Diari Bu' Raya

Pengalaman Menjadi PEJABAT -Penderita Jerawat Batu-

Halo reader!

Golden Classics

Sesuai dengan judulnya, kali ini saya akan berkisah tentang salah satu pengalaman hidup saya yang berkesan. Pengalaman yang sungguh, menjijikkan sekali untuk dishare! hahaha. Yeps tentang jerawat yang saya derita mulai dari tahun 2004 hingga sekarang di penghujung tahun 2017 dengan berbagai jenis jerawat.

Kalau memalukan, ngapain di share?

Tau dong, kalau kita hidup di dunia ini harus bermanfaat untuk orang lain yang menjadi ladang amal jariyah kita kelak di akhirat? Mungkin bagi sebagia8n orang –apalagi yang mukanya mulus-, jerawat itu bukan masalah berat. Masih banyak jenis masalah lain yang lebih berat daripada memikirkan jerawat. Tapi hellow, taukah kalian, bahwa penderita jerawat -apalagi tipe jerawat batu- tidak bisa menyepelekan masalah kulit tersebut. Faktanya, mau dia perempuan atau laki-laki, sama beban mentalnya, cuy!

Oleh karena itu, terbersitlah tujuan saya membagikan pengalaman sebagai seorang pejabat. Oh no… Jangan pernah berpikir bahwa saya sedang mengumbar kesombongan karena mengakui diri sebagai pejabat. Dan pastinya ketika telinga kita mendengar kata ‘pejabat’ yang ada di benak kita adalah HOWANG KAYA! Pejabat yang saya maksud disini adalah Penderita Jerawat Batu.

****

Jerawat menggerogoti wajah saya pada tahun 2004, ketika itu saya duduk di kelas II SMA. Sebelumnya sama sekali tidak ada gejala bahwa saya akan jerawatan. Karena kenapa?

  1. Wajah saya kategori kulit normal
  2. Saya tidak make up-an ke sekolah
  3. Saya rajin cuci muka sebelum tidur

Ketika jerawat yang tiba-tiba muncul di wajah saya langsung banyak, ya saya shock-lah pastinya. Perempuan maaanaaa coba yang ndak kaget menemukan dirinya masuk dalam kategori putri cantik menawan berubah menjadi putri buruk rupa? Sayangnya saat itu belum ada kamera HP, sehingga tidak ada bukti jerawat saya zaman SMA.

Bermula saya terkena cacar air selama 3 minggu dan serangan yang paling parah adalah area wajah saya. Belum sembuh total menyembuhkan bekas cacar, mulailah satu persatu jerawat bermunculan di wajah saya.

Tau parutan kelapa? seperti itulah rasanya wajah saya jika dipegang oleh tangan. Kasar dan sakit! Parahnya, saat itu saya naksir seorang striker sepak bola di sekolahan dulu! wkwkwkwkwk.

Saya mengunjungi dokter spesialis kulit yang kala itu cuman dia seorang ahli kulit di Kota Kendari. Barulah disana saya mengetahui kalau jenis jerawat saya adalah Acne Vulgaris. Sayangnya, dokter tidak menjelaskan secara detail apa itu acne vulgaris dan mengapa ia menyerang wajah saya. Kala itu internet belum menjamur seperti sekarang ini.

Jerawat Pada Remaja

Belakangan saya baru mengetahui bahwa penyebab jerawat pada usia remaja disebabkan oleh perubahan hormon yang menyebabkan produksi minyak (sebum) berlebih pada wajah. Sebum biasanya memang aktif pada usia remaja. Jerawat itu kan terbentuk karena sumbatan pada sebum. Sumbatan bisa berupa debu atau kotoran lainnya.

Oke, jadi secara keseluruhan, jerawat saya pada masa remaja dulu di sebabkan oleh :

  • Hormon
  • Kelebihan minyak pada wajah
  • Stres karena mikirin jerawat, hahahaha

***

Waktu terus berganti hingga status saya berubah, dari siswa menjadi mahasiswa. Anehnya, jerawat sama sekali tidak berkurang dari wajah saya. Oke, mungkin saja hormon saya masih aktif, sehingga saya masih jerawatan. Saya masih positif thinking. Berhubung saat kuliah saya kenalan baik dengan baik, maka saya cari taulah tentang acne vulgaris.

V_3009
Jerawat zaman kuliah

Acne vulgaris merupakan pembentukan papula, nodul, dan kista pada muka, leher, bahu, dan punggung akibat dari sumbatan keratin pada dari kelenjar minyak (pilosebaseus) di dekat folikel rambut.

β—Š Papula modelnya itu kayak bisul yang keras dan berwarna hitam.

