Ramadhan Challenge

Puasa sambil Menyusui? Siapa Takut!

Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa diantara 11 bulan lainnya. Bahkan mengalahkan pesona bulan Oktober. Bulan dimana Allah SWT menjanjikan pahala yang besar. Bulan yang di dalamnya ada malam lailatul qadr, dimana satu malam itu malam terbaik dari seribu bulan.  Sayang banget kalau kita tidak maksimal menjalankannya.

IMG-20170530-WA0002-01_mh1496112293159

Bukan berarti karena bulan Ramadhan dimana kewajiban kaum muslimin dan muslimah (termasuk ibu menyusui) menunaikan ibadah puasa lantas menghalangi kegiatan skin to skin antara ibu dan anak (bayi dong tentunya) dengan sebuah prosesi  sakral dimana sang anak meminta jatah air yang mengaliri area kelenjar mamae ibu yang dikenal dengan kata “menyusui”.

Sebenarnya dalam agama, ada kelonggaran puasa bagi ibu menyusui untuk tidak berpuasa dengan menggantinya di lain waktu atau dengan membayar fidyah. Bisa juga mengganti puasa selama 30 hari dalam kurun waktu 11 bulan. Seperti saat intens menyusui Ucupyo kala ia berusia 10 bulan, saya tidak puasa. Takutnya Asi saya berkurang, yang lebaynya lagi takut jika nutrisi yang tersalurkan ke Cupyo tidak maksimal.

Kini Ucupyo berusia 2 tahun 10 bulan. Masih menyusui. Ya! Masih. Plis doong ah, ga usah ngelihat dengan tatapan seolah saya ini terpidana kasus pembantaian nyamuk dbd. Segala daya sudah saya kerahkan untuk menghentikan usahanya, mengalihkan perhatiannya untuk moveon dari ASI. Pada dasarnya ia cinta mati sama si ASI, apapun halangannya akan ia tempuh untuk mendapatkan si ASI,ckckck.

Lalu apakah dengan pemberian ASI selama menjalankan ibadah puasa mengurangi produksi Asi saya?

Awalnya ada keraguan apakah saya mampu menggapai finish sambil menyusui? Mengingat pada hari biasa, ketika Ucupyo habis menyusui perut saya suka demo minta diisi lagi. Lapaaar jendraaal! Namun, kata orang-orang yang berpengalaman, itu karena sugesti diri. Terbiasa mengajak diri sendiri bekerjasama dan membentuk kesepakatan bahwa jika habis menyusui harus makan lagi, karena nutrisi dari tubuh kita terpindahkan ke anak. Oh sungguh, jika demikian adanya, seharusnya saya bikin kesepakatan yang lebih spektakuler! Misal habis menyusui todong suami ke gerai kosmetik, minta di beliin fondation yang bikin muka looks dewy *halah*.

Singkat kata singkat cerita saya berhasil menunaikan kewajiban sebagai salah tiga hamba Allah yang cwantek umatNya sepaket dengan kewajiban sebagai satu-satunya wanita kece yang ditakdirkan menjadi Ibu dari Ucupyo. Puasa sambil menyusui!

Sekilas Info ya buwibuwk :

Pada saat Ramadhan, kita kan rata – rata berpuasa 14 jam, dan tubuh masih dapat mengkompensasi kekurangan saat berpuasa tersebut ketika berbuka sampai dengan waktu sahur. Nah, saat berpuasa, ASI yang dihasilkan ibu menyusui tidak akan berubah dan berkurang kualitasnya. Karena kenapa? Pada saat kita berpuasa, tubuh mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral, yang tersimpan dari tubuh.

Ketika berbuka puasa, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga tidak akan kekurangan gizi untuk memenuhi aktifitas serta mempertahankan kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, jumlah asupan gizi pada ibu menyusui yang berpuasa harus diperhatikan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan cadangan ASI dalam tubuh.

*****

Nah, karena saya berhasil puasa sambil menyusui tanpa ada drama alami ataupun buatan, saya mau berbagi tips nih untuk para ibu kece yang sedang menyusui agar tidak galau ketika memutuskan untuk berpuasa. Selain makin disayang Allah karena sukses menjalankan perintahNya, juga ajaran terselubung untuk sang buah hati agar memaknai puasa yang sebenarnya.

