Blablabla

14 Februari

The Nerd Chronicles

Bagi gue, 14 Februari 2013 merupakan hari dimana gue sepertinya disuruh stop untuk pantengin cowok-cowok cakep. Baik di dunia nyata, maupun di dunia maya apalagi di dunia ghoib. Karena kala itu, ada cowok –yang bagi gue biasa ajah– yang entah mengapa sukses meluluhkan hati keluarga gue. Kala itu loh yaaaa. Kala itu!

∴ Begini kronologisnya ∴

Sebut saja namanya Sukun. Cowok berkebangsaan Indonesia yang memiliki satu kesukuan dengan gue dan sama-sama bermarga ‘ODE’. Keajaiban yang hingga kini mengganggu pikiran gue adalah GIMANA CERITANYA SAMPE GUE TEMANAN SAMA SUKUN DI FACEBOOK?

Aslinya, gue anti ‘ODE’. I Mean, kecuali keluarga dan yang gue kenal yang bermarga ‘ODE’ yang gue accept pertemanan di Facebook. Lebih dari itu, terima kasih! Saat itu gue ngestatus tentang drama Korea. Sekedar ngasih review ala-ala gitu deh. Biar dituduh kekinian! hahahaha *dasar tukang pencitraan*.

Lalu ia pun menjadi komentator yang antimainstream diantara komentator lainnya. Doi, dengan fasih memberi review yang bertolak belakang dengan review gue. Selain dari pada itu, gue pikir cowok mana ada yang doyan pantengin drama Korea? Nyatanya beda sama Sukun! *standing applouse*.

Pada akhirnya, kepada Sukunlah gue bertanya jika ada drama Korea yang hendak gue pantengin. Gaya Sukun memberi review, menarik perhatian gue.

***

Perasaan gue mulai gak enak ketika mengetahui gue bakalan di jodohin sama keluarga gue sendiri. Perjodohan? Emangnya masih zaman Siti Nurbaya sekarang? Kendatipun nama gue Sitti Rabiyatul, bukan berarti, gue mengadopsi perjodohan zaman itu.  Ogah! Segala macam cara gue lakoni untuk menolak perjodohan. Namun sepertinya Tuhan berkata lain.

Pertengahan tahun 2012, keluarga gue diundang ke rumah salah satu kerabat untuk menghadiri acara syukuran. Lalu, gue melihat foto Sukun saat wisudah S1 20R terpampang gede di ruang tamu. Seolah tuan rumah ingin menunjukkan kepada siapa saja yang mendatangi rumah tersebut, bahwa INILAH HIGH QUALITY JOMBLO KAMI!

Perasaan gue makin gak enak. Jangan-jangan si Sukun yang mau disodorin ke gue? Tuhan. Gue pun mendadak migrain.

Bukan tanpa sebab, kala itu gue sedang galau gulindang. Jika mengingatnya kembali, gue rasanya kepengen muntah! hahahaha. Bayangin, ibu RAYA di PUTUSIN, cuuuy! Di-Pu-Tu-Sin! Untuk menyembuhkan hati yang luka bukan dengan kehadiran laki-laki lain obatnya. Pemikiran gue waktu itu.

Gue mulai menjaga jarak dengan Sukun. Gue pun males memosting apapun juga di facebook yang akan mengundangnya untuk berkomentar. Padahal, menyangkut drama Korea, komentar Sukunlah yang selalu gue nantikan, ckckck.

Akhir Desember 2012

Orang tua Sukun mengadakan syukuran (lagi) dan mengundang keluarga gue (lagi). Jangan tanya reaksi gue ketika mengetahui jika gue akan ke rumahnya lagi. Segala macam alasan gue sodorin ke babeh supaya gue gak usah berpartisipasi. Lalu emak gue berkata ‘kalau yang namanya di undang, wajib hukumnya menghadiri. Apalagi ini undangannya langsung yang mpunya hajatan ke keluarga’.

