Posted in Blablabla

5 Blessings In My Life

my30daywritingchallenge

Ngomongin tentang keberkahan, ada banyak. Banyak dan banyak sekali keberkahan yang Dia limpahkan kepada saya. Yang susah saya eksplor helai demi helai. Sejak saya ditakdirkan untuk mengisi rahim seorang perempuan sakti (baca : my supermama) selama 9 bulan hingga kini keberkahan itu selalu melimpah yang sayang jika tidak disyukuri sebagai bentuk rasa terima kasih padaNya.

Akan tetapi sejalan dengan perkembangan waktu *halah*, wanita yang diberi limangan berkah ini suka ga tau diri. Masih suka mengeluh dan menggalau. Padahal Dia sudah menggariskan hidup ini berpasangan ada kesusahan sepaket dengan kemudahan yang Dia berikan.

Oke, back to topic hidayat

Jadi, mengawali hari kedua masuk kantor yang kerjaannya belum seabrek, saya mencoba untuk mengingat, keberkahan paling Hitz yang pernah saya rasakan *halah*

  1. Healthy

Health is not everything but without health, everything is nothing

Menjalani hidup dengan peran ganda itu gampang-gampang susah, pemirsah. Menjadi seorang ibu, seorang istri plus kuli negara yang gaji bulanannya dibayarkan negara tidak segampang membolak-balikkan telapak tangan. Banyak tantangan dan rintangan. Ketika sakit melanda, maka lumpuhlah 2 jabatan ekslusif yang saya emban dariNya.

Bayangkan pemirsaaah, anak saya usianya 1 tahun 11 bulan. Masa emas 24 karat. Aktifitasnya mengalahkan transportasi ibu kota negara yang penuh keruwetan. Loncat kesana, jungkir balik, lari-lari ga jelas. Kalau saya sakit kesihaaaan ga ada yang kontrol aktifitasnya. Atau pastinya dia merasa saya tidak memperhatikan dia haslnya dia makin cari-cari perhatian.

Kalau saya sakit juga suami kesihan, ga ada yang masakin. Pasti makan di luar muluuu. jika harga makanan 15.000/porsi x 3 kali makan = 45.000. Belom lagi beli air mineral sebotol yang harganya 5.000. Biaya cemilan sebutlah 20.000 untuk sekelas pisang goreng keju 4 bijiii. Biaya lain-lain dan kawan-kawan total keseluruhan sehari 100.000. Jika sehari bisa 100.000 maka sebulan? Bisaaaa jadi modal bisnis saya,pemirsah! hahahaha

Olehnya kesehatan sangat penting bagi kaum emak-emak.

2. Punya SuperMama

Mama saya itu orangnya mmmmmm, anu deh pokoknya. Susah dijabarkan dengan kata-kata. Butuh postingan khusus untuk mengulas tentang beliau, berparagraf-paragraf pastinya. Eh pemirsaah, katanya..katanya.. anak perempuan sama emaknya apalagi kalau ananya mirip banget sifatnya plus mukanya sama emaknya bakal lebih sering perang ketimbang damainya ya? Iya ga siih? Paling sering perang opini kan ya? Ya kan?

Nah, mama saya gitu, kita sering bhineka tunggal ika. Walau beda pendapat tetapi satu tujuan. Nah menggapai tujuan itu yang sering bikin kita kayak suzzana vs valak *astagfirullah*. Maksudnya sama-sama nyeremin,wkwkwkwk. Sebagai anak pertama dan satu-satunya perempuan bersaudara, terbentuk dengan sendiri-nya jiwa “seorang kakak” yang mengayomi adik-adiknya. Sama kayak mama saya jg yang mendapat gelar anak perdana. Jadi sifat kami sama kayak slogan polisi “mengayomi” masyarakat.

Namun saya bersyukur punya super mama. Doa-doanya untuk saya rerata di Jabah Allah. Apalagi dulu zamannya galau karena banyaknya kumbang mendekat dan ditolak angin sama beliau mama saya cuman ngeluarin fatwa “sabar, kalau jodoh ndak kemana. Kecuali kalau kamu yang kemana-mana”. Apapun sifat anaknya, doa mama selalu mengaliri sendi jiwa anaknya. Menyelusup lewat hentakan jantung. Didampingi malaikat dalam pencapaiannya. Doa mama, doa paling mujarab diantara semua doa yang saya tau.

Selain daripada itu beliau telaten dan protectifnya ampun-ampunan deh. Bedaaa banget sama saya yang santaaaaaai kayak di pantai. Dan sloooow kayak di pulau,hihihihi. Olehnya babeh saya cinta matiiiiii sama beliau ya karena itu-nya.

karena Doa-nya

karena Telaten-nya

karena Perfectionist-nya

13628462_1211205898912986_569867378_n

We Love You Mama

3. To be SKM

Sebuah gelar kesarjaan setelah nyaris muntah kuning meraihnya. Gelar tersebut membawa saya pada tempat dimana saya mampu membeli lipstik 50K pake duit sendiri,hehehehehe.

Awalnya saya ogaaaah jadi anak kesehatan. Pengennya masuk teknik lingkungan. Sialnya, bokap ridhonya ga turun. Restunya apalagi! Maka jadilah saya dijebloskan dalam dunia kesehatan yang ternyata justru mendatangkah berkah luar biasa dalam alur hidup saya.

