Ramadhan Challenge

Ngabuburit Romantis dan Hemat Bersama Aa’

cats

Istri yang bijak adalah yang bisa memanimalisir anggaran dalam rumah tangga dengan mengedepankan asas “kebutuhan” dan mengesampingkan asas “keinginan”. Betul? Seberapa keras godaan keinginan di pelupuk mata tetap istiqamah dengan mengatakan “tidak!”. Namun, sering bertolak belakang dengan kenyataan,hahahaha. Betul  buw-ibuwk?

Sama halnya dengan kegiatan ngabuburit di bulan suci Ramadhan. Ngabuburit itu sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menunggu waktu berbuka. Banyak kegiatan bermanfaat yang bisa kita lakukan saat ngabuburit. Memilih tempat ngabuburit agar bermanfaat menjadi kunci, apakah ngabuburit kita bisa mendatangkan hikmah atau tidak.

Tak terkecuali saya dan suami. Sejujurnya kami bukan pasangan yang doyan keluar rumah dan menghabiskan waktu untuk hal yang tidak jelas. Mendingan di rumah main bersama anak sambil menyediakan menu makan malam misalnya. Namun ada yang namanya “jenuh” melingkupi kami. Olehnya kami membutuhkan udara segar.

Mau ngabuburit di mall jelas akan membuat dompet saya berkoar-koar untuk sekedar belanja belanji yang mengutamakan keinginan. Maka jadilah, saya berinisiatif mengajak suami ngabuburit berbulu pacaran! hahahaha. Keren bukan?

***

Suami saya paling takut kalau istrinya berkata “yobo, pacaran yuuuk!” Ada 2 kemungkinan :

  1. Menghabiskan uang untuk hal yang tidak jelas dan nangis bombay berhari-hari ketika menyadari uang yang dihabiskan tidak sesuai dengan kebutuhan.
  2. Keliling Kendari untuk mencari inspirasi sambil foto-foto,xixixixixi.

Namun bukan Ibu Raya namanya kalau tidak berhasil membujuk suami agar mau di ajak kelalang-keliling mencari inspirasi dalam dunia fotografi *asiiiiik*. Kebetulan yang mengasyikkan kami berdua sama-sama suka fotografi. Utamanya fotografi ponsel. Kami suka hunting pemandangan alam atau foto tentang kemanusiaan yang sering gagal atau food street photography atau foto jajanan makanan gitu lah.

Berhubung cuaca Kendari Oke banget pada hari sabtu dan minggu, jadilah semesta seakan meridhoi niat Bu Raya mencari spot untuk memotret alam ciptaan Allah yang sangat indah sambil menguji keimanan pak suami yang diajak panas-panasan,hehehe.

Ini tantangan romantis loh yaa. Kalau misal sekarang gak mau di ajak ngukur jalan sama istri apalagi nanti! Sekalian menguji kemampuan fotografi kami, agar kelak kami tak menyesal jika berburu DSLR beserta lensa-lensanya dan membuka studio foto sebagai investasi ketika kami pensiun dari status yang menjadi rating no. 1 pilihan orang tua ketika anak gadisnya dilamar sebagai abdi negara.

Berikut hasil ngabuburit yang terekam dalam ponsel kami.

1497579522020

Foto ini mengajarkan saya bahwa Allah itu menyukai keindahan. Lihat, bagaimana karyaNya yang ajaib ini sukses membuat paru-paru setiap yang menghirup udara di tempat ini membaik. Bagaimana  mata kita bisa sehat dengan melihat pemandangan indah ini. Hamparan luas langit dan bumi bersatu mengeluarkan aura positif dengan warna cerah yang membuat siapapun yang melihatnya terpikat.

Bagaimana air, rumah dan tumbuhan bersatu menciptakan kesan mereka bersahabat dan lalu mengapa kita sesama manusia yang juga ciptaan Allah saling gondok-gondokkan dan tidak bersatu dalam menjalami kehidupan? Gambar ini bentuk keindahan yang harapannya mengajarkan kita mengikat hubungan yang indah kepada sesama ciptaan Allah.

20170321_134503-01

“ini ikannya habisin! kamu tuh buang-buang makanan gini nanti kualat!” begitulah omelan mama saya ketika mendapati sisa makanan di piring saya yang tidak habis. Bukannya membuang sih, hanya pada dasarnya saya sudah kenyang.

Begitu saya melihat perjuangan mereka mencari rejeki di lautan bebas sana, saya merasa tertampar! Bagaimana kerasnya hidup yang mereka jalani, bersahabat dengan panas matahari demi terkumpulnya rupiah dan terkepulnya asap dapur rumah mereka. Sementara saya? buang-buang ikan hanya karena alasan kenyang,ckckckck.

1497579486207

Gambar di atas ini bisa disebut sebagai street photography, melihat bagaimana keindahatan jalan raya dengan beratapkan langit biru. Hiasan kabel yang beriringan sepanjang jalan menjukkan kejantanan mereka mengawal jalan agar tetap benderang ketika malam hari. Romantisme jalan raya.

anigif

(fotografer dan modelnya yang alay :P)

Berhubung kami menikah tanpa pacaran, jadinya jalan berdua dengan menitipkan anak pada neneknya adalah hal paling berharga,hahaha. Mengikut sertakan anak sepertinya bukan waktu yang tepat. Tolong jangan gudje kami sebagai orang tua egois, lihat saja medan lokasi kami, sangat dekat dengan laut bebas, apalagi anak kami itu tipenya bukan anak yang kalem, jadi kami takut jika ia eksaitit melihat lautan bebas yang diklaim dalam pengetahuan alam bawah sadarnya bahwa laut itu adalah bak besar seperti di rumah :'(.

Gaya pacaran kamipun sebenarnya bukan khas anak muda nan gaul zaman sekarang seperti mengintari mall sambil pegangan tangan, makan malam romantis, apalah apalah. Gaya pacaran kami dengan menerapkan kata mutiara HEMAT PANGKAL KAYA. Dimapun kami berpijak, usahakan tak ada rupiah yang keluar apalagi berhamburan,hahaha.

Bagi kami, romantis itu ya kayak gini! Jangankan saling berangkulan mesra, pegangan tangan di umum saja tak pernah,huhuhu. Kalau kata suami :

“Jangan pertontonkan romantisme di depan umum, sayang. Yang sewajarnya sajalah. Jangan sampai menimbulkan kedengkian bagi yang melihatnya. Yang penting kita se iya se kata di depan umum. Maksudnya kamu tetap yang terdepan dan saya jagain kamu dari belakang, menghalau pencopet!” Eeeerrr

Hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 05.40 pm wita. Saatnya Bu Raya dan suami pulang untuk berbuka puasa bersama keluarga. Berbuka puasa di jalan jelas akan mengeluarkan rupiah lagi! *dasar buwibuwk pengiritan*. Pemotretan hari ini diakhiri dengan gambar di bawah ini :

17265081_1226629414110785_2115726394451141955_n

Bahwa jangan pernah suka berkhayal hal-hal yang tidak masuk akal apalagi berat untuk dijangkau. Karena sesunggunya ekspetasi tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Jalani saja hidup ini dengan mengharap ridho Allah agar hidup kita penuh dengan keberkahan dan satu per satu Allah mengabulkan eskpetasi kita. Amin.

With Love,
-Raya Makyus-

 

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Ngabuburit Romantis dan Hemat Bersama Aa’

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s