Pakyus · Rafid Family

Peran “Bapak” dalam Tumbuh Kembang Anak

20161120_140942

Bagi anak perempuan, sosok bapak adalah first love. Cinta pertama yang membekas di hati hingga si anak perempuan sukses di culik hatinya oleh lelaki lain untuk menggenapkan agamanya. Ketika di culik hatinya pun pastinya si anak perempuan berkaca dari cinta pertamanya untuk dijadikan patokan alasan menerima si penculik tersebut. Sedangkan untuk laki-laki, sosok bapak adalah pahlawan yang kekuatannya melebihi kekuatan superman, spiderman bahkan pendekar Rajawali.

Zaman dulu, orientasi pengasuhan anak terletak pada ibu. Menjaga dan merawat anak sebagai implementasi dari pengasuhan demi memenuhi nafkah batin anak. Sedangkan orientasi perlindungan anak terletak pada seorang bapak yang giat mencari nafkah sebagai bentuk nafkah lahir anak.

Belakangan, pola asuh anak dipengaruhi oleh budaya. Jadi, apa yang diajarkan oleh orang tua kita dulu akan berimbas dengan cara mendidik anak sekarang. Misalnya nih orang tua kita tuh killernya luar biasa. 11-12 sama hitler contohnya. Contohnya doang itu mah. Pola asuh yang tertanam dalam benak kita kala itu adalah hanyalah amarah. Salah berbuat sesuatu, kena marah! kelebihan main, kena marah! Dapat nilai 5 di raport, kena marah! Semua serba marah.

Karena pola asuh serba marah tersebut, sehingga tidak menutup kemungkinan jika pola asuh kita akan sama ketika mengasuh anak sendiri. Nah, disinilah tantangan kita sebagai orang tua. Bisa gak istiqamah agar tidak berkiblat pada kejadian masa lalu? Tidak berkiblat pada pola asuh orang tua kita sebelumnya?

Mari sama-sama belajar. Karena kita sebagai orang tua hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, olehnya belajar dari kesalahan pola asuh orang tua kita sebelumnya untuk tidak menerapkannya pada anak kita. Apalagi jika disadari bahwa pola asuh tersebut salah bidik.

Hal yang perlu digaris bawahi agar selalu diingat adalah :

  • Anak adalah penjamin masa depan
  • Anak adalah sumber kebahagiaan dan kebanggaan
  • Anak adalah pelampiasan kegagalan masa lalu orang tua
  • Anak adalah warisan sekaligus amanah

****

Kehadiran seorang bapak mampu menimbulkan keamanan emosional, kepercayaan diri dan keinginan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar. Taulah jika bersama “ibu” pastinya ini dilarang itu di halangin,hahaha. Bukan karena kami para ibu takut anak kami kotor. Tetapi kami takut jika anak kami kenapa-kenapa yang menjurus ke hal “keamanan”. Jadi wajar lah ya bagi sebagian suami menjuluki istrinya sebagai kapolda! wkwkwkwk

Bapak dan ibu tentunya memiliki peran masing-masing dalam perkembangan anaknya. Jika sosok bapak cenderung menyemangati dalam bidang kompetisi, kemandirian dan prestasi, beda lagi dengan sosok ibu yang cenderung berpijak pada keadilan, kerja sama dan keamanan.

Pakyus (baca : Bapaknya Ucupyo) itu…

Seperti bapak-bapak lainnya minus perutnya loh ya, karena bapaknya Ucupyo dikarunia perut yang sispek sebanyak apapun porsi makannya, yang memiliki nilai tersendiri di hati anaknya dan emak anaknya tentunya yaaa. Bahkan anak saya lebih condong menunjukkan kasih sayang ke bapaknya ketimbang mamaknya.

