Opini

Disiplin Diri Ala Raya Makyus

167b880fecffcc3581ca077c7cfc1ef3601e93b8_original

“Yobo, kita kok kayak jalan di tempat ya?” kata si istri sambil menyulam daster robek andalannya.

“Jalan di tempat gimana maksudnya?”

Ya… kita gini-gini ajah, belum ada kemajuan yang signifikan. Kita-kan tim solid,yobo. Anda sebagai pimpinan dan saya Mentri perencanaannya, gimana sih?” lanjut si instri nyerocos sambil teriak karena tangannya ikut tersulam.

Gimana mau maju kalau kamu angin-anginan. Seseorang yang maju itu bukan tolak ukurnya jabatan ataupun uang. Orang yang maju itu jika berhasil mendisiplinkan diri sendiri”.

Pada akhirnya tema perbincangan malam itu adalah tentang disiplin diri yang disinyalir menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang. Kata pak suami, disiplin diri semacam perilaku seseorang yang berpengaruh besar terhadap segala hal terkait dalam aspek kehidupannya. Baik itu urusan pribadi maupun kepentingan bersama.

Untuk memiliki kedisiplinan diri, tidak segampang ngegampar lalat saat hinggap dimakanan. Butuh latihan keras dan kesadaran dalam diri akan pentingnya sikap disiplin. Sehingga menjadi landasan kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Ngapain mesti disiplin? Bukannya orang sukses itu tergantung niat dan keinginannya?

Eniwey, disiplin itu sendiri merupakan karakter yang terbetuk dalam diri ketika kita  memiliki tujuan yang akan dicapai. Contohnya :

Hobinya makan/ngemil tapi cita-citanya punya body kayak personil SNSD. Cita-cita yang kontras dengan hobi bukan? Untuk mengejar cita-cita memiliki body langsing tentunya hal utama yang dibutuhkan adalah niat. Lalu keinginan. Kemudian bagaimana kita mendisiplinkan diri menerapkan pola hidup sehat yang disebut usaha. Salah dua caranya dengan mengurangi konsumsi karbohidrat, misalnya. Dan giat berolahraga, agar timbunan lemak jahat dalam tubuh dapat terkikis melalui keringat yang kita hasilkan.

No-self-discipline
Sumber gambar : link

Jika rutin mendisiplinkan diri dengan menerapkan pola hidup sehat, yakinlah cita-cita untuk mendapatkan body singset tidak sesusah yang dibayangkan. Langsingnya dapat, sehatnya apalagi! Karena disiplin diri merupakan kebiasaan yang sering kita lakukan secara berulang-ulang dan terus menerus secara berkesinambungan.

Mengapa kita harus disiplin?

5b7e4174c82db26e5beedad2e6f3407d--powerpoint-presentation-background-cool-powerpoint

Pertama-tama yang kita pahami adalah, kita ini hanyalah manusia biasa yang memiliki sifat dasar angin-anginan alias malas-malasan alias panas-panas ee ayam :D. Ingin hidup sesuka hati, sehingga banyak aturan penting dalam hidup yang dilanggar.

Manusia itu gampang bosanan atau saya saja yang gampang bosanan? jika melakukan kegiatan yang itu-itu terus dalam waktu yang lama. Bosanannya gak tanggung-tanggung cuuuy, bisa mencapai 24 karat bahkan kebosanan yang berkarat mungkin bisa digadaikan di kantor yang memiliki slogan “mengatasi masalah tanpa masalah”. *ketahuan deh siapa yang doyan menggadaikan harta,wkwkwkwk*.

Ada pepatah yang mengatakan “kita lebih mudah menerapkan disiplin diri jika kita mencintai apa yang kita kerjakan”. Jadi bawaannya ikhlas gitu loh. Lancar maksimal. Namun tidak semua jenis pekerjaan yang merupakan takdir yang Allah berikan sesuai dengan passion kita. Sehingga semangatnya maju mundur cantik dalam mencapai target.

