Ramadhan Challenge · Tips & Tutorial

Tutorial Hijab Simpel “Ketangguhan yang Anggun” ala Ibu Raya

..Assalamualaykum..

cats

Tidak terasa bulan suci Ramadhan akan meninggalkan kita semua. Tamu agung yang senantiasa dinantikan kehadirannya. Semoga Allah SWT masih memberikan kita kesehatan, kesempatan dan usia yang berkah hingga akan bertemu dengan tamu agung pada tahun berikutnya, berikutnya, berikutnya, berikutnya hingga merayakan kepergiannya sebagai makna kemenangan setelah sebulan lamanya mengumpulkan pahala yang dilipat gandakan. Amin.

Budaya yang berkembang dari perayaan hari yang Fitri adalah silaturahmi secara nyata – offline dari rumah ke rumah. Face to face. Eye to eye. Bukan melalui tulisan di dunia maya “maaf lahir batin ya”. Mengikat kembali ukhuwah yang mungkin pernah terkikis oleh keegoisan individunya. Merajut kembali kerinduan yang terpisahkan oleh waktu. Tak lupa bercengkrama untuk membangkit hormon kebahagiaan yang mendatangkan manfaat bagi diri kita sendiri.

Hal yang menakutkan bagi saya ketika silaturahmi ke rumah keluarga adalah jika mengetahui yang punya rumah ada bujangannya *halah*. Pasti deeeh ada udang di balik bakwan. Perjodohan terselubung! Tapi itu duuuluu, zaman Ibu Raya masih memegang kejayaan sebagai jomblowati sholehah. Sekarang-kan alhamdulillah sold out! Dan berganti kejayaan menjadi istri dan mamak sholehah (amin).

***

Hal menakutkan lainnya adalah bocah berambut kriwel yang pernah nongkrong di rahim saya selama 9 bulan yang kini berusia 2 tahun 10 bulan. Lah, kok sama anak sendiri takut?Β  Bukan personalnya yang saya takuti,melainkan aktifitasnya yang kadang di luar jangkauan. Lari-larian pantang menyerah dimana pun ia berada. Rumahpun sering dianggap lapangan luas baginya.

Lebaran tahun lalu, kami mendatangi rumah keluarga, saat itu saya mengenakan trend fashion kekinian. Jilbab Syar’i. Dimana jilbabnya panjang menjuntai nyaris menyentuh mata kaki. Ucupyo lelarian mengintari ruang tamu. Di sisi kanan banyak tumpukkan keramik yang jelas harganya bukan 3 biji 100 rebu. Di atas meja tamu berderet toples-toples yang penutupnya menjulang menyerupai mena Eiffel bertabur mutiara kelihatan asli syukurnya hanya imitasi.

Saya menghalau Ucupyo yang sedang memacu kencang larinya menuju meja tamu dengan gerakkan slow motion. Ketika badan saya berbalik arah hendak menangkap tangannya, kibasan jilbab syar’i menyentuh gelas minuman beserta toples mutiara tadi di atas meja tamu, dan entah megapa mereka membentuk persatuan yang sangat solid hingga berjatuhan dilantai. Pecah!

Berkiblat dari kejadian tersebut, saya memutuskan menggunakan hijab simpel saja yang mengutamakan keselamatan barang berharga ketika menyelamatkan Ucupyo dari insiden yang mbikin mamaknya harus menahan malu karena terang-terangan mecahin gelas beserta toplesnya untuk bersilaturrahmi ke rumah kerabat dan saudara. Walaupun simpel, tetap memperhatikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

***

Hijab simpel yang saya maksudkan bisa jilbab segiempat ataupun pashmina dengan model yang simpel namun terlihat bersahaja. Pemilihan kain yang tepat membuat pemakainya nyaman.

Berikut tutorial hijab simpel ala Ibu Raya yang bertema “Ketangguhan yang Anggun”. Tangguh? Iya dong, mamak-mamak yang lari kejar-kejar anaknya yang aktif-kan potret bagaimana Tuhan membentuk karakternya menjadi tangguh! *eaaaa.