β—Š Nodul jenis jerawat yang bentuknya lebih besar dari jerawat pada umumnya, terlihat jelas di bawah permukaan kulit dan biasanya terasa sakit jika disentuh.

β—Š Kista, sejenis jerawat yang kantungnya tertutup. Isinya bisa saja cair ataupun semi cair.

Oh em ji, semua jenis jerawat yang saya tulis di atas adalah jerawat yang ada di wajah saya. Manalah saya tidak stres? Tapi karena kegiatan saya sewaktu mahasiswa itu buawanyak, jadinya saya tidak terlalu mempersoalkannya. Jerawat terabaikan oleh kegiatan saya. Justru karena terabaikan, kondisi kulit saya membaik. Kalau dipegang tidak sekasar parutan kelapa dan tentunya tidak sakit. Alhamdulillah.

ibu raya yang cantik

Foto di atas menunjukkan wajah saya yang mulai membaik. Foto di ambil sekitar tahun 2009 menggunakan kamera Hp Nokia tipe 3000 apaa gitu? lupa! Yang jelasnya kamera tersebut tidak memiliki filter 360 yang membuat wajah siapapun yang menggunakannya, muluuuuus!

Mendekati lulus kuliah, saya teracuni oleh krim apalah apalah yang dipakai teman-teman saya. Yang katanya menyembuhkan jerawat, membuat kulit cerah dan tentunya wajah semulus artis Korea. Sekali pakai sih ngefek banget. Wajah saya jerawatnya berkurang, cerahan, 2 minggu kemudian breakout parah! Yang semula wajah saya hanya bruntusan mendadak seperti penderita cacar api. Asli deh parah!

DSC00790

Sampai saya mengira jerawat saya itu karena kutukan atau sihir! Sewaktu SMP (Oh, tentunya waktu wajah saya masih semulus pantat bayi), saya sering meneriaki om -adik bungsu nyokap- yang jerawatnya kini seperti yang saya alami ‘muka bonyoook.. muka bonyooook‘ sambil menjulur-julurkan lidah. Mengingatnya kembali membuat saya dilanda rasa bersalah berkepanjangan. Wajah om saya saat saya lagi jerawatan sudah bersih mulus.

Dan sihir, dalamnya laut bisa diukur, tetapi dalamnya hati manusia siapa yang bisa mengukurnya? Mungkin saja, ada yang tidak suka sama saya, atau karena saya tolak cintanya (tentu ini kalimat paling terGR, hahaha) menyebabkan ia sakit hati, lalu membawa foto saya ke dukun sakti mendra guna-guna untuk di sembur-semburkan air menyan.

Penyebab Jerawat yang Tak Kunjung Sembuh & Sering Muncul

Ada mata kuliah yang judulnya ‘Epidemiologi Reproduksi’ yang mempelajari tentang sistem reproduksi manusia. Di dalamnya ada pembahasan mengenai ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan jerawat. Maka bahagialah saya dalam menuntut ilmu, xixixixi :D.

Secara keseluruhan dijelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu diketahui mengapa jerawat tak kunjung sembuh selain karena faktor hormon. Berbicara masalah hormon jelas besar kaitannya dengan faktor keturunan atau genetika. Orang tua saya pun dulunya ternyata PEJABAT! wakakakakak. Emang yaaa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Selain karena kedua faktor tersebut, faktor lain pun mempengaruhi, seperti :

  • Sering memegang wajah
  • jarang berolahraga
  • kulit kepala berminyak
  • cuaca ekstrim
  • pola makan yang tidak sehat
  • penggunaan kosmetik
  • malas membersihkan kulit
  • stress dan masih banyak lagi.

Untuk penyembuhannya, saya lebih cenderung mengobati jerawat dengan cara tradisional. Menggunakan madu panas atau mencuci muka dengan air kelapa. Biasanya jerawat jadi lebih kalem. Tetapi setelah menggunakan krim itu, wajah saya seolah kebas dengan obat tradisional. Tapi ah sudahlah.

Kembali mengunjungi dokter kulit

Tak tahan menahan sakit akibat jerawat, akhirnya saya mengunjungi dokter kulit lagi. Kalau tahun 2004 dokter spesialis kulit hanya 1 orang, pada tahun 2012 spesialis kulit sudah lebih dari 2 dokter, sehingga ada pilihan untuk memilih dokter yang tepat. Budget untuk pengobatan jerawat setara dengan gaji saya/bulan. Jadi mengapa waktu kuliah dulu saya malas ke dokter kulit, ya karena pasti mahal-lah biaya reparasi wajah.

