Ramadhan Challenge

Kiat-Kiat dalam Memanfaatkan THR

Kiat-Kiat Memanfaatkan THR

Pegawai yang namanya tertera dalam daftar gaji sebagai abdi negara tentunya sedang bersenang hati. Sms banking mengisi salah satu pesan dalam inbox message mengabarkan bahwa THR bukan singkatan dari Tendangan Hari Raya loh ya telah cair dan segera untuk DIHABISKAN *eeeeh capslok jebol!. Apalagi 8 hari kedepan umat muslim akan merayakan hari kemenangan, sehingga THR terasa manfaatnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jelang lebaran menjadi puncak konsumsi masyarakat. Rating tertinggi di tempati untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan? baju lebaran, gorden + taplak meja/kursi sejenis printilan untuk dekorasi rumah, berburu bumbu dapur untuk bikin kue dan masakan ketika hari raya Idul Fitri dan tentunya kebutuhan para suami untuk mendempul cat rumah yang usang terpapar radiasi UV a + UV b. Bowk yaaa sesekali sunblock diciptakan untuk tembok juga doong!

Berhubung THR memang sengaja diberikan setiap perusahaan atau instansi kepada pegawainya sebagai bekal untuk memenuhi kebutuhan di Hari Raya, so tidak ada salahnya jika THR dihabiskan untuk memaksimalkan Hari Raya. Namun tidak jarang  pengelolaannya cenderung boros.

****

Untuk mengurangi tingkat keborosan dalam menghabiskan THR, maka kita perlu bijak dalam pengelolaannya. Pernah tertuang dalam tips (klasik) mengelola THR dimana pada tips tersebut tersorot jika utamakan kebutuhanlah yaaa ketimbang keinginan yang sialnya saya ingkari sepenuh hati *staterma ayaaaah*.Entah hasutan setan dari wilayah mana yang sukses membakar kobaran api ONLINE SHOPPING yang nilainya mencapai blablabla JUTA RUPIAH hanya untuk baju lebaran couple-an,ckckck.

Sialnya lagi bajunya cuman sekali pakai dan kini sebagai pajangan lemari pakaian. Hiii, perilaku konsumtif yang kayak gini niih yang memadamkan kobaran api kompor hock di rumah. Jadi, berbekal kenyataan pahit buruknya pengelolaan THR tahun lalu, kini saya mencoba untuk menghabiskannya lagi secara amburadul? hah? berubah. Gaya hidup hedoisme rupanya tidak cocok untuk style saya dan keluarga tentunya. Masa iyaaa keluarga saya kekurangan gizi hanya karena pola konsumtif menteri keuangannnya? Kan tidak solehah namanya! *sambil kibas pashmina*.

Kiat-Kiat dalam Memanfaatkan THR

Bukan hanya sungai yang meluap akibat derasnya hujan mengguyur Kota Kendari 3 hari 3 malam tiada henti, uang pun demikian. Jika tidak ada resapan, tentunya akan meluap dan menyisakan puing-puing air mata yang tak kasat mata. Habis lebaran terbitlah utang. Big Noooo!

♣ Segera Sedekahkan di jalanNya

Membayar zakat tentunya merupakan kewajiban umat muslim kaitannya dengan “habluminannas”. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al Maidah ayat 2

“Wa ta’awanu ‘alal birri wat taqwa, wa la ta’awaunu alal itsmi wal ‘udwan.”

Saling menolonglah kalian dalam hal kebaikan & janganlah saling menolong dalam dosa & permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.

Bukannya mau sook religi ya gaes, ayat di atas saya yakini bahwa ketika tolong menolong dalam kebaikan, yakinlah Allah dengan ringan akan menolong kita jika kita tertimpa kesusahan.

Dalam bulan suci ini mendapatkan THR, segerakanlah membayar zakat, agar cepaat disalurkan kepada saudara kita yang membutuhkan.

♣ Fokus pada Kebutuhan

Biasanya sih kalo dapat THR langsung saya belanjakan untuk kebutuhan dapur. Bahan bikin kue dan belanja kebutuhan dapur lainnya sebelum harga kebutuhan naik. Sejujurnya saya bingung, harga di pasaran lebih dulu naiknya sebelum hilal THR kelihatan. Strategi pasar yang luar biasa!

♣ Jangan Terjebak Promo

Pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman pun mampu mendewasakan seseorang. Berbekal pengalaman kegirangan melihat promo akhirnya saya pailit usai lebaran,hahaha. Jangan mudah terhipnotis promo ya gaes. Coba kalau ngemol dan melihat taburan promo, bacalah ayat kursi agar mata anda terhindar dari surga duniawi.

♣ Bagi-bagi Rezeki

Berhubung THR ini merupakan gaji ekstra, tidak ada salahnya menyenangkan orang-orang yang berkontribusi dalam kehidupan kita. Seperti membahagian ponakan dengan tempelan uang biru. Atau memberi hadiah lebaran pada asisten rumah tangga. Bisa juga membelikan orang tua gamis dan baju koko. Dan banyak lagi.

Kebahagiaan mereka adalah aliran doa yang tak terlihat yang siap memeluk kita dalam kebaikan. Biasanya kalau lebaran suka ngumpul-kan? Dan antusiasme ponakan kerap membuat kita mengeluarkan beberapa lembar sebagai kewajiban “hari lebaran”. Setelah dikasih mereka akan berkata “terima kasih tante, semoga rejekinya melimpah ruah. Semoga suaminya tante makin seksih dan ade Ucupyo cepat ada adiknya”. Untaian doa yang amburadul seperti itu justru membuat hati kita terketuk.

Bagi mereka, mendapatkan mendapatkan uang jajan setiap hari, biasa! Namun tempelan cantik di hari raya merupakan kebahagiaan tersendiri bagi mereka.

♣ Sisakan untuk Tabungan

20161017_173857

THR jangan dipakai semua dong ah, sisakanlah untuk bisa jajan tahu isi di kantor ,hahahaha. Yang pasti jangan ada utang pasca lebaran.

****

Demikianlah kita-kiat yang bisa Ibu Raya berikan. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Jika kalian punya kiat yang anti mainstream, boleh dong share di kolom komen Ibu Raya. Selamat berTHR *halah* 🙂

Tulisan ini saya apresiasikan untuk Arisan Blogger Sultra. Tema THR.
Seeees Irawati Hamid
Seeees Irna
Seeees Diah
THR Duwooong! *langsung ditendyang! hahahaha

 

 

Iklan

6 tanggapan untuk “Kiat-Kiat dalam Memanfaatkan THR

  1. Eheeemm, kentara anak pesantrennya peet. Keluar ayatnya tawwa, hihihih.
    Uhuukk, poin jangan terjebak promo diii.. Tp sa ndk yakin kayaknya ituee, hihihih

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s