Ceki Dot :

I. Kamila Instant Shawl

Sejenis pashmina instan di bagian leher terdapat manik-manik manis terlihat seperti kalung. Berbahan ceruti yang cocok dipakai bagi wajah berbentuk oval.Β  Saya beli melalui Facebook. Akunnya asli dan no tipu-tipu *promo*. Seacrh ajah “ayasophia hijab” . Lets see the tutorial :

cats

  1. Rentangkan tali dari kedua sisi untuk memastikan talinya gak putus. Ritual ini mengawali niatan kamu menggunakan pashmina instan Kamila Shawl ini *penting gak seh?*
  2. Ikatkan kedua tali di belakang leher. Sesuaikan ikatan dengan selera kamu. Mau sampe leher kejepit kek, leher memerah kek, terserah anda πŸ˜‰
  3. Bentangkan pashminanya kedepan sebagai simbol ikatan di belakang leher sudah nyaman menurut versi anda.
  4. Letakkan pashmina di atas kepala dengan cara memutar sambil senyum-senyum manjah.
  5. Jika sudah sesuai selera anda pada posisi poin ke 4, rentangkan ujung pashmina saling berhadapan.
  6. Ujung pashmina dituntun ke belakang kepala lalu sematkan pentul agar rapi.
  7. Kalau saya sih sukanya disematkan di bagian ciput ninjanya. Bagian dalem gitu deh.
  8. Jadi deh

 

cats
Yang tengah ownernya Ayasphia Hijab dan sebelahnya lagi salah satu brand ambesador Ayasohia hijab. Yang gayanya paling ngasal calon model selanjutnya. Dengan catatan jika sudah mahir dandan!

II. Pashmina “black” Ceruti

Masih bahan kain yang sama kayak KamilaInstan Shawl juga toko yang sama, pashmina ini yang biasa saja, tanpa ada ornamen lucu. Pashmina hitam polos. Ada beberapa gaya yang saya gandrungi untuk pashmina polos ini.

a. Model Simpel

cats 2

Model ini gaya harian saya ke kantor. Simpel banget! Gak neko-neko! Ga mesti pentul sana-sini. Caranya pun gampang!

  1. Pakai pashminanya diawali dengan lafazh basmallah. Usahakan salah satu sisi pendek sebelah. Ga bole sama rata pashminanya. Hukumnya mubah.
  2. Sematkan pentul/peniti guna mempererat hubungan sisi kanan dan kiri.
  3. Pastikan salah satu sisinya pendek/panjang sebelah.
  4. Puter pashminanya di atas kepala dengan gerakan melingkar.
  5. Sematkan pentul/bros di sisi manapun yang anda inginkan.
  6. Jadi deh.

b. Model Santai Kayak di Pantai

cats 4

Saya tuh kalau lagi badmood paling males ngutak-ngatik jilbab. Mau pakai bergo ajah sayangnya jenis bergo tak selalu tepat pada wajah oval saya. Jadinya saya memilih jalur ini, model yang santai, bebas dan menentramkan, karena kainnya menjulur hingga menutupi perut buncit :D.

  1. Pastikan untuk menyematkan peniti/pentul sebagai pengikat hubungan sisi kanan dan kiri.
  2. Ambil ujung masing-masing sisi. Sama ratakan.
  3. Silangkan kedua sisi dan pertemukan mereka di belakang leher.
  4. Ikat manual, cara mengikatnya pun sesuaikan dengan selera anda.
  5. Setelah diikat masukkan ke dalam kerah baju agar simpul ikatannya tak nampak dari luar.
  6. Rapikan agar tampak belakang tak kelihatan aurat leher, bisa juga dipanjangkan agat tidak berwujud leher jenjang kita, misalnya.
  7. Selesai deh.

c. Anti Ribet

cats\

  1. Sama ratakan sisi kanan dan kiri tanpa ada pemilihan kasih.
  2. Silangkan kedua sisi.
  3. Letakkan kedua sisi tersebut di pundak.
  4. Rapikan
  5. Rapikan bagian belakang, jangan sampai aurat leher kelihatan.

Model kayak gini biasanya saya pakai jika pulang kantor. Biasa-lah faktor M-A-L-A-S! hahaha. Iya, malas pental-pentul jilbab lagi,hihihi. Minusnya dari model ini, bagian dada lebih menonjol. Olehnya, jika menggunakan model ini, jangan pernah gunakan pakaian yang ketat.

***

Keempat model pashmina di atas tentu aman digunakan sambil kejar-kejaran bersama anak. Walaupun sedang berlari, tetap terlihat anggun. Ya, kecuali lari dari kenyataan sambil mewek di bawah pohon toge, jelas tidaklah anggun! Iyyyyuwh.

Apalagi saya yang siap-siap berpetualang dari rumah ke rumah saudara ataupun kerabat ketika hari lebaran. Dengan pola/tingkah anak saya yang cethar, jelas urusan mahkota kepala perlu dipertimbangkan agar tidak menghalangi indahnya menjalin silaturrahmi. Karena pengalaman adalah guru paling berharga, maka saya tak ingin memecahkan barang berharga orang lain karena hal sepele,hehehe

***

With Love
-Raya Mayus-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

3 tanggapan untuk “Tutorial Hijab Simpel “Ketangguhan yang Anggun” ala Ibu Raya

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s