Gue cuman bisa berdoa semoga gue gak ketemu Sukun. Sialnya, doa gue gak diterima. Beberapa menit setelah gue makan dengan lahap sampe 2x kali nambah, masuklah Sukun dari pintu ruang tamu dan deg…

GUE BERASA SEDANG MELIHAT ATALARIK SYAH! VERSI KENDARI!

• Tentang Because this is my first life•

****

Sejak saat itu, Sukun intens memulai komunikasi dengan gue. Bahkan maen ke rumah untuk mengambil buah sukun yang melindungi rumah gue dari paparan sinar UV. Saat itu, gue mau ke kantor dan sedang menunggu ojek langganan. Tumben banget ojek di pangkalan sepi!

Babeh yang sepertinya diam-diam menjadi pakcomblang menawarkan Sukun untuk mengantar gue ke depan lorong, yang secara cepat direspon positif oleh Sukun.

Singkat kata singkat cerita, babeh telah mengusir para ojek langganan untuk sementara waktu mangkal ke tempat lain dulu.  Tujuannya sih mulia, agar Sukun sukses membonceng anak gadisnya yang suka sok cantik ini tepat di depan lorong, ckckck.

***

31 Januari 2013. 16.30 wita

Sukun : “Raya, kamu punya pacar? Kalau gak punya, biar saya yang maju”

R a y a : “Gue malas pacaran. Gue maunya langsung nikah”

Sukun : “……….”

2 Februari 2013. 13.30 wita di Es Teler Koni

Sukun : “Kalau kamu gak mau pacaran, ayok kita nikah”

R a y a : *telan es batu sebesar batu tawas*

Serasa ditembak tepat di jantung gue. Tepat sasaran.

14 Februari 2013

Gue dilamaaaaar!

The Nerd Chronicles(1)

Entah mengapa, gue lebih senang merayakan ‘proposal anniversary’ ketimbang  wedding anniversary. Mas Sukun pun demikian. Kami selalu punya cara sendiri untuk mengenang 14 Februari. Apakah makan es teler atau jalan-jalan manja sambil godain ABG yang mojok, hahahhaa.

Seperti 14 Februari kemarin, gue menikmati sendiri makan es teler sembari mengenang 14 Februari 2013 saat gue di lamar secara resmi dan tanpa keselek es batu, wkwkwk.

14 feb

Bagi gue, 14 Februari bukan hanya untuk mengenang hari pelamaran, melainkan hari, dimana gue mulai belajar mencintai cowok yang Tuhan kirimin ke gue sebagai hadiah terindah.

Cowok yang selama itu Dia tranning dengan ketat sehingga mampu menjadi penyeimbang gue. Sehingga ketika di pelaminan gue dengan bangga berada di sisinya, menjadi wanita tercantik di dunia. Melebihi kecantikan Song Hye Kyo *kibaspashmina*. Bukan hanya itu sih, gue pun senantiasa belajar menjadi istri yang tidak hanya menuntut hak tetapi menjalankan kewajiban sebagai pendamping hidupnya hingga maut memisahkan. Amin.

Pesan Moral :

Kepada kalian yang sedang menunggu pangeran atau putri yang Tuhan hadiahi ke kalian, jangan pernah putus asa untuk berdoa dan senantiasa berbaik sangka-lah kepada orang lain. Karena jodoh kita biasanya tidak jauh dari kehidupan kita. Dan percayalah, pasangan yang Dia ridhoi insyaallah mampu menjadi penyeimbang dari segala kekuranganmu.

Karena Dia tau sosok seperti apa yang hambaNya butuhkan, bukan yang hambaNya inginkan.

With Love,

-Raya Makyus-

 

Iklan

9 tanggapan untuk “14 Februari

  1. ckckkk, kenapami kasihan itu PakYus dibilang Sukun 😛

    salute Babeh sama Emak naaahh, sampe usir tukang ojeg mangkal segala. tapi mereka ndk salah pilih tawwa, uhuuuiii 😉

  2. “Karena Dia tau sosok seperti apa yang hambaNya butuhkan, bukan yang hambaNya inginkan.”
    Setujuu sekali!

    Hihi barakallah yaa mbak raya dan mas sukun 😀

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s