Opini

PCC, Pil Halusinasi yang Menggetarkan Kendari

darurat-narkoba-pil-buat-halusinasi-mengamuk-hantui-anak-anak

“Pasien yang dirawat berusia antara 15 – 22 tahun mengalami gangguan kepribadian dan gangguan disorientasi. Sebagian datang dalam kondisi delirium setelah menggunakan obat berbentuk tablet berwarna putih bertuliskan PCC dengan kandungan obat yang belum diketahui”.

Kurang lebih seperti itu isi berita Sultra malam hari saat saya sedang menyantap makan malam. Heeeeh, ada apa dengan Kendari? Pekik saya saat itu yang dibarengi dengan kemasukkan tulang ikan saat mendengar suara perempuan yang sedang di wawancarai. Gangguan kepribadian? Mulailah saya menerka-nerka, apakah kejadian kerasukan massal? Apakah anak muda Kota Kendari sedang berguru ilmu magis sakti mandra guna-guna sebagai polemore untuk memperindah diri?

Jika hendak mendapatkan informasi dari sebuah kasus, Facebooklah media yang paling utama saya buka. Karena sekarang ini, facebook ibarat buku ensiklopedia sakti yang menampilkan berita paling hitz untuk diketahui.

Seorang teman menshare unggahan video yang di dalamnya ada seorang anak menyerupai zombie. Di dalam video seorang anak terlihat sedang berbaring di atas tanah yang becek dan ga ada ojek dalam keadaan mabuk.

Warga setempat yang menvideokan menyebut bahwa perilaku si anak tersebut persis seperti di bawah pengaruh obat. Lebih lanjut ada sosok laki-laki yang berbicara di video bahwa si anak tersebut menggunakan narkotika jenis flaka karena reaksi anak tersebut menunjukkan persis seperti ketika berada di bawah pengaruh narkotika jenis flaka.

Perlu diketahui bahwa narkotika jenis flakka adalah sejenis obat yang mengandung bahan senyawa aktif kimia alpha-PVP. Zat ini adalah stimulan utama yang merangsang naiknya hormon dopamin. Diketahui dopamin semacam neurotransmiter di otak yang apabila jumlahnya berlebihan, akan menimbulkan kesenangan berlebihan, agresivitas tinggi, hingga tak sadarkan diri (sumber : http://www.addysumoharjo.com/2017/09/waspadalah-kota-kendari-mulai-rawan-obat-mumbul-jenis-pcc.html).

Menakutkan dong ya, bahwa Kendari sudah tidak aman lagi untuk generasi penerus bangsa memaksa saya mencari informasi lebih luas lagi. Jika benar anak generasi muda Kendari menkonsumsi narkotika jenis flakka, kiamat sudah! Karena menurut kacamata saya, Kendari sebenarnya Kota yang terjangkau gitu loh untuk sekedar mengawasi dan memantau warganya.

Aktifitas anak-anak ini sebenarnya berlangsung secara terang-terangan. Tidak sekali-duakali saya mendapati anak-anak di lampu merah misalnya, ngamen sambil menghirup lem fox atau sambil mengonsumsi obat-obatan terlarang lainnya. Aktifitas yang demikian biasanya di sebut “mumbul” di Kendari. Berbicara soal penangkapan dan rehabilisasi, pastinya pemangku penting Kota ini sudah mengupayakan, hanya saja tidak ada efek jera bagi oknum penyebar dan pemakai yang menyebabkan generasi kita tetap memumbul istilah kasarnya secara berkelanjutan.

***

Kembali ke persoalan PCC yang menggetarkan Kota Kendari, rupanya seorang anak SD menjadi korban tewas dalam KLB (Kejadian Luar Biasa) yang ditetapkan Pemerintah Kendari terhadap 64 korban diduga penyalahgunaan obat.

Anak tersebut memperoleh obat dari tantenya sendiri yang juga merupakan pecandu obat-obatan terlarang tersebut. Sementara korban lainnya mengaku memperoleh dari orang yang tidak dikenal secara cuma-cuma dan ada pula yang membeli.