Jangan tanya tentang ridho mama, karena urusan pendidikan, mama maunya anak-anaknya adalah pendidik yang sama dengan profesinya. Jadi Guru. Bokap maunya anak-anaknya bhineka tunggal ika. Ga mesti kompak dalam dunia pendidikan, yang penting hasil akhirnya MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA.

4. Rafid Family

Mereka-laaaaah yang membuat cita-cita saya lanjut kuliah ga pernah terkabul. Tahun 2012 akhir disaat sebuah universitas negri resmi menerima lamaran saya, bersedia menjadi keluarga besar padanya, eeeeh makhluk –lumayan– tampan yang sekarang jadi papahnya Ucupyo dengan sigap memantapkan hati melamar…. echm.. saya! Galau doong!

Namun saya meyakini bahwa hidup itu pilihan. Saya lebih memilih di lamar papahnya Ucupyo ketimbang menjebloskan diri dalam keluarga besar Universitas di atas. Maka, rencana hidup saya berubah.

Tahun 2013 akhir, saya mengajukan lamaran ke sebuah Universitas, lagi dan lagi pria kribooow sukses dikirimi Allah sebagai hadiah besar untuk mengisi rahim saya. Entah mengapa saya melepas lamaran dan menjaga kandungan sebaik-baiknya. Apalagi saya punya pengalaman gagal terhadap kehamilan pertama.

Dan kini?

Semacam malaaaas untuk melamar ke Universitas manapun. Berusaha untuk fokus ngurus si Kriboooow dan bapaknya secara utuh dan menyeluruh. Bukankah mereka berdua adalah berkah luaaaaar biasa dariNya?

12513643_940501112723618_2251086547864826371_o

5. Menjadi Makhluk Sosial

Bukan sosialita yes? melainkan makhluk sosial sesuai fitrahnya. Masih memiliki teman yang peduli, yang penuh kasih sayang terhadap saya. Teman kantor yang selalu siap membantu disaat saya kolaps nyelesain kerjaan kantor sambil bawa baliiita dan baliita-nya banyak tingkah.

Ada teman zaman sekolah yang masih keep on touch dan ngasih saran/nasehat disaat saya lagi down.

Ada kalian teman blogger kesayangan yang postingannya selalu membawa manfaat dan tentunya dengan komentar-komentar yang bikin hormon kebahagiaan saya meningkat.

Maaciiiiiiiih


Writting challenge-nya keteteran.
Ga papah deh
yang penting ada niat *ngeles*

 

 

Penulis:

Nyonya Fid Aksara | Emaknya Yusuf | Gawe FKM UHO | RockenRoll Mommy | Find me at : waode.raya@gmail.com

23 thoughts on “5 Blessings In My Life

  1. di sini makan siang paling murah 2000. tapi kadang kalau teman ngajak makan yang rada mahal bisa hampir 50000. sekarang sih aku lebih sering bawa bekal. biar ngirit. tapi yang akhirnya kurang sosialisasi deh

    1. ciciciciyeeeh kaka Yana sosialisasi😀..
      Mmmm, dsini nasi kuningnya ajah 5 ato 6 ribu ka yan. Itu kalau telor dadar doang. Kalau pk ikan,sayuran,mie 8 rb. Nasi campurnya 15 ribu, macem-macem dagh lauknya. Cuman kalu tiap hari juga, goyaaaang dagh ATM,hahaha.. Pastinya masakan luar kandungan MSG-nya banyak. Kesihan kalau keseringan.

      Nah, saya juga bawa bekal kok kak. Selain irit insyaallah sehat. Gak pake keracunan,wwkkwkwkwk

  2. 1. saya juga bekel kak, soale sbg anak kosan saya harus menerapkan hidup hemat *pelit
    2. saya juga supermama kak, yang kerjaannya adalah kami berantem selalu kalo pas saya mudik dan dibawain sekardus oleh2 yg mahaberat, dan sayanya gakmau. dan kami pun sll berantem soal ini. pffft :))
    3. asssik, saya disayang kakak. ini salah satu berkah buat hidup saya
    4. segitu aja komennya ya, kak.
    5. salam sayang untuk ucupyo.

  3. tulisannya bikin senyum2 sendiri

    eh btw, bikin tulisan ttg 5 blessings itu rada2 susah ya.. karena saking banyaknya hal yang disukuri di dalam hidup kita. iya kan iya kan iya kan..😀

    1. betul banget say. Galau-galau gimaaaana gituuuu? kesannya malah Riya gt looh. Jadinya ga solehah deeh *kibaspashmina*,hahahha.. dan sampe day 30 challenge itu kalau udah mau nulis yg tadinya cuman seiprit doang tulisannya eeeh jadi manjang,hehehe..

      eh yaaaa, maaf lahir batin yaaa mbak🙂

    1. Au niih maak, dsini pisang goreng keju nyaris 5 rebu/biji. Pisangnya import kalii yeee? Padahal kan masih wilayah subur pisangnya kalau di tanem d kendari..
      aaaah engkaaau maaak suka gitu deeeh, muke saya suka ada dimane-mana kok,hahaha😀

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s