Posted in Blablabla

Tips (klasik) Mengelola THR

Bukan rahasia lagi kalau baru-baru ini sms bengking segenap masyarakat Indonesia yang namanya tertera sebagai abdi negara dan terdaftar dalam rincian gaji saaaah di kantor-kantor telah berdering dan tentunya menggendutkan rekening tersebut.  Ahaaaa. Ihiiii. Udaaaah, ga usah malu-malu kucing.

Yups, THR 14 – 13 Penantian panjang selama (nyaris) setahun. Sayangnya ada beberapa orang yang menantikan sms bengking tersebut justru menghabiskannya dalam seminggu. Bahkan sehari. Yaaaaaah, sayang banget-kan? Istilahnya “Panas setahun dihapus hujan sehari“. Padahal kalau dikelola dengan baik dan bijak, THR tersebut bisa awet dalam rekening. Bahkan berbunga dan bunganya bisa mekar.

13569006_997670047006724_1573896511159556509_o

Oke, berikut tips klasik ibu Raya dalam mengelola THR. Tips ini sebenarnya self reminder buat saya. Supaya tidak kalap menghabiskan THR dalam semalam,hahaha. Yaaa, namanya manusia biasa ya, ditunjang dengan besarnya kebutuhan hidup apalah apalah membuat jiwa sok kaya saya bangkit begitu melihat rekening yang kegendutan.

  • Jangan Langsung Tarik Uang

Ini tips mama mertua saya yang makan asam garam kehidupan lebih banyak ketimbang saya. Kata beliao, begitu menerima uang berupa THR, Honor, atau Uang cepe2′ uangnya jangan langsung dipakai. Usahakan uang tersebut tetap di posisinya hingga berganti hari. Karena setan yang terdapat dalam uang terbut sangat kuat menggoda mata untuk menariknya. Tapi kalau uangnya tetap dalam posisi, misalnya utuh dalam amplop, yakinlah uang tersebut bertahan hingga beberapa hari kedepan. Setannya kalah, jendral! hahaha.

Coba deh baru dapet uang honor lembur misalnya, lalu pergi ke mol. Yang awalnya cuman cuci mata, berakhirnya memborong belanjaan yang belum tentu kepake juga siih. Istilahnya sih lapar mata doang. Naluriah perempuan ketika baru mendapatkan uang dan langsung dipake ya emang gitu, uangnya langsung habis dalam seketika. Setan dari uang terbut berhasil menggoda mata kita. Padahal kalau uangnya sukses tersimpan, kebutuhan lainnya bisa ditanggulangi.

  • Butuh bukan Ingin

Beda tipis nih antara kebutuhan dan keinginan. Terkadang kalau melihat barang A pengen banget langsung dibeli, padahal hanya sekedar keinginan untuk dimiliki. Tentukan hati bahwa KEBUTUHAN LEBIH PENTING KETIMBANG KEINGINAN.

kebutuhan-dan-keinginan-270x300

Secara bahasa, kebutuhan adalah segala hasrat yang timbul dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Barang yang termasuk dalam kelompok kebutuhan juga memberikan aspek psikologis yang menjadi dasar atau alasan makhluk hidup dalam menjalankan aktivitas-aktivitasnya. Sebab, pada dasarnya manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.

Yang masuk dalam kelompok kebutuhan? Mungkin kita pernah mendengar istilah “sandang, pangan, dan papan” atau pakaian, makanan, dan tempat tinggal. Apa hanya itu saja? Tidak Pemirsaaah banyak lagi kawan-kawannya, seperti kesehatan, pendidikan, pendapatan, dan lainnya yang bisa mempengaruhi kehidupan kita.

Bertolak belakang dengan kebutuhan, keinginan adalah segala hasrat yang timbul dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi tidak mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Keinginan sebenarnya juga harus dipenuhi, agar manusia merasa lebih puas guna meningkatkan kesejahteraan. Tapi kalaupun tidak terpenuhi, maka kesejahteraan manusia tersebut tidak akan berkurang dan tidak akan mempengaruhi kelangsungan hidupnya.

  • Jangan Terlalu Sering Cuci Mata Di Mol

Entah mengapa mol sangat di idolai hanya untuk sekedar refreshing, mencoba hidup buruk dengan menenggak junk food atau cuci mata. Apalagi sekarang momentnya pas bangeeeet, mendekati lebaran segala rupa diskon-diskon bertebaran disegala penjuru mol.

13510857_997562760350786_4640138836255667231_n

Bikin hati jadi sedih kalau tidak dibeli apalagi rekening lagi gendut-gendutnya.Berbagai macam barang keren dan lucu berharga mahal yang bisa memancing kita berbelanja tanpa rencana tersedia di sana. Karena itu, hindarilah pusat belanja seperti ini, atau setidaknya kurangi frekuensi mendatanginya.