Dari informasi yang beredar di masyarakat para korban ini mengonsumsi obat-obatan terlarang, jenis PCC yang konsumsi bersamaan dengan somadril dan tamadrol.

PCC

Slide1

Carisoprodol  digunakan untuk melemaskan otot demi menghambat rasa sakit ke saraf dan otak yang biasa digunakan yang tentunya sesuai resep dokter untuk rasa nyeri pasca operasi misalnya. Karena obat ini  memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot namun hanya berlangusng singkat. Penyalahgunaan carisoprodol untuk menambah rasa percaya diri. Bahkan digunakan sebagai obat penambah stamina.

Fyi, Carisoprodol yang terkandung dalam PCC itu tidak masuk daftar narkotik dan psikotropika dan korban yang berjatuhan ini mengonsumsinya bisa dengan air putih ataupun minuman bersoda lainnya. Somadril Compound, merupakan nama dagang dari PCC. Tamadrol yang berfungsi sebagai anti nyeri. Misalnya kita tuh batuk sampai dada tuh nyeri banget, nah Tamadrol ini biasanya ada dalam resep yang diberikan dokter.

Efek Penyalahgunaan PCC

Efek Penyalahgunaan PCC

Karena efek halusinasinya dan bertindak agresif itulah, video yang di share oleh teman saya di facebook memperlihatkan bahwa korban adalah pengguna narkotika jenis flakka.

dampak obat PCC

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ibu Murniati menerangkan bahwa memang telah terjadi penyalahgunaan obat di Kendari bahkan peristiwa ini masuk kategori tingkat KLB seperti yang saya tuliskan di atas.

Beberapa gejala yang dialami oleh korban belum bisa diasumsikan ke dalam jenis flaka. Menurut Ibu Murni, kalau flaka belum masuk di Kota Kendari, diduga obat yang dikonsumsi dimixed dengan beberapa lainnya sehingga menyebabkan efek seperti yang dialami korban.

Sebenarnya, tanpa dimixed dengan obat lainnya, obat PCC yang disalahgunakan bisa menimbulkan kejang-kejang, depresi, insomnia hingga membuat si pengonsumsi lebih sensitif , sulit dikendalikan bahkan berujung pada kematian.

Ketika korban di tanya “heeeei, kenapa kamu make PCC?” jawabannya sangat singkat padat dan jelas “karena minum PCC bikin saya fly dan nyaman”.

***

Sayangnya hingga saat ini motif peredaran pil PCC di Kota Kendari masih misterius. Para tersangka mengedarkan obat terlarang tersebut melalui jaringan komunitas anak-anak muda di Kota Kendari. Dikatakan, obat ini bisa bikin fly, santai kayak di pantaaaai dan sloow kayak di pulaw. Awalnya, tersangka mengedarkan secara gratis, lalu kemudian di beli pada transaksi berikutnya.

Sependek pengetahuan dan pengamatan saya, pengedar menyasar anak di bawah umur dan lagi-lagi saya agak kesulitan untuk conan modeon (baca : menganalisis motivasi pengedar membidik anak kecil sebagai target). Ya, walaupun tidak termasuk jenis narkoba, efek penyalahgunaan obat PCC tetap berbahaya.

***

Pertanyaan raksasa yang muncul di benak saya “Mengapa menyalahgunakan obat-obatan terlarang?”

confused-career-271x300
Why? Kenapa? Mengapa?

Setau saya (mohon dikoreksi jika salah) orang-orang yang menggunakan narkotika ataupun menyalahgunakan obat-obatan terlarang karena mereka ingin mengubah sesuatu dalam hidup mereka.

Mereka berpikir bahwa ngefly ataupun terlihat keren di lingkungan mereka dengan mengonsumsi narkoba dan obat terlarang adalah jalan keluarnya. Toh, pada akhirnya, jalan keluar yang mereka pikirkan justru menjadi masalah baru bagi diri mereka sendiri.

Efek Penyalahgunaan PCC 1

Obat resep adalah obat-obatan yang dimaksudkan untuk mempercepat atau memperlambat bahkan kadang mengubah sesuatu tentang cara tubuh kita bekerja membuatnya lebih sehat. Terkadang, obat-obatan itu dibutuhkan, tetapi mereka menjadi narkoba (bertindak sebagai stimulan atau seatif) bila anda TIDAK menggunakan  obat-obatan tersebut sebagaimana mestinya. Sama bahayanya dengan narkoba.