Kembali ke diri kita sendiri sih mau belajar mencintai pekerjaan tersebut atau mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion. Karena bisa jadi kerjaan yang kita tidak sukai merupakan jalan menemukan bongkahan berlian yang selama ini kita cari. Dan bisa jadi sesuai dengan ayat al qur’an dalam surah Al Baqarah ayat 216 yang berbunyi :

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.

Belajar mencintai kerjaan atau sesuatu yang bukan passion kita sama halnya dengan belajar mencintai cowok yang bukan tipe kita,iyyyuwh! hahahaha. Jadi perbanyak meminta pertolongan kepada Allah agar dimudahkan untuk mencintainya. Mencintai pekerjaan ataupun cowok yang sedang mendekati kita.

Apakah Ibu Raya Menerapkan Disiplin Diri dalam Kehidupan?

*mulai curhat gaes*

Firstly yang perlu kalian ketahui bahwa saya mengidap penyakit howang kaya kalau kata dokter. Kolesterol cuuuy! Diusia yang sebelia ini saya sudah kolesterolan? Woaaah apa kata dunia? Justru karena keloyalitasan saya terhadap bos menyebabkan saya kolesterolan. Setiap hari makan di luar. Makanan yang saya pesan pun mengandung protein tinggi,hahahaha. Si bos ga nafsu makan kalau bawahan yang cantik manis wangi sepanjang jalan kenangan ini gak ikut serta menemaninya makan.

Kolestrol saya 250 yang normalnya seharusnya berada diantara angka 200-239 mg/dL. Ciri-cirinya kayak ada anak bayi duduk cantik di tengkuk. Oleng kapal kapten! Kalau sudah terkena kolesterol gini, jangan harap bisa sembuh total deh. Salah makan dikit saja,pasti kambuh lagi.

Lalu dokter menyarankan saya untuk rutin berolahraga. Karena kolesterol yang berasal dari lemak jahat yang menumpul dalam sel darah harus terbebas. Contoh kolesterol dalam darah kita tuh kayak gini :

 

koles
sumber : link

Lihatkan bagaimana tumpukan lemak jahat membuat aliran darah tidak lancar menyebar ke seluruh tubuh? Ya gimana gak oleng kapal coba kalau darah yang seharusnya menyuplai oksigen ke otak justru terkandas oleh si lemak jahat tersebut?

Karena cita-cita saya ingin memusnakan lemak jahat dari tubuh sekaligus ingin kuyuuuus kayak personil SNSD, maka saya menekuni olahraga lari. Heavy boooowk! Yeah karena saya kan doyannya lari dari kenyataan,hahaha. Sejak saat itu saya mendisiplin diri untuk menaati aturan tidak tertulis yang hati dan otak saya sepakati.

Baca ini dong : 10 Soundtrack Pembangkit Semangat Olahraga

Hasilnya? Setelah 6 bulan rutin berolahraga, kolesterol saya menjadi 200 mg/dL. Kaget juga sih, saya ternyata jago lari! wkwkwkwk. Emang bener ika kita mendisiplinkan diri, akan terasa manfaatnya ketika kita memiliki cita-cita/target/impian yang ingin kita capai. Kuncinya fokus,cuy!

Dan kini saya sedang bertarung melawan diri sendiri untuk mencapai cita-cita saya yang lain yang hingga detik ini masih diam membisu di sudut hati kecil saya. Suami saya sering berkata kalau saya kalah telak dalam cita-cita yang satu ini. Bukan kalah sih, lebih tepatnya sedang menyusun strategi agar cita-citanya tidak melenceng dari rencana *emang ada cita-cita begitu modelnya?ckckcck*.

Kisah hidup saya di atas bisa saya bilang hasil yang keren untuk bisa dijadikan tulisan mengenai disiplin diri *sombhooong*. Karena saya berhasil menaklukan rasa malas berolahraga yang ternyata olahraga itu bikin nagiiiih tau ga sih lo!