Mau minta ke orang tua juga kasihan, karena saya tau, biaya perawatan wajah itu bikin puasa makan ayam goreng tepung krispi di restoran cepat saji! hahaha. Jadinya, saya berjanji pada diri sendiri nantilah kalau saya sudah punya uang sendiri, saya pasti akan perawatan jerawat di klinik kecantikan. Dan, Tuhan mengabulkan doa saya!

Kata dokter, jerawat saya bukan tipe jerawat yang sekali pengobatan langsung sembuh. Butuh waktu yang cukup lama untuk menyembuhkan hingga tuntas. Dan biaya yang lebih besar pastinya. Kuncinya mah sabar.

C360_2015-01-23-12-31-15-125

Sebulan setelah pengobatan, wajah saya di ekstraksi komedo. Obat yang mempengaruhi sehingga jerawat saya mati dan bersisakan komedo. Nah, komedonya ini yang dibersihkan supaya tidak menyumbat regenerasi sel-sel kulit baru. Belum bisa di peeling jerawat atau microderma, sampai jerawatnya benar- benar stabil. Bulan berganti, wajah saya mulai kelihatan hilalnya.

DSC01276

Walaupun tidak sembuh total, tapi sudah percaya diri kalau di ajak swafoto. Sudah berani upload foto di media sosial tanpa efek blur segala, hihihihi :D.

Berbeda dengan dokter sebelumnya, dokter saya kali ini lebih lebih terbuka dan menjelaskan secara detail tentang jerawat yang diderita pasien. Sehingga kami pasien ikhlas gitu looh mengeluarkan uang untuk reparasi wajah πŸ˜‚πŸ˜‚.

Saya dikasih sabun cuci muka merk Gliko Derm, sabun yang terkenal di kalangan penderita jerawat. Ada krim jerawat pagi – malam, sunblock untuk kulit sensitif dan krim malam B, krim pencerah dipakai dengan syarat utama jika jerawatnya sudah tuntas.

Juga yang diminum selama satu bulan. Obatnya berupaΒ  antibiotik khusus jerawat parah, Siclidon dan Vitamin kulit, Seloxy AA.

***

“Jerawatmu akan sembuh kalau kamu sudah menikah”

Begitulah kata salah satu tante yang melihat kondisi wajah saya.

Apa hubungannya dengan menikah, tante?” kata saya polos kala itu.

Ya iyalah, karena hormonmu lagi tinggi-tingginya sekarang. Membuncah”

Mengetahui arah pembicaraan mendingan saya kabur saja. Bukan hanya tante saya yang berbicara seperti itu, mereka berpikir, jerawat saya itu karena libido yang berkaitan dengan pernikahan, ckckckck.

Menikah bisa Menyembuhkan Jerawat?

Mmmm, terbersit niat terselubung saya menikah untuk menyempurnakan setengah agama dan menyembuhkan jerawat, hahahahaha. Niat apaan itu? Saya menikah pada tahun 2013. Lalu apakah wajah saya bebas dari yang namanya jerawat setelah menikah? Tidak, pemirsah!

Jerawat saya masih bermunculan, tapi memang sih tidak seganas zaman sekolah dulu. Waktu konsultasi dengan dokter kandungan kala itu saya sedang hamil tapi sekalian deh curhat masalah jerawat, memanglah hormon saya itu besar sekali katanya. Dengan melihat beberapa bulu yang tumbuh di dagu saya. Namanya androgen atau testoteron, hormon yang terdapat dalam tubuh semua manusia. Laki maupun perempuan.

Pada pria, kadar hormon ini jauh lebih banyak ketimbang pada wanita. Di produksi di testis dan anak ginjal, sedangkan pada wanita di produksi di anak ginjal saja. Pada wanita, hormon androgen berfungsi sebagai pembentuk estrogen yang memiliki peran dalam penghambatan mengeroposnya tulang dan dijadikan sebagai penyeimbang perasaan.

Oleh karena itu, jika wanita memproduksi hormon androgen secara berlebihan, tak heran bahwa hormon ini akan mengeluarkan atau menumbuhkan hal-hal yang kurang wajar pada wanita tersebut, seperti tumbuhnya kumis dan jenggot. Atau memunculkan sifat kelaki-lakian pada wanita. Bisa pula, jika memiliki anak, anaknya laki-laki semua :D.

Jadi, kalau ada yang bilang dengan menikah bisa menyembuhkan jerawat, jangan percaya! Itu mitos yang tidak berdalil. Selagi hormonmu masih aktif, yakin dan percaya, jerawat masih akan terus mengunjungi wajahmu.

Baca :

Ketiga link di atas merupakan bukti nyata bahwa menikah tidaklah menyembuhkan jerawat, hahaha.

