Posted in Blablabla

I’m Struggle With.. #WDC-8

“Oksigen.. oksigen”

“Tangani istrinya dulu, baru suaminya” Kata suster di sebuah UGD rumah sakit di Kota Kendari.

“Suaminya sekaraaaat” balas suster di tirai sebelah

“Fetal Doppler. Detak jantung bayi tidak ditemukan

Berbondong-bondong suster menghampiri ibu muda dengan kehamilan usia 4 bulan. “Menghadap ke kiri ya,bu”

Doppler USG Portable Atau Fetal Doppler. Terima kasih. Karena alat tersebut (calon) ibu dan bapak dari bayi tidak semaput.

*****

Berjuang mengentaskan skripsi, sudah biasa. Berjuang mendapat nilai bagus saat menjadi mahasiswa dulu, biasa sekali rasanya dibandingkan dengan perjuangan agar buah hati dalam kandungan tetap selamat, sehat wal’afiat hingga ia terlahir di muka bumi ini. Fiuuh.

Bagaimana kisahnya?

Karena stigma yang melekat pada diri si calon ibu adalah perempuan yang tidak tau memasak, maka dengan semangat 4-5-6 ditunjang dengan keinginan jabang bayi yang menginginkan emaknya pintar masak, akhirnya si ibu turun dapur. Menyulap bawang indonesia (red: bawang merah dan bawang putih) dan segala rempah di dapur menjadi hidangan yang lezat. Respon suaminya bagus. Malah 2 kali nambah. Dan mengakui bahwa istrinya ada perubahan. Bisa masak.

Malam berganti pagi, pasangan baru tersebut sempoyongan. Di awali dengan perut si istri yang melilit bagai sedang dicakar kuku kucing. Muntah. Dan buang air besar dengan frekuensi sering. Selang 2 jam, suaminya pun merasakan hal yang sama. Saking romantisnya 1 kakus dipakai berdua. Pasti ada yang tidak beres.

Mengingat si istri yang punya riwayat “KURETASE” pada kehamilan pertama jadinya aksi penyelamatan lebih di fokuskan ke istri. Sementara yang lemas-lunglai-terkapar adalah suaminya. Istrinya masih bisa baca novel, yang menandakan kondisi istri oke.

Jadilah suaminya yang pertama di larikan di rumah sakit A. Namun karena rumah sakitnya penuh, maka sang suami di tampung di UGD-nya dulu. Sambil nunggu istrinya dalam perjalanan.

DIAGNOSA DOKTER

Dokter : Ibu habis makan apa?

Istri : ga makan apa-apa sih dok, cuman makan sup ayam.

Dokter : sup ayam yang dibeli atau bikin sendiri?

Istri : *setengahbangga* masak sendiri dong dok. Kan lagi hamil, jadi ga bisa makan sembarangan

Dokter : bayinya alhamdulillah sehat ya,bu. Tadi mungkin ikutan syok karena kondisi ibunya yang syok, jadinya detak jantungnya tidak teratur.

Istri : Alhamdulillah dok

Dokter : Kalau boleh tau gimana cara ibu memasak? Ibu beserta suami diagnosa saya keracunan makanan.

Mulailah si Istri menceritakan aksi heroiknya di dapur. Kesalahan terbesarnya adalah mencampur sup lama (kurang lebih 6 jam tanpa dipanasi) dengan sup yang baru dimasak. Secara bakteri yang terdapat dalam sup lama meracuni sup baru.

Seharusnya, sup lama di panasi terpisah dengan sup baru. Maklumlaaah yaaaa. Newbi di bidang perdapuran.

Kesimpulannya

Semua yang makan sup hasil racikan si Istri berujung masuk rumah sakit. 1 hari setelahnya, ibu kandung dari si istri juga masuk rumah sakit yang sama dengan anak dan menantunya dengan diagnosis yang sama. Keracunan Makanan, gusti..

Memalukkan? Oh jelaaaas! Pastinya semua pihak yang menggembar gemborkan ketidakpiawaian si Istri dalam bidang perdapuran tepuk tangan di atas penderitaan batin yang di alami si Istri. Sebenarnya siiih, yo wes-laaah. Toh sudah nikah juga! Sudah mau jadi seorang ibu juga! Tapi menurut si Istri, dia wajiiib bisa masak! Apapun sudut pandangnya!

******

1972390_678775822168325_2097758368_n

Semua doa dimuntahkan oleh si istri. Agar anak dalam kandungannya baik-baik saja. Suaminya cepat sembuh. Dan ibunya juga pulih. Sayangnya mereka di rawat di ruang terpisah. Jadi kesempatan si istri diomeli oleh suami dan ibu kandungnya tidak terlaksana.

Katanya,,,katanya,, apa yang ibu rasakan, hal itu pula-lah yang dirasakan oleh jabang bayi. Pertama-tama, si istri meminta maaf kepada calon anaknya karena membuatnya stres dalam kandungan. Dan berdasarkan hasil USG, anaknya sangat aktif berinteraksi dalam perut. Membuat hati ibunya bahagia. Padahal getar-getir hati si ibu jika mengetahui calon bayinya kenapa-napa.

Selama menjalani masa perawatan 3 hari 2 malam di rumah sakit, sang istri berjuang sendiri. Karena semua pusat perhatian keluarga terletak pada ibu Suri A.k.a ibu kandung si ibu muda. Mulai dari ke kamar mandi sendiri. Makan, makan sendiri. Tidur, tidur sendiri bersama dengan pasien yang habis melahirkan lainnya.

****

Hiyaaaaaats Writting Day Challenge-nya keteteraaan,hahahaha. Olehnya WDC ini asyik banget bagi kalian yang punya mood nulis lagi turun.

my30daywritingchallenge

Sama kayak akoooh,hahahaha..

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

13 thoughts on “I’m Struggle With.. #WDC-8

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s