Well, jahat sekali jika saya menjudge para korban dengan segala hal yang membuat saya gemez pada mereka. Tetapi kembali lagi, setiap individu itu beda pola pikirnya. Beda tujuan hidupnya dan tentunya beda pula cara mereka mengendalikan perasaan tidak suka yang menyergap diri mereka.

Sejujurnya, pemberitaan di berbagai media massa, media elektronik bahkan media sosial tidak dapat membutakan mata hati saya -walau kenyataannya saya mencoba untuk buta akan semua pemberitaan itu – ketika melihat korban penyalahgunaan obat PCC.

Saya memposisikan diri sebagai seorang ibu yang anaknya menjadi korban penyalahgunaan PCC, saya memposisikan diri sebagai kakak/adik perempuan melihat korban yang diikat di ranjang rumah sakit. Saya memposisikan diri sebagai guru, tenaga pengajar yang selama ini menyuapi mereka dengan pendidikan. Saya mencoba untuk memposisikan diri. Rasanya hancur sehancur-hancurnya.

Bukan salah pemerintah karena belum memberantas tuntas para pengedar barang haram tersebut. Bukan salah para ulama/pembesar agama karena tidak gencar mengampanyekan anti narkotika. Bukan salah siapa-siapa. Raba hatimu. Raba! Seberapa besar rasa ingin tahu kalian sehingga kalian ingin mencobanya. Seberapa kuat hatimu untuk mengatakan TIDAK pada narkoba dan sejenisnya.

Astagfirullah, tidakkah kalian mengetahui bahwa narkoba dapat mempengaruhi pikiran kalian? Narkoba dengan kejamnya mengaburkan memori kalian. Narkoba membuat seseorang lumpuh otaknya?

Tidakkah kalian sadari bahwa narkoba menghancurkan kreativitasan kalian? Narkoba membuat seseorang naik ke tingkat ceria, tetapi pada saat efek narkobanya menghilang, dia akan terjatuh ke tingkat emosi yang lebih rendah dari pada sebelumnya?

Suatu kebohongan mengenai narkoba bahwa ia dapat membantu seseorang lebih kreatif!

Kendari menjadi viral karena penyalahgunaan PCC sekaligus membuka mata dan telinga kita bahwa narkoba sangat dekat dengan kehidupan kita. Narkoba mengintai anak-anak kita. Anak-anak yang kita persiapkan untuk menjadi tiang negara, anak-anak yang kita latih menjadi mujahid/mujahidah di jalan Allah, anak-anak mewaris keturunan kita.

Mari sama-sama memberantas narkoba tak usah jauh-jauh, mulailah dari diri kita sendiri. Mulailah dari keluarga yang mana adalah lingkungan pertama terjadinya kehidupan.

Narkoba ataupun penyalahgunaan obat-obatan terlarang secara resmi dikatakan berbahaya oleh negara, namun masyarakat tetap saja ada yang selalu mencari atau memperjual belikan. Padahal jelas looh hukuman yang akan diberikan oleh si pengedar jika terbukti mengedarkan narkoba dan kawan-kawannya. Atau hukumannya terlalu manis hingga pelaku tidak ada jeranya untuk bermain dengan barang haram tersebut kali ya?

Mungkin bagi kita yang sudah mengerti bahayanya narkoba bakalan berpikir panjang dagh kalau  maumencoba untuk mendekati. Sama halnya dengan memaksa diri mengawini saudara sedarah! Haram booowk hukumnya!

Berikut mungkin loh ya alasan mengapa orang mudah menggunakan narkoba.

  • Memakai untuk melarikan diri dari masalah

Biasanya orang-orang yang mencoba lari dari kenyataan. Entah mereka siap atau tidak dengan kenyataan hidup yang mereka jalani dan tidak sesuai dengan ekspetasi mereka. Jika kita mau berpikir logis, hidup ini-kan ibarat roda. Kadang di atas, kadang pula berada posisi di bawah. Masalah hidup itu pasti ada dan harus diselesaikan. Narkoba jauh beda dengan slogan pegadaian yang “mengatasi masalah tanpa masalah”.