***

Masih ingat dengan kisah saya yang kepengen putih sehingga menenggak susu colagen yang beimbas pada kambuhnya acne vulgaris saya? Juga mengeksfoliasi kulit secara berlebihan? Kisahnya temukan pada link di atas.

Butuh waktu berbulan-bulan hingga jerawat saya benar-benar sembuh dan menyisakan acne scars yang kelihatan macho. *apaan scar jerawat macho?*. Scar itu bopeng bekas jerawat. Bisa sih dihilangin dengan cara di laser atau micro roller. Namun saya masih setengah hati mau mencobanya. Jadi, foto di bawah ini menunjukkan metamorfosis wajah saya, hahahaha. Sengaja fotonya dibikin gaya sendu. Biar dikit menjiwai-lah *tsaaaah*.

Tanpa bedak
Dengan bedak, lisptik dan eyeliner tentunya πŸ˜€

Untuk urusan jerawat, sepertinya saya ahlinya *congklaaak!*, ibarat strata dalam dunia pendidikan, status saya setara dengan profesor. Profesor jerawat, hahaha. Bayangkan, 14 tahun (2004 – 2017) menjadi penderita jerawat batu dengan ciri-ciri yang saya sebutkan di atas itu, roar banget. Segala suka dan duka saya lewati.

Ternyata menjadi pejabat ada manfaatnya, gaes..

β‡’ Saya jadi lebih disiplin menjaga pola makan. Sejujurnya penyebab utama saya jerawatan adalah faktor makanan. Terlepas dari keturunan saya yang jerawatan pastinya. Apalagi jika habis makan sambel + terasi, OeMGi.. tidak menunggu 24 jam untuk bereaksi. Sekarang makan, 3 jam kemudian bibit jerawat menunjukkan wujudnya.

β‡’ Bermental baja. Tentunya banyak-lah orang yang nyinyirin jerawat saya. Pedihnya lagi tidak sedikit yang membully. Sakit, pasti sakit! Tapi saya mau apa? Ya senyumin ajah sai… Dengan begitu, saya tertempa. Mental saya ditempa terbiasa dengan nyinyiran orang yang tidak merasakan penderitaan saya. Saya harap, mereka tidak merasakan, apa yang saya rasakan πŸ™‚

β‡’ Waktu yang tidak sedikit menjadi pejabat, saya jadi mengerti (dan saya yakin setiap agama mengajarkan ini) keberhasilan seseorang itu bukan terletak dari materi ataupun fisik. Melainkan dari kesabaran dan keikhlasannya. Memang berat, namun yakinilah jika bersabar dengan jerawat yang kamu miliki, kamu akan mencapai titik keberhasilan. Keberhasilan bersahabat dengan jerawat maupun keberhasilan menyaksikan sendiri proses penyembuhan dari jerawatmu.

β‡’ Open your mind, jangan suka membanding-bandingkan diri kita dengan orang yang kulitnya bebas jerawat. Ok, kulit kita memang jerawatan, tapi apa ada yang bisa menjamin si kulit mulus itu hanya karena kemulusan kulitnya dia tidak banyak masalah? Memang wajah kita berjerawat, tapi kita masih bisa makan enak, masih bisa menjalani kehidupan dengan normal, memiliki orang yang mencintai kita apa adanya, misalnya. Bersyukurlah, gaes!

Karena Tuhan tidak akan memberi cobaan, di luar batas kemampuan hambaNya.

Kendari, 21 Desember 2017
-Raya Makyus-
Iklan

9 tanggapan untuk “Pengalaman Menjadi PEJABAT -Penderita Jerawat Batu-

  1. Saya juga pernah menderita jerawat say, duh itu jerawat tumbuh di sekujur muka + leherku, sudah gitu hitam pula πŸ˜₯πŸ˜₯

    Itu hari sa pakekan kunyit. Alhamdulillah jerawatnya langsung hilang

    1. Iya kak, kt pernah berkisah tempo hari. Terakhir bertemu malahan tanpa bekas, jerawatta dulu diii? Pernah se pake kunyit zaman SMA tapi kuning2 mukaku, hehehehe..

      Thanks sudah mampir ka ira ^^

  2. Ndak terbayang perasaanmu saat itu MakCupp.. Saya yang jerawat kecil2 dan banyak saja sudah galau setengah mati. Untungnya sekarang sudah berlalu yes..

  3. btw jenk, itu dokter kulit di Kendari bukannya sekarang berarti sdh 3 ya? ada itu dokter senior 1 selain dr. N.
    saya malah baru tahu doktermu ini πŸ™‚

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s