17498927_1235709459869447_1019236456946521258_n

Kalau kata orang tua yang melihat kedekatan anak dan bapak  begitulah jika ari-arinya ketika nongol di dunia dibersihkan oleh bapaknya sendiri. Dicuci oleh bapaknya. Di tanam oleh bapaknya pula! Entah mitos atau fakta, karena prosesi sakral tersebut sehingga si anak lengkeeeet kayak perangko sama bapaknya. Dimana bapaknya berpijak, disitu anaknya minta digendong,ckckckck.

Pakyus, memiliki kestabilan emosi. Sangat stabil! Beda banget ama makyus! hahahaha. Beliao tuh menghadapi masalah santaaaaai kayak di pantai dan slooooow kayak di pulou. Sampe bikin saya merinding disko antara pengen nangis dan pengen cubitin perutnya pake clurit. Doi tuh mengadaptasi slogan MENGATASI MASALAH TANPA MASALAH.

Ya iyalaaaah emosinya stabil, secara beliao tuh tidak mendapatkan gangguan hormonal bulanan,hihihihi. Sehingga Ucupyo tuh damai banget jika bersama bapaknya. Manjat pohon sekalipun pakyus cuma mengingatkan “manjatnya yang bener,cup. Fokus!”.

***

5 tahun menjadi pendamping hidup saya, diam-diam banyak hal yang saya ketahui dari pria yang tampangnya seram tapi hatinya pinky itu.

Beliao adalah sosok bapak yang pedulian. Tidak peduli sebanyak apa kegiatannya di kantor, tetap mengutamakan keluarga. Setiap jam 12 pasti beliau sudah meninggalkan puluhan mahasiswanya untuk bimbingan demi mengasuh anaknya di rumah.

Kedengaran seperti ibu yang jahat ya saya? hahaha

Berhubung saya bekerja di kampus bukan sebagai dosen melainkan sebagai birokratnya, sehingga aturan kantor wajb saya patuhi tanpa a-i-u-e-o. Masuk kantor pukul 08.00 wita dan pulangnya 16.30 wita. Terkadang jika saya terlambat masuk kantor, artinya jam istirahat saya ganti menjadi jam kerja.

Bahkan ketika Ucupyo saya ikut sertakan di kantor, Pakyus dengan sukarela menemani Ucupyo bermain di kantor, apalagi saat itu pemeriksa keuangan pusat sedang memeriksa divisi yang saya naungi saat ini.

Yang saya yakini, seorang anak ketika dibimbing oleh bapak yang peduli, perhatian dan menjaga komunikasi dengan anak insyaallah si anak memiliki kecenderungan untuk menjadi anak yang lebih mandiri, kuat dan memiliki pengendalian emosional yang lebih baik.

Berikut tips menciptakan kedekatan dengan anak ala Pakyus :

  • Berdoalah kepada Tuhan agar anak-anak kita mudah untuk diarahkan.

Setiap sholat beliao berdoa untuk rumah tangganya. Dimana bininya yang sering ngaku sholehah beneran menjadi istri sholehah dan anaknya menjadi anak sholeh. Karena anak yang sholeh insyaallah mudah diarahkan.

  • Terlibat dalam pengasuhan dan perawatan anak.

Jangan pernah jijik dengan kotoran anak. Bahkan saya pernah di gudje sebagai istri durjanah karena membiarkan suami menggantikan popok plus cebokin anak. Apapula itu saya pernah di gudje istri sakit karena ngebiarin pakyus nyuapin dan mandiin anak! Huwahahahaha, maka positif jadi kerak nerakalah saya!

Memangnya salah apa membantu istri dalam merawat anak? salah? Toh ketika masa tua nanti, jasa baik kita dalam menjalankan amanah Tuhan berupa mengasuh anak akan di balas olehNya. Akan ada masanya kita sebagai orang tua akan dirawat pula oleh anak. olehnya mengapa kita di tuntut menjadi orang tua yang baik, agar generasi kita pun akhlaknya baik, insyaallah.

lagi pulaaa Ucupyo-kan anak kita bersama tanpa ada percampuran zat lainnya,ckckckck. Saya berterimakasih kepada Allah yang sudah mempertemukan saya dengan pakyus yang semoga tulisan ini tidak terbaca olehnya. kalau saya kawinnya sama orang lain mungkin saja kisah saya tak akan semanis madu dengannya *ahaaaay*

  • Ikut bermain bersama anak.

