Posted in Diari

Suka Duka Divisi Keuangan

1bag_of_money_6

Sebagian besar –sebagian? hah? sebagian?– orang kalau mendengar  2 kata paling heitz  sejagat ibu pertiwi yaitu “divisi keuangan” pasti pikirannya.

WOW, LAHAN BASAH

MANDI UANG

BANYAK CEPE’-CEPE’NYA

SEMPURNA

dll

dkk

dst

Astutiiiiiii –Astaga Tuhan, Tidaaaaak-. Padahal mereka gak tau kalau kerjaan divisi hietz ini berdarah-darah. Disaat penes (PNS) sudah pulang ke rumah, kami masih harus memeriksa KAS keuangan negara yang dititipi pada ruangan kami. Disaat semua orang bisa berkencan dengan pasangan, kami memilih berkencan dengan kerjaan yang menuntut untuk diselesaikan. Dan disaat yang lainnya bisa heboh menggosip dari ruangan satu ke ruangan lainnya, kami sibuk mengarsipkan pertanggung jawaban dan belajar tentang keuangan.

Nyaris nine to five.

Lahan basah? Apanya lahan basah? Semua divisi sama basahnya tergantung pimpinannya mau membasahi atau tidak.

Mandi uang? Astutiiii mandi kembang saja sudah susah apalagi mandi uang,hahahaha. Iya, kami bermandikan uang. Tapi uang Negara yang sepaket dengan pertanggung jawabannya. 1 rupiahpun yang lo pake harus diganti.

Banyak cepe’-cepe’? banyak capeknya siih,iya! Kalau lo mau tau yang namanya kerja, coba deh jeblosin diri ke divisi keuangan. Saksikanlah perjuangan orang-orang yang berkecimpung dalam tugas tersebut. Jadi jangan karena bos lo cuman ngasih tugas ketak-ketik biasa lo jadi illfeel kerja lagi,xixixi. Ketahuilah dalam divisi ini bukan hanya ketak-ketik. Otak lo benar-benar berfungsi dalam divisi ini.

Sempurna? kalu lo sukses makan uang Negara tanpa pertanggung jawaban. Hidup lo sempurna. Sempurna dimakan cacing dalam tanah.

******

Oke, secara keseluruhan bisa dibilang divisi keuangan adalah job paling sempurna dibanding yang lainnya tingkat struktural. Mengingat maenannya adalah uang. Kesemua anggapan orang di atas itu benar. Kalo lo benar-benar kerja ikhlas karena hati nurani, kesempurnaan hidup lo dengan lahan basah, mandi uang dll akan tergantikan oleh rejekiNya.

Divisi keuangan dalam sebuah perkantoran adalah divisi paling krusial. Paling sensitive dan paling Jutek.

Kenapa krusial?

karena divisi keuangan adalah tonggak kebahagiaan umat dalam sebuah organisasi. Bayangkanlah kalau divisi keuangan kerjanya tidak becus. Pertanggungjawaban keuangan tidak akurat. Tidak taat bayar pajak, pastinya Kementrian yang menjadi pusat dari unit kerja akan mendiskualifikasi unit kerja tersebut karena dinilai tidak efektif dalam menjalankan tugas sebagai abdi Negara. Okehlah yang namanya sudah masuk daftar orang yang dibayarkan kerja kerasnya tiap bulan secara rutin yang disebut gaji. Kalau yang statusnya (maaf) kontrak? Pan bisa-bisa mereka tidak mendapatkan hidup yang layak.

Segala sesuatu berupa rupiah yang dikeluarkan oleh Negara wajib mendapatkan pertanggung jawaban. Orang yang mempetanggungjawabkan rupiah tersebut jelas akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapanNya. Nah loooo? Olehnya mengapa divisi keuangan kerjanya harus Oke.

Sensitif

Menghitung uang tidak sama menghitung daun kelor. Daun kelor maaah hilang sedaun, masih bisa dicari gantinya Dan maknanya tetap sama. Daun Kelor. Kalau uang? angka (0) nolnya hilang 1 bijiiii ajah itu maknanya sudah beda. Olehnya mereka-mereka yang ditaroh di divisi keuangan memiliki sensitifisan yang tinggi. Peka terhadap jumlah uang. Dan cekatan menghitung uang ketika membayarkan contoh honor apalah apalah.

Jutek

Mmmm, kalau yang ini biasanya untuk menghadapi orang-orang yang buta hati mati rasa! iyuuuuwh. Yang kalau kami menjelaskan sekali-dua kali itu gak cepet tanggap. Iya, kalau sabar, kami memaklumi, kalau ngotot trus tidak bertindak sesuai aturan, jelas kami jutek. Walaupun kami yang isinya –masih– pegawai dengan pangkat rendah tetapi untuk aturan keuangan kami harus tegas. Nah ketegasan ini ujung-ujungnya menjadi keterJUTEKan kalau kami menghadapi customers yang yaaaa gitu deh. Anonim maksudnya. gw juga susah mendeskripsikannya.

