah semua terskejul dengan baik.

cats

Beda banget dagh antara perginya ama pulangnya. Alhamdulillah pulangnya kondisi sehat walafiat tanpa mabook kencang. Bisa menikmati indahnya ciptaan tuhan yang terpancar dari birunya langit dan laut. Bisa pacaran sama 2 cowok sekaligus! Hahaha.

Sepertinya lebih oke menonton indahnya langit dan laut biru ciptaanNya sembari mengajarkan ke si bocah tentang kebesaranNya ketimbang drama Korea yang ga bisa di tonton bocaah.

 

13139111_967139873393075_6193076869874480085_n
Rafid Family melaporkan dari Kendari

Buat nanda Cupyo, cepet sembuh yaaaa sayangnya mama. Insyaallah sakitnya mau pinter. Cari tanggal merah lagi nyook terus pelisiraan lagi,wkwkwkwk. Kayaknya pelisiran gini ada efek positif buat balita aktif.

Dia bisa lebih menghargai hidup. Ga semena-mena atas kemauannya sendiri. Walau awalnya mesti ga tidur karena udara yang fuanaaaas, tapi lumayanlah setelahnya jadi terbiasa. Walo dalam keadaan apapun kalau emang sudah waktunya tidur, ga mesti nunggu AC dulu. Selagi ada di pundak mama ato papahnya, langsung tepaaaar dagh.

 

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

13 thoughts on “Ini liburanku, mana liburanmu?

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s