Lets Check It Dot :

  1. N-I-A-T

Innamal a’maalu bin niyyah

Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niat

Jadi malam sebelum sahur, saya berdamai dengan hati. Mengajaknya kerjasama untuk bisa strong. Orang lain bisa kok saya tidak? Plis deh ga usah manja! Toh Surga Allah tidak diciptakan untuk orang-orang manja!
Kekuatan niat kita tadi itu perlahan-lahan diaminkan oleh semesta hingga menyundul langit, lalu penghuni langit menghempaskan niat ke dalam sanubari kita. So, jangan pernah ngeremehin kekuatan niat 😉
2. PERBANYAK KONSUMSI CAIRAN
Saat berpuasa cairan berkurang sebanyak 2-3 persen dalam tubuh. Jika di waktu normal biasa minum air putih sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui loh.
Untuk susu saya lebih condong mengonsumsi  susu yang diperuntukkan khusus untuk ibu menyusui dimana kandungannya berupa kedelai, daun katuk, fenugreek dan Beepollen yang berkhasiat untuk :

=> Melancarkan Air Susu Ibu (ASI)

=> Meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI

=> Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh

=> Meningkatkan metabolisme tubuh

Dan pada saat berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui. Yeaaaah.

3. Atur Komposisi Makanan
Tubuh ibu menyusui memerlukan 700 kalori setiap harinya. Mengonsumsi makanan bergizi pada saat sahur, berbuka, dan setelah tarawih harus dipertahankan. Karena 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Upayakan mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung ASI BOOSTER seperti kacang hijau, bayam, daun katuk, jantung pisang, daging merah, ikan segar dan banyak lagi. Komposisi makanan yang seimbang dan bergizi akan berpengaruh terhadap kualitas dan produksi ASI.

4. Istirahat yang Cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu wajar. Saras 008 saja yang habis bertarung butuh istirahat, apalagi seorang ibu yang habis menyusui? Cobalah untuk beristirahat sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran.

Atau kalau ibu punya hobi nonton drama korea, silahkan luangkan waktu sedikit untuk menikmati kisah mereka yang manis. Pilihan gendre komedi sangat baik untuk merangsang otak kembali fresh. Saat tertawa dan tubuh kita bergerak karena ber-haha dalam waktu beberapa detik, tubuh kita akan langsung terpicu untuk memproduksi hormon endorfin.

Endorfin ini adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitary yang terletak di bagian bawah otak kita. Ketika tubuh kita bisa memproduksi endorfin yang cukup, maka kita bisa akan mendapat perasaan nyaman, bahagia, dan berenergi. Biasanya capek ketawa membuat mengantuk, tertidur deh. Sehingga berpuasa sambil menyusui tidak terasa lelahnya. Diharapkan ketika kondisi ibu yang fresh dan bahagia tentu akan menularkan hal serupa kepada anak. Ganbate buuu!

5. Keep Calm And Stay Breastfidding

Prosesi menyusui itu gampang-gampang susah,buwibuwk. Gak kayak keran air, diputer ngocooor deh airnya. Dalam prosesi sakral ini si ibu harus mendapatkan hati yang baik, i mean moodnya dalam keadaan baik. Gak kecewa atauwa lagi marah-marah. Kondisi rileks. Santaaaai kayak di pantai dan sloooow kayak di pulau. Kudu menciptakan rangsangan biar kelenjar mamaenya ngocor kayak keran air.

Tanamkan dalam hati ibu bahwa “menyusui adalah ibadah”  sehingga Ibu tetap tenang beribadah dan percaya diri terus menyusui, jangan merasa khawatir ASInya akan berkurang, sebab rasa cemas tersebut justru akan menghalangi kerja hormon Oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara, sehingga akan nampak seolah-olah ASI ibu berkurang.

Masih takut untuk berpuasa sambil menyusui?

 

 

Iklan

8 tanggapan untuk “Puasa sambil Menyusui? Siapa Takut!

    1. lagi tahap nyapih ini say. Udah 3 bulan. Ga mempan. Tau buah mahoni yang pahitnya ajegile? Gak mempan! Balsem geliga yang hooot? Mental! Pisah ranjang? Ucupyo gak tidur semalaman.

      bimbang banget untuk menyapih. Usia segini sebaiknya ga boleh nenen lagi. dan saya masih nyari cara supaya dy berhenti menyusui.

        1. Iyah. Saya jadi lambaikan tangan ke cctv. Menyerah Ratu Cleopatra! hahahaha. Bayangin sajalah ketika di balsemin. Awal2nya maju mundur cantik mau ngisep. cuman 10 menit pengenalannya. Setelahnya gak mempan! 😀

  1. Alhamdulillah tahun lalu dan tahun lalu nya lagi, saya masih menyusui dan tetap terus puasa dooong, yg penting niat dan sugesti diri kita bisa xooxoxox *itu klo saya 😀
    anyway cobami caraku say, biar Ucupyo berhenti ASI, bikinkan Adeknya, hihihih

    1. sa ndaaaak ampuuuuuni! wakakakakakkkakak. Bemmanakah mo bikin anak kalao belum dapat restu dari Allah? xixixixxi 😀

      saya tahun pertama menyusui ndak puasa. Nantipi tahun kedua baru, oooh, nda ngaruh ji wae.

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s