Sukanya devisi keuangan

  1. Kompak. Wajiiiiib. Dunia keuangan proses penyelesaian pekerjaan di dalamnya menggunakan metode “lari estafet”. Masing-masing kru di dalamnya memiliki fungsi sesuai dengan tupoksinya. Pepatah yang kami pakai “berat sama dipikul ringan sama dijinjing”
  2. Kerja tuntas. Kalau kerjaan ditinggal-tinggalin tungguin mood bagus baru ngerjainnya, hellow, orang tuh udah sampe ke bulan dan lo masih disitu-situ ajah. Olehnya anak keuangan itu imunnya harus kuat. Hatinya ga boleh galau. Galau dikit kerjaan berantakan, kan gak keren judulnya. Jadi gw suka semangat 4-5-6 sambil nonton drakor doong pastinya nyelesaiin bab per bab drama kerjaan di kantor,hihihi. Moga dapet reward ya cyiiiiiin.
  3. Bisa langsiiiing. Siiing. Siiing. wkwkwkwk. Pan selalu tuuh mondar-mandir ngalahin eksistensi setrikaan. Kudu ke kantor pusat-lah buat konsultasi. Ke bank bayar pajak. Sesekali nengok unit kerja tetangga laporan ke atasan siiih mau studi banding, aslinya ngerumpiiiii,huwahahahaha. Jadi banyak gerak gitu loooh.
  4. Lumayanlah bisa dapat uang beli popok kalau rela hari libur yang merupakan hari keluarga dipergunakan untuk kerja. Untuk yang ini gw banyak kesalnya siiih. Wajar dong gw ngeluuh. Masalahnya yang nyuciiii baju itu bukan Negara, tapi gw! Gak mungkin dooong gw beli deterjen dan hasil keringat gw nyuci pake uang Negara,ckckckck
  5. Banyak teman. Coba deeeh kalau divisi rempong ini ngumpul dalam 1 kementrian dari seluruh fakultas, contohnya. Ulalaaaa ramenyaaa. Jadi banyak koneksi untuk belajar bikin pertanggung jawaban. Jadi banyak pengalaman hidup ngadepin karakter manusia. Bisa keliling dagangin oriflame juga,wkwkwkwk.
  6. Banyak tugas luarnya. Sumpaaaaah yang ini gw sukaaak banget. Contoh, sepagian gw mesti bayar pajak. Normalnya ke kantor wajib jam 8. Berhubung gw lagi TL (Tugas Luar) jadinya ngantor jam 9.30-laaah. Bisa singgah sarapan dolo. Beli cemilan.cepuluh. Maen sama anak. Masuk kantornya bisa jam 11.50 wita. Lalalala yeyeye,wkwkwkwk. Negara, beri gw ampunan.
  7. Belajar meminimalisir keuangan keluarga. Dengan program Buku Kas Umum bisa dagh tuh di implementasikan dalam hidup sehari-hari. Jadi jelas debit-kreditnya. Jelas pengeluaran.

Dukanya divisi keuangan

  1. Tanduk cepat nongol. Apalagi ngadepin customer yang hanya Allah yang tau.
  2. Suka lupa waktu. Saking menikmati kerja, gw suka lupa waktu. Lupa jam makan kecuali makannya gratisan,hihihi. Waktu ibadahnya molor (maafkan akuu,tuhan). Suka lupa kalau udah punya anak. Jadi biasanya gw ditelpon ama bokap sekedar ngingetin “SEKALIAN SAJA KAMU TIDUR DI KANTOR
  3. Orang yang melihat kami dari luar suka beranggapan kalau kami dikelilingi oleh rupiah. Padahal aslinya, oh demi dewaaa. Kenapa gw bisa banting setir juaalan oriflame kalau emang masuk divisi keuangan bisa menjamin sisi hidup yang warnanya pink?
  4. Kerja karena uang. Ya mau gimana lagiii, stigma yang distempelkan pada kami seperti itu. Mau kerja karena uang! hahaha. Kesihan banget gw yaaa? Segitunya dinilai karena uang. Gw mah nolak waktu mau dijeblosin masuk ke divisi keuangan. Karena gw tau kerjaannya ga bole dengan jiwa yang labil. Dengan hati yg patah. Apapun perasaan lo, mesti-kudu-wajib selesai tanpa keLEBAYan.  Apa daya, penolakan pada atasan sama halnya bentuk pembangkangan pada pimpinan. Show must go-on. Toh dunia tetap berputar. Toh gw sukses dikawinin dan dihamilin juga karena jadi anak keuangan! wkwkwkwk
  5. Gagal Perawatan. Semahal apapun cream yang lo pake, ga ada yang ngalahin sinar uv A uv B ketika teriknya sukses menusuk kulit lo. Kecuali kalo lo rela kemana-mana pake  yang kayak itu loh, kalau mau naek ke luar angkasa.
  6. Banyak lagi siiih yang gak bisa gw beberin ato gw terancam di mutasi di planet mars! hahaha

KESIMPULAN

KAWIN SAMA ANAK KEUANGAN ITU BISA MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN. KARENA KENAPA? UANG NEGARA SAJA DI JAMIN KE-HALAL-ANnya APALAGI UANG HASIL KERINGAT KAMU. Eaaaaaaaaa

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

17 thoughts on “Suka Duka Divisi Keuangan

    1. psti pengennya langsung nulis surat ala zaman 90-an kan? hehehehe.. beneren loooh say, efek positifnya nyungsep dalam divisi keuangan bisa langsing. Krena banyaknya ruang gerak,hehehehe

  1. o baiklah, eik jadi tau kenapa kotak komennya amflop. melambangkan uang yg biasanya ada di amplop2 kondangan. bukan melambangkan korespondensi. *baiklah, dugaan saya selama ini terklarifikasi di postingan inih.

    eta kesimpulaan okeh pisaaaan😀

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s