  • Memakai karena media

Ini pemikiran dari saya pribadi, pernah gak sih terpikirkan mengapa kasus bunuh diri seperti sebuah penularan? seperti penyakit flu yang gampang menyebar jika imunitasnya tidak kuat? Salah satu faktor pendukungnya karena media dengan gamblang menyorot kehidupan yang istilahnya gampang banget untuk mati gitu loh.

Kalau menurut saya sama halnya dengan penyebaran kasus narkoba. Bagaimana narkoba itu di gunakan oleh public figure yang menjadi idola mereka dan sayang sekali begitu jarang untuk menampilkan efek jera akibat penggunaan/penyebaran narkoba. Masuk penjara cuman berapa bulan atau rehabilitasi, terus keluar terus make lagi deh.

  • Memakai karena ingin memberontak

Banyak juga looh yang menjadi pemakai bukan karena kebutuhan dirinya, tapi ingin membuat pemberontakan. Biasanya mereka ingin keluar dari norma atau aturan yang diberikan oleh keluarga dan masyarakat umumnya. Mereka berpikir mengkonsumsi narkoba akan terdorong untuk berani melakukan tindakan yang melanggar hukum. Padahal yang sebenarnya terjadi, mereka makin tidak bisa hidup secara mandiri dan bebas jika sudah tergantung 100% pada narkoba dan pengaruh candunya itu.

  • Memakai karena ingin mencoba

Saya pikir, alasan inilah yang terjadi pada anak mudanya Kendari. Alasan “coba-coba” disini yang membuat mereka hilang kesadaran sejenak. Wajar kok anak muda itu darahnya masih mendidih istilah orang tuanya. Jadi segala hal ingin dicoba. Namun ada baiknya rasa penasaran di barengi dengan logika.Follow your heart but take it with your brain.

Misalnya kita disuruh lompat dari atap lantai 10 sebuah perkantoran ke lantai dasar tanpa alat pelindung diri? Mau gak? Ya pasti nolak laaah! Karena kita sudah tau akibatnya, badan bisa hancur mungkin nyawa juga bisa hilang. Coba deh bereksperimen dengan sesuatu yang lebih keren, olahraga misalnya atau ikutan lomba apa gitu. Pasti jauh lebih keren!

Dan pastinya masih banyak lagi alasan lainnya mengapa orang-orang tertarik menggunakan narkoba ataupun obat terlarang lainnya.

Yuks Sama-Sama Perangi Narkoba dan Penyalahgunaan Obat-Obatan Terlarang

♥ Mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa

Clinebell (1981) dalam penelitiannya menyatakan bahwa pada setiap diri manusia meskipun ia seorang atheis, terdapat kebutuhan dasar spiritual. Kebutuhan dasar spiritual ini adalah kebutuhan kerohanian, keagamaan dan ketuhanan yang karena faham materialisme dan sekularisme menyebabkan kebutuhan dasar spiiritual tadi terabaikan dan terlupakan tanpa disadari.

Dengan tidak terpenuhinya dasar spiritual tadi maka daya tahan dan kekebalan seseorang dalam menghadapi stresor psikososial menjadi melemah, yang kemudian sebagian dari mereka melarikan diri ke NAZA -Narkotika, Alkohol dan Zat Adiktif-.

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah rasa aman dan terlindungi yang artinya manusia memerlukan perlindungan yaitu Tuhan yang dapatmemberikan rasa ketenangan dalam hidup ini dan memberikan petunjuk dalam bentuk taufiq dan hidayah dalam penyelesaian berbagai problem kehidupan yang merupakan stresor psikososial. Dengan beribadah yaitu berdoa dan berdzikir maka Tuhan akan memudahkan yang mudah dan memudahkan yang sukar.