Dimana Ucuyo maen, disitu ada pakyus yang mengekori, ada pakyus yang ikut kejar-kejaran, ada pakyus yang bakalan murka kalau anaknya jatoh disaat main sama makyus dan makyus kerjaannya main HP! hahahaha *ampuni akuuu baaaang*.

19553858_1329832197123839_7037588810993447076_n

Bahkan pakyus menjadi idola di salah taman bermain di Kota Kendari karena aksi heroiknya kejar-kejaran bersama Ucupyo dimana pada saat kejadian kebanyakan ibuwk-ibuwknya ketimbang pakbapaknya.

  • Menjalin komunikasi yang membangun.

Kalau menurut Ditta M. Oliker Ph. D Pikolog Klinis dari Los Angeles bahwa anak yang mengalami relasi yang instensif dengan bapaknya semenjak lahir akan tumbuh menjadi anak yang memiliki emosi yang aman (emotionally secure), percaya diri dalam mengeksplorasi dunia sekitar dan ketika tumbuh dewasa mereka mampu membangun relasi sosial yang baik.

Katanya punya katanya apabila perkembangan sosial anak dalam keluarga sudah terbentuk dengan baik, maka saat berada dalam masyarakat anak tersebut akan mudah bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena lingkungan pertama ketika anak lahir di dunia dan pertama berinteraksi adalah lingkungan keluarga.

****

Akhir Kata :

16508072_1198829390224121_4501278728610295431_n

Selamat ulang tahun Yobo. Maafkan makyus yang tak memberi surpised berupa kado seperti sebelumnya. Bukan karena makyus pengiritan loooh tapi karena maleees ich kelayapan sementara pakyus sedang menjalani diklat demi masa depan yang lebih cerah ceria. Kan tidak solehah lagi jalan seorang diri tetiba ketemu mantan dan mantannya senyum-senyum ke makyus! bguwahahahaha *GRGRGRGRGRGR*.

Semoga di usia ke 33, Pakyus senantiasa diberi kesehatan yang melimpah, keselamatan, harta yang melimpah dan tentunya umur yang panjang. Amin. Senantiasa menjadi nahkoda kapal yang bijaksana. Dan makin hebat jadi fotografernya makyus,hahaha *lalu meteor lewat*.

 

Kendari, 24 Juli 2017

-Raya Makyus-

Bukan Owner Beras Maknyus

 

 

 

 

Iklan

11 tanggapan untuk “Peran “Bapak” dalam Tumbuh Kembang Anak

  1. napa endingnya kayak gini “Bukan Owner Beras Maknyus”
    hahahaha
    anak-anakku perempuan semua, jadi lebih suka kalau main ama bapaknya..
    terlebih saat aku bawa speda motor, buru-buru deh ikutan

    1. Soalnya banyak yg nanya, apakah daku owner beras maknyus? Karena nama akunku d medsos raya makyus,hahaha

      Subhanallah.. aset tuh pak,anak perempuan. Betapa saya menginginkan punya saudara perempuan 😀 tapi semoga keturunanku ada juga yg perempuan diing.

      Semua anak kecil doyan naik motor ya? Apalagi posisi di depan 😃

      1. Eaaah.. padahal masih satu tahun belum bisa berdiri dengan tegak, tapi suka banget kalau di bonceng didepan sambil melambaikan tangannya kepada orang yang lewat..

    1. Kenapa dengan bibirku? seksih kan? wkwkwkwk

      Semoga segera diwujudkan dengan calon bapake anaknya bijo,yes! Bapak yang sayang sama keluarga tentunya 😉 *akuuu gak mau kepo sama om bule* 😀

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s