Writting Day Challenge

Pisang Epe dan Sarabba “Kuliner Pinggir Jalan” Yang Digemari Warga Kendari

22222033_1419835218123536_4386563746037226638_n

Anonim : “Nongki yuk”

No Name : “Dimana?”

Anonim : “Kebich”

Anonim dan No name : “Pisang Epe”

Tidak semua tongkrongan anak muda (atau yang suka ngaku-ngaku muda) di mall, lippo ataupun cafe hits yang cukup menjamur di Kota Kendari dengan biaya sekali nongkkrongi sama dengan harga paket quota internet 3 bulan. Ada pula jenis tongkrongan yang berasa lagi di kapal pesiar sembari menikmati pemandangan alam yang memanjakkan mata dengan harga yang miring.

Ada 1 cafe yang terletak di pinggiran Jalan sepanjang kebich atau Kendari Beach yang menjajakan Pisang Epe dan Sarabba -yang menjadi tempat favorit tongkrongan gw and the gank ataupun gw and family- diantara banyaknya jajanan jenis serupa. Sejenis street food gitu lah. Namanya PISANG EPE MAITORA.

20171006_170938

Maitora berasal dari bahasa Muna yang artinya “datang lagi”. Nah, karena nama itulah membuat pengunjung yang pernah datang ingin mengunjunginya lagi dan lagi, hehehhe. Definisi diatas berdasarkan pengetahuan cetek gw karena gw orang Muna. Yeaaaah! *garing bu, garing!*.

20171006_170958

Cara membuatnya pun masuk kategori “mudah”. Pisangnya dipanggang secara tradisional dengan menggunakan panggangan biasa dan arang. Dibulak-balik sampai setengah matang. Pada proses pemanggangan ini gw suka mengingat buku neraka yang dibelikan babeh waktu kecil dulu. Orang-orang yang berdosa akan menerima hasil perbuatan buruk mereka dengan cara dipanggang dalam api neraka, grrrrrrr.

20171006_172517

Setelah setengah mateng, pisangnya di penyet atau di lepehin gw bingung ini bahasa Indonesianya di apain, hahahaha. Yang pasti pisangnya di bikin jadi langsing untuk hasil akhirnya,xixixixi.

Contohnya seperti gambar di bawah ini :

20171006_171032

Setelah di langsingin gini pisangnya biasanya dipanggang lagi untuk hasil akhir lebih gurih dan matang sempurna sehingga menciptakan kenikmatan paripurna di lidah penikmatnya.

Untuk kuahnya sependek pengetahuan gw dari rasa yang terungkap menggunakan gula aren asli, gula pasir, tepung maizena, tepung terigu dan sedikit garam dapur.

20171006_171321

Jenis pisang epe pun beragam, yang biasa saja dibaderol seharga Rp 6.000,- rupiah. Kalau gw pribadi sih selalu tanpa kacang. Karena nekat memesan pakai kacang, bakalan merogoh dompet gw untuk membeli obat jerawat! wkwkwkwk. So, pepatah “YOU ARE WHAT YOU EAT” sangat mempengaruhi hidup gw.

Sarabba

22228079_1419873748119683_8919035431907304758_n

Minuman yang terbuat dari bahan dasar rempah-rempah khas Indonesia yang berfungsi menghangatkan tubuh ketika langit sedang menumpahkan RahmatNya berupa hujan, hahaaha. Maksudnya suasana lagi dingin-dinginnya gitu looh. Selain untuk menghangatkan tubuh di musim penghujan, sarabba juga berfungsi sebagai obat penawar flu  dan obat masuk angin.

22222033_1419835218123536_4386563746037226638_n

Ibarat Romeo dan Julit, pisang epe tidaklah afdhoel tanpa sarabba. Mereka adalah kesatuan yang pas banget ketika disandingkan dan dinikmati bersama keluarga tercinta atau siapapun teman nongkrong kalian.

***

FYI, Pisang Epe Maitora ini berdiri sejak zamannya mertua gw pacaran. Tahun berapa coba ituuuu? Laki gw kelahiran tahun 1984, berdasarkan cerita mertua, sebelum memutuskan untuk menikah, mereka merajut kasih selama 3 tahun dan menikah pada tahun 1983. Jadi hitungan secara keseluruhan, Pisang Epe Maitora ini berdiri sejak tahun 1980 di lokasi yang sama. Woaaaaaaah! Daebaaaaaak!

Rasa pisang epenya pun tidak berubah sama sekali. Kecuali yang jual pisang epenya mungkin agak sedikit berubah karena termakan usia,hehehehe.

Menelisik sejarah berdirinya Pisang Epe ini,wajar jika banyak warga Kendari yang suka nongkrong di TKP. Selain karena sudah terkenal dari zaman orang tua kita masih pacaran hingga kini mereka bercucu juga karena pengalaman mereka dalam membuat pisang epe yang dari tahun ke tahun tentu mengalami peningkatan kinerja.

22365258_1419837148123343_7812922555255272656_n

Selain rasanya yang gurih dan nikmat, lokasi Piang Epe Maitora ini berhadapan langsung dengan teluk Kendari.

Kendari Beach atau sering disebut kebich merupakan salah satu ikon Kota Kendari yang telah lama ada. Di sini pengunjungnya dapat menikmati pemandangan Teluk Kendari ataupun taman Teratai dan taman Meohai.

22228416_1419906521449739_3186822363200504332_n

Menjelang matahari terbenam, pemandangan di tempat ini lebih menarik dan indah.

22366602_1419906731449718_8093993013446036071_n

Malam hari pun banyak jajanan kuliner tersedia seperti pisang epek, jagung bakar dan lain-lain. Kebich juga merupakan lokasi strategis ketika pacaran sambil membawa anak. karena disekitaran jalan, tidak jauh dari lokasi Pisang Epe banyak aneka mainan untuk anak *halaaaaaah* *alesaaaaan* :D.

odong-odong-448x270
Sumber : [link]

Iseng-iseng gw upload video amatiran ke facebook dan instagram, gw menemukan komentar kalau ternyata gak cuman gw doang yang doyan nongkrong disana sembari menikmati matahari tenggelam ditemani sepiring pisang epe dan sarabba.

  capture-20171008-104554

capture-20171008-105344

Hal ini membuktikan bahwa pisang Epe dan Sarabba menjadi jajanan jalan yang digemari warga Kendari. Berikut gw sertakan cuplikan video ala-ala food vlogger *eaaaah*.

Jajanan pisang epe dan sarabba di seputaran Kendari Beach jumlahnya banyak. Namun karena tempat langganan gw di Mai Tora, jadinya cafe tersebut yang banyak gw ekspos.

 

-Raya Makyus-

 

Iklan

4 tanggapan untuk “Pisang Epe dan Sarabba “Kuliner Pinggir Jalan” Yang Digemari Warga Kendari

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s