♥ Mengubah Tren Kehidupan

Dengan mengubah gaya hidup kita,maka dapatlah kita menemukan hal-hal yang baru untuk menyesuaikan diri. Berlatih mengubah hal-hal kecil dalam kebiasaan buruk. Lets moveon maaah kalau kata anak gehwol sekarang 😀

♥ Habluminannas -Menjalin Hubungan Interpersonal yang Baik- & Peduli pada Lingkungan Sekitar

Hubungan interpersonal yang baik dengan pasangan juga dengan anak-anak akan memungkinkan kita melihat gejala-gejala  awal pemakaian narkoba pada anak-anak kita. Kedekatan hubungan batin dengan orang tua akan membuat anak merasa nyaman dan aman, menjadi benteng bagi keselamatan dalam mengarungi kehidupan yang lebih luas lagi.

Bila orang tua ribut atau cekcok, maka itu bisa mempengaruhi jiwa anak secara osikologis. Kegalauan ini bisa memancing anak untuk mencoba menggunakan narkoba ataupun obat terlarang lainnya.

Selain itu perubahan masa pubertas anak menjadi remaja, remaja menjadi dewasa tidak sama dengan perubahan perilaku seorang anak yang terekspose pada narkoba.

♥ Informasi Tentang Bahaya Narkoba

Semoga program pemberian informasi terhadap bahayanya narkoba sudah dilakukan secara menyeluruh di sekolah-sekolah. Pemberian informasi yang akurat dan jelas harus diberikan pihak sekolah sebagai salah satu sub kurikulum yang wajib diikuti oleh setiap anak. Informasi mengenai jenis-jenis narkoba tentunya. Dampak bila menggunakannya, dampak bagi organ-organ tubuh kita serta dampak dari segi hukum bila tertangkap memiliki, menggunakan atau mengedarkan narkoba.

Setiap tanggal 20 merupakan SBT -Sultra Blogger Talk- dimana kami akan membahas satu tema yang telah disepakati bersama ;). Tema untuk 20 September 2017 mengenai Narkoba di Kendari yang sempat menghebohkan sejagad raya. KLB PCC loh yaaa, jangan main-main! Karena kasus itu pula-lah kami menulis sebagai self reminder untuk selalu mawas diri terhadap narkoba.

Intip tulisan teman-teman saya yang tergabung dalam SBT yuuks. Tulisan mereka tak kalah kritis dari tulisan saya *eaaaaaa..

Picture3
Sumber : [Link]

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

10 tanggapan untuk “PCC, Pil Halusinasi yang Menggetarkan Kendari

  1. Selain korupsi masalah di indonesia itu semakin kompleks dengan menjamurnya peredaran narkoba. Kadang2 klo kecanduan dan tidak punya uang, bisa2 pecandu berani melakukan tindakan2 kriminal. Pokoknya narkoba itu sangat berbahaya dan masalah besar. Ironisnya, di Indonesia peredaran narkoba tergolong sangat mudah. Sekalipun banyak yg ketangkap, tapi hukumannya tidak sampai membuat jera. Rugi banyak pokoknya 😀

    1. Betul banget masbro. Hukumannya gak bikin fek jera gt loh. Palingan cuman masuk penjara 10 bulan. Keluar penjara,ngedarin lagi. Peluang bisnis d bidang ini mumpuni banget,broo *astagfirullah*

  2. setuju banget mbak..
    memang kebanyakan mereka yang memakai kalau tidak untuk memberontak, tertekan mungkin juga karena jalan pintas melupakan masalah, padahal masalahnya juga gak bisa kelar kalau dilupakan, harusnya kan dihadapi biar kelar. hehehe bukan malah minum benda begituan…

    1. Kalau semua orang pemikirannya kayak kita-kita ini, dijamin dagh pengedar barang tersebut jatuh miskin! Tapi masalahnya mereka ada dan harus kita lawan!
      Bisa jadi juga karena terlalu gengsi untuk menengadahkan tangan ke langit. Meminta bantuanNya atas segala masalah-masalahnya *mamahmudayang wise* 😀

      1. akan tetap ada antar hitam dan putih mbak, mungkin itu kerja dunia biar tetap seimbang antara kebaikan dan keburukan..
        yah intinya, semoga kita dan keturunan kita gak ikut kedalam lingkaran itu saja.. Aminn

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s