  • Berikan Kepada Yang Membutuhkan

Rasulullah bersabda: ” Bila engkau membayar zakat kekayaan maka berarti engkau telah membuang yang tidak baik darinya”. (H.R. Hakiem)

Mmmm, kalau menurut saya sih, jika mendapatkan rejeki yang berlebih, sisihkanlah kepada mereka yang berhak mendapatkannya. untuk orang¬orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang di bujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak. Orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah,dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. al-Taubah/9:60).

Karena rejeki mereka Allah titipkan melalui rejeki yang kita miliki. Allah sudah mengatur sedemikian baiknya rejeki hambaNya. Lagian kalau kita memberi kepada mereka yang membutuhkan Allah sudah berjanji akan diberi keberkahan pada harta, dilipatgandakan pahala pastinya, akan mendapatkan naungan di hari akhir, dibebaskan dari siksa kubur, merasakan kebahagiaan, dan masih banyak lagi.

  • POS-POSkan

Ga tau bahasa  nasionalnya ini gimana ya? Jadi, ketika menerima THR berupa uang, segera Pos-Pos-kan agar jelas pengeluarannya. Misalnya 40% untuk kebutuhan hidup sehari. 20% untuk umum, seperti beli baju lebaran buat anak,suami,orang tua dan mertua.

13502100_997669877006741_3637368287682186348_n

Ga perlu yang mehong. Karena pada dasarnya orang tua, anak dan suami pastinya lebih bahagia jika kita memberikannya secara ikhlas. Walau diskonan,hihihihi. 20% kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. 20% ditabung.

Menabung itu penting jendral! Kelihatan biasa bahkan isapan jempol belaka, tapi ketahuilah bahwa lagu anak yang dipopuleri oleh Sazkia, Geofani dan Tante Titi Puspa

Bang bing bung
Yok kita nabung
Tang ting tung hey
Tau tau kita nanti dapat untung.
Memberi isyarat bahwa dengan menabung kita bisa untung. Tentunya tidak buntung.  Setelah lebaran tidak kehabisan duit. Tidak cekek leher, tapi masih bisa hidup dengan senyuman manis. Mau beli ini, ada duit. Beli itu ada duit,hihihihi.. Yang penting ga minta beli rumah ama mobil ajah.

Ibu Raya Sekeluarga Mengucapkan

SELAMAT IDUL FITRI 1437 H

MOHON MAAF LAHIR BATIN

 

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

18 thoughts on “Tips (klasik) Mengelola THR

  1. nabung di bank habis digerogoti pajak dan administrasi, nabung di tabunganku macam tabanas bunga kecil. tabung dalam bentuk invest macam emas ok.

    kl saya antara butuh ingin hemat pelit beda-beda tipis ahahahah, macam mau beli sepatu yang bagus spy kaki ga sakit sebenarnya butuh inginnya yang bagus tp harganya mahal, kl mahal kok eman duit jadinya pelit dan maksud hemat, beli yang murah gampang rusak dan kaki sakit belilah yang baru jadinya tidak hemat dan heehehe

    1. Hellow mas/mb Welly.. Saya dooong.. nabungnya d bawah tempat tidur! hahahaha.. Iya iiih kalau d bank uang kita hbs buat pajak dan administrasi ajah. Dongkoliiiin ga siih? nabung 300 rebu kalau ga ada tambahannya malah jadi Rp 0,-.

      Sama kayak suamiku. Mottonya lebih baik kalah membeli daripada menang memakai. Jdi kalau mau beli sepatu atau tas yang harganya bikin vertigo -_-. Tapi bicara masalah kualitas seumur hidup,euy! Jd kalau ada niatan mau beli spatu/tas yg jels kualitasnya emang harus nabung dulu. Ada perencanaan yg mateng.

  2. Happy ied mubarrak Kak rayaa~~
    bener banget yaaah, THR adalah godaan terberat, bawaan nya belanja mulu haha

    Tapi, yg paling penting memang yaitu membedakan kebutuhan dan keinginan..🙂

    1. Setannya mol ada banyaaak cyiiin. Jd mending hindari deeeh kalo imanny kuat,hehehe..
      Sama2 cyiiin.. happy ied buat dirimu sekeluarga yaa.. plus sama debay-nya. Sehat selalu🙂

  3. YEayyy setuju banget sama yang pos-pos itu. Tapi agak susah untuk mematuhi persenan yang udah diatur untuk masing-masing pos😦 pasti ada yang jadi bengkak atau ada yang jadi tiris

    1. Hellow mas Agung. Salam kenal yaaa.. wahhh.. rurupanya mas agung suka kena godaan setanny mol ya? Hehehe.. hati2 maas. Kelamaan jalan d mall uang bisa ludes 😢

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s