Tips Menghidupkan “Disiplin Diri” dalam Sanubari

Ala Raya Makyus

Tanamkan dalam benak bahwa disiplin diri yang baik merupakan kunci kesuksesan. Tidak ada orang yang ditakdirkan miskin seumur hidupnya. Atau susah sepanjang hayatnya. Yang ada hanyalah orang yang kalah dengan dirinya sendiri. Membangun disiplin diri memang sulit untuk memulai. Namun akan terasa mudah jika orang memiliki tekad yang kuat untuk menerapkan disiplin diri dalam hidupnya.

Kelihatan kayak motivator banget ya? hahahaha. Saya bisa wise banget ngomong kayak gitu karena saya pernah menerapkan disiplin diri dalam hidup. Saya merasakan manfaatnya dan saya mau berbagi tips (semoga) jitu bagaimana sih menghidupkan atau mengONkan disiplin diri dalam sanubari *sambil mengepalkan tangan di dada*.

1. Memiliki Impian

Setiap manusia yang terlahir dimuka bumi ini tentunya memiliki impian akan masa depannya. Karena impian itulah kita mampu mengubah dunia *tsaaah*. Kita mampu membentuk harapan-harapan dengan melakukan usaha. Mana ada impian terwujud dengan sekali berkedip?

Nah untuk mencapai impian itulah dibutuhkan kedisiplinan diri yang besar yang berasal dari dasar hati manusia.

2. Tentukan Skala Prioritas

Contohnya gini, kalau kamu mau membangun istana, please deeeh jangan jelalatan mantengin toko online ataupun keluyuran di mol ,wkwkwkwk *self reminder*. Walaupun kamu belanjanya untuk isi dari istanamu kelak. Seperti kursi, meja dan lainnya.

Berdiri dulu istananya, baru deh isi istananya yang di beli 😉

3. Fokus pada Tujuan Akhir

Kebiasaan banyak orang dalam membentuk kebiasaan baru adalah mereka tidak bisa konsisten dalam bertindak. Dengan tindakan semua terlihat lebih jelas dan mudah bagi kita menyusun rencana untuk melakukan tindakan dengan lebih baik.

“Ala bisa karena biasa”

Karena disiplin diri itu merupakan latihan yang menghasilkan pola perilaku yang diinginkan dan sikap yang membawa pada kesuksesan.

4. Hindari Kebiasaan Menunda

Kesempatan tidak datang 2 (dua) kali cuy, karena hidup hanya sekali. Begitupun dengan cita-cita kita. Jangan biarkan kamu mengejar waktu, tetapi biarkan  waktu yang mengejarmu.

5. Jangan Melupakan Diri Sendiri

Karena semangat yang membara mengejar impain sampai lupa makan, tidak mandi bahkan tidak merasakan apa itu cintaNya. Oh jangan doong! Kejarlah duniamu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya dan kejarlah akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.

6. Kalahkan Diri Sendiri

Finally manusia bukanlah nabi, bukan pula setan. Semangat yang maju mundur cantik kerap menghampiri ketika terbentur pada suatu keadaan yang membetekan. Keadaan yang bikin tak nafsu menggapai impian.

Kuatkan tekat, seperti quote dalam novel 5 cm :

“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri.
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.”

Ketika kita mampu menerapkan tips di atas, maka lihatlah manfaat yang datang pada dirimu sendiri. Pastinya kamu lebih fokus pada tujuan, menjadi lebih produktif, membangun mindset yang sehat, mengenal diri sendiri dan tentunya mampu mengatur waktu.

****

Sekarang tentukan, kalau kamu pengen lanjut sekolah lagi, ya kamu harus kursus bahasa inggris. Tingkatkan toefl dan potensi akademik, bukan meningkatkan minat nonton drama Korea” lanjut pak suami menasehati.

Iya yobo” jawab si istri kalem.

Kalau ingin membangun rumah, mulai sekarang rancang, rumah kayak gimana yang kamu inginkan. Bikin rancangan anggarannya. Dan mmmm” kalimat pak suami menggantung “gak usah sering lihat blablabla.com“.

 

 

 

 

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Disiplin Diri Ala